Reli kripto HYPE kembali menghadirkan kisah yang sulit diabaikan. Di tengah euforia pasar yang mendorong harga ke ATH baru, seorang trader berhasil mengubah posisi leverage menjadi keuntungan puluhan miliar rupiah hanya dalam waktu dua hari.
Trader Ini Raup Rp41 Miliar dari Reli Kripto HYPE
Menurut laporan Lookonchain pada Selasa (02/06/2026), trader dengan alamat 0xc6fe kembali menunjukkan ketepatannya dalam membaca pergerakan kripto HYPE. Setelah mengantongi keuntungan, ia terus menambah eksposur.
Trader tersebut menutup posisi long HYPE dan mengamankan keuntungan sebesar US$1,18 juta. Namun, sorotan utamanya bukan hanya pada besarnya profit yang diraih, melainkan langkah berani yang diambilnya setelah itu.
“Kemudian, ia membuka posisi long baru dengan leverage 10x pada 268.509 HYPE senilai US$20,26 juta. Tak lama setelah dibuka, posisi tersebut sudah mencatat keuntungan sekitar US$536.000,” ungkap Lookonchain.

Jika digabungkan, total keuntungan yang berhasil diraih dari strategi long kripto HYPE telah mencapai sekitar US$2,29 juta. Dengan kurs Rp17.850 per dolar AS, nilainya setara sekitar Rp40,8 miliar.
Yang membuat pencapaian ini mencolok adalah tingkat keberhasilannya. Seluruh posisi long HYPE yang dibuka oleh trader tersebut berakhir profit, menghasilkan win rate 100 persen di tengah volatilitas pasar kripto yang sulit diprediksi.
Sempat Minus Rp446 Miliar, Trader Ini Untung Rp821 Miliar
Kisah sukses di kripto HYPE ternyata tidak hanya datang dari trader 0xc6fe. Pada Senin lalu, Lookonchain juga menyoroti trader lain dengan alamat 0x082e yang membuktikan bahwa di pasar kripto, kesabaran sering kali sama pentingnya dengan keberanian.
Enam bulan lalu, trader kripto tersebut membuka posisi long HYPE menggunakan leverage 5x dengan nilai mencapai US$99,77 juta. Namun, perjalanan menuju keuntungan besar itu tidak berjalan mulus.
Pada satu titik, posisi tersebut sempat mengalami unrealized loss lebih dari US$25 juta atau sekitar Rp446 miliar. Bagi sebagian besar trader, angka tersebut mungkin sudah cukup untuk memicu kepanikan dan mendorong mereka menutup posisi leverage.

Namun, trader itu memilih bertahan. Keputusan tersebut akhirnya terbayar ketika HYPE terus mencetak ATH baru sepanjang 2026. Saat reli berlanjut, posisi tersebut berbalik menghasilkan unrealized profit lebih dari US$46 juta atau setara sekitar Rp821 miliar.
Kisah ini menunjukkan besarnya peluang dan risiko di pasar kripto. Dalam beberapa bulan, posisi yang sempat merugi ratusan miliar rupiah mampu berbalik menjadi keuntungan lebih dari Rp821 miliar.
Reli HYPE Didukung Narasi yang Semakin Kuat
Di balik deretan profit para trader, perhatian pasar mulai bergeser ke fundamental Hyperliquid itu sendiri. Jika sebelumnya dikenal sebagai platform perpertual DEX untuk kripto, Hyperliquid kini tengah membangun ambisi yang jauh lebih besar.
Dalam laporan yang dirilis akhir Mei lalu, Grayscale menyebut Hyperliquid sebagai salah satu proyek paling menjanjikan di industri aset digital saat ini. Menurut mereka, Hyperliquid tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai bursa kripto biasa.
“Hyperliquid tidak dapat dibandingkan dengan proyek lain, baik di industri kripto atau TradFi. Jika mampu terus mengeksekusi strateginya dengan baik, kami percaya Hyperliquid berpotensi menjadi raksasa layanan keuangan,” tulis Grayscale.
Sementara itu, CIO Bitwise Matt Hougan sebelumnya juga menyebut Hyperliquid lebih layak dipandang sebagai “super-app” dibanding sekadar crypto exchange. Salah satu alasannya adalah mekanisme ekonomi HYPE yang unik.
Narasi inilah yang membuat reli HYPE tidak hanya didorong oleh spekulasi jangka pendek. Di mata sebagian orang, kenaikan harga token tersebut juga ditopang oleh pertumbuhan bisnis dan fundamental Hyperliquid yang terus menguat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


