Harga Bitcoin saat ini bergerakan di sekitar US$60.000 dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Tekanan jual memang belum sepenuhnya hilang, sementara minat beli di pasar spot juga mulai melambat.
Namun, data on-chain menunjukkan gambaran berbeda. Di balik tekanan harga, fondasi jangka panjang BTC justru terus menguat, meski sinyal tersebut belum cukup untuk mengonfirmasi dimulainya bull run baru.
Support Historis Bitcoin Naik ke US$48.400, Apa Artinya?
Salah satu data yang menarik datang dari indikator Cumulative Value Days Destroyed (CVDD), metrik on-chain yang selama bertahun-tahun dikenal mampu mengidentifikasi area dasar siklus Bitcoin dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Analis Washigorira mengungkapkan bahwa level CVDD kini telah naik ke US$48.400 dan masih terus bergerak naik. Kenaikan ini menunjukkan bahwa support historis Bitcoin ikut meningkat seiring perkembangan siklus pasar.
“CVDD secara historis telah mengidentifikasi titik terendah siklus Bitcoin dengan akurasi yang luar biasa. Saat ini berada di US$48.400 dan terus meningkat,” tulisnya di X, Sabtu (27/6/2026).

Kondisi tersebut membuat posisi Bitcoin saat ini cukup menarik. Dengan harga yang berada di kisaran US$60.000, jaraknya terhadap support historis kini hanya sekitar 24 persen, lebih dekat dibandingkan ketika pasar berada dalam fase bullish.
Meski demikian, kedekatan dengan support historis bukan berarti BTC akan mengalami reli. Untuk melihat peluang pemulihan, investor perlu mencermati perilaku holder jangka panjang serta perkembangan permintaan di pasar spot.
Holder Bitcoin Mulai Jual Rugi, tetapi Ada Sinyal Positif
Petunjuk berikutnya datang dari perilaku investor jangka panjang. Berdasarkan grafik yang dibagikan Darkfost pada Sabtu (27/6/2026), Long-Term Holder (LTH) mulai memasuki fase kapitulasi, yaitu kondisi ketika investor memilih menjual asetnya meski sedang merugi.
Hal itu terlihat dari indikator LTH SOPR yang bergerak turun. Rata-rata bulanan metrik tersebut turun dari 1,03 menjadi 0,87, menandakan holder jangka panjang merealisasikan kerugian sekitar 13 persen dalam 30 hari terakhir.
Penurunan terjadi setelah Bitcoin beberapa kali turun di bawah level US$60.000. Sebagian holder akhirnya memilih melepas asetnya, meski keuntungan yang mereka peroleh sudah jauh berkurang dibanding sebelumnya.

Di sisi lain, rata-rata tahunan LTH SOPR turun dari 2,06 menjadi 1,46. Meski mencerminkan kondisi untung, margin keuntungan holder jangka panjang terus menipis. Secara historis, kondisi seperti ini kerap muncul menjelang berakhirnya bear market.
“Secara historis, fase ini sering bertepatan dengan berakhirnya bear market. Namun, prosesnya berlangsung cukup panjang dan dapat memakan waktu hingga beberapa bulan tanpa masalah,” jelasnya.
Permintaan Beli BTC Belum Pulih Sepenuhnya
Meski support historis terus naik dan tekanan jual dari investor mulai berkurang, Bitcoin saat ini masih memiliki satu pekerjaan rumah, yaitu mengembalikan permintaan dari pasar spot.
Analis Axel Adler Jr. mencatat bahwa outflow Bitcoin dari bursa yang mencerminkan aktivitas pembelian mulai kehilangan momentum. Setelah sempat meningkat pada pertengahan Juni, tren tersebut kini kembali melemah.
“Setelah sempat meningkat pada pertengahan Juni, momentum outflow kembali melemah. Saat ini, rata-rata outflow bursa dalam 30 hari terakhir tercatat 4,9 persen lebih rendah dibandingkan sebulan sebelumnya,” tuturnya di X, Sabtu (27/06/2026).
Kondisi ini mengindikasikan bahwa minat beli investor di pasar spot belum sepenuhnya pulih. Dengan semakin sedikit Bitcoin yang ditarik dari crypto exchange, sinyal akumulasi juga belum terlihat sekuat beberapa pekan sebelumnya.

Jika ketiga indikator digabungkan, muncul gambaran yang menarik. Support historis BTC menguat hingga US$48.400, holder jangka panjang mulai kapitulasi ringan, sementara permintaan beli di pasar spot belum sepenuhnya pulih.
Dengan kata lain, Bitcoin belum menunjukkan sinyal bullish yang kuat. Namun, selama support historis meningkat dan tekanan jual mereda, peluang terbentuknya dasar siklus baru tetap terbuka, meski kemungkinan berlangsung secara bertahap.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


