Hyperliquid kembali menjadi sorotan setelah pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), menyebut platform tersebut sebagai salah satu inovator yang berhasil menciptakan ceruk pasar baru di industri kripto.
Dalam wawancara bersama Head of Firmwide Research Galaxy, Alex Thorn, yang tayang pada Kamis (18/06/2026), CZ Binance memuji Hyperliquid sebagai inovator di sektor derivatif kripto.
Menariknya, di tengah pembahasan mengenai Hyperliquid, CZ sama sekali tidak menyinggung Aster. Padahal, proyek yang didukung YZi Labs tersebut juga bergerak di sektor perdagangan perpetual futures.
CZ Puji Hyperliquid karena Berhasil Membuka Pasar Baru
Saat ditanya mengenai Hyperliquid, CZ mengungkapkan bahwa dirinya memiliki keterkaitan dengan tim di balik proyek tersebut. Ia menyebut pendiri Hyperliquid, Jeff, pernah mengikuti salah satu program inkubasi awal YZi Labs.
Meski belum pernah bertemu langsung, CZ menilai Hyperliquid tampil berbeda. Menurutnya, keunggulan utamanya bukan hanya volume, melainkan kemampuannya menciptakan ceruk pasar yang belum banyak digarap kompetitor.
“Hyperliquid benar-benar luar biasa. Mereka berhasil membuktikan adanya ceruk pasar baru yang sebelumnya belum berhasil dibangun oleh pemain lain,” ujar CZ.
Ia juga menyoroti kemampuan tim Hyperliquid yang kecil, tetapi mampu menghadirkan produk yang diterima pasar dengan baik. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan pesat platform DEX ini dalam waktu singkat.
Meski memberikan pujian, CZ tetap memberi catatan terkait tingkat desentralisasi Hyperliquid. Ia menilai masih ada sejumlah aspek yang berada di bawah kendali tim pengembang sehingga status desentralisasinya masih menjadi perdebatan.
“Mereka mengklaim terdesentralisasi, tetapi saya tidak akan masuk ke definisi itu. Berdasarkan teknologi yang terlihat saat ini, masih ada cukup banyak kontrol yang berada di tangan tim kecil,” jelas CZ.
Aster Tertinggal Jauh dari Hyperliquid
Pujian CZ terhadap Hyperliquid semakin menarik jika melihat kondisi pasar saat ini. Pasalnya, Hyperliquid dan Aster sama-sama bermain di sektor perpetual futures, tetapi performa keduanya menunjukkan perbedaan mencolok.
Berdasarkan data CoinGecko, kripto HYPE milik Hyperliquid naik 146 persen sejak awal 2026. Saat ini token tersebut diperdagangkan pada US$62 hingga US$63, menjadikannya salah satu aset kripto dengan performa terbaik tahun ini.

Sebaliknya, kripto ASTER justru bergerak ke arah berbeda. Dalam periode yang sama, nilainya turun lebih dari 10 persen dan kini berada di rentang US$0,60 hingga US$0,61. Pergerakan tersebut membuatnya tertinggal jauh dari HYPE.
Perbedaan itu juga terlihat dari aktivitas perdagangan. Data DeFiLlama menunjukkan volume perpetual Hyperliquid dalam 30 hari terakhir mencapai sekitar US$240 miliar. Angka tersebut memperlihatkan tingginya aktivitas pengguna di platform perp DEX mereka.
Sementara itu, volume perdagangan perpetual Aster berada di US$60 miliar pada periode yang sama. Walaupun tergolong besar, angka tersebut hanya seperempat dari volume yang berhasil dibukukan Hyperliquid.

Kondisi inilah yang membuat sebagian pelaku pasar menyebut ASTER sebagai token yang kehilangan momentum. Di saat HYPE terus mencetak rekor baru, pergerakan ASTER justru stagnan.
Hyperliquid Jadi Simbol Perubahan Peta Persaingan
Pandangan CZ menunjukkan bahwa Hyperliquid kini bukan sekadar pendatang baru di sektor derivatif kripto. Pertumbuhan volume perdagangan dan performa kripto HYPE menjadi bukti bahwa platform tersebut berhasil membangun posisinya di pasar.
Sementara itu, Aster menghadapi tantangan untuk mengejar ketertinggalan. Dengan performa token dan volume perdagangan yang terpaut cukup jauh, proyek tersebut membutuhkan momentum baru untuk kembali menarik perhatian investor.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


