Persaingan di industri kripto ternyata bukan cuma soal volume perdagangan dan perebutan pengguna. Pendiri Binance, Changpeng “CZ” Zhao, kini mengungkap sisi lain berupa dugaan upaya dari kompetitor untuk menghambat pengampunannya oleh Donald Trump.
Pengakuan itu muncul setelah CZ akhirnya menerima pengampunan dari Trump pada 2025, beberapa waktu setelah menyelesaikan hukuman penjara selama empat bulan terkait pelanggaran aturan anti-pencucian uang di Amerika Serikat.
CZ Binance Sebut Ada Penolakan soal Pengampunan
Dalam wawancara bersama Ran Neuner di podcast Crypto Banter pada Sabtu (09/05/2026), CZ mengaku sejak awal tidak terlalu yakin dirinya akan mendapat pengampunan dari Trump. Ia menilai ada pihak-pihak tertentu yang mencoba menghambat proses tersebut.
“Anda tidak pernah tahu, karena kami sebenarnya menghadapi anti-lobi yang sangat kuat dari sejumlah pihak yang kami anggap sebagai kompetitor di pasar kripto Amerika Serikat,” ujar CZ.
Menurut CZ, sejumlah exchange kripto di AS khawatir Binance akan kembali agresif masuk ke pasar Amerika jika dirinya mendapat pengampunan. Apalagi, Binance sempat menjadi pemain dominan sebelum keluar dari AS pada November 2023.
Saat itu, Binance membayar denda US$4,3 miliar kepada pemerintah AS terkait pelanggaran Bank Secrecy Act (BSA), International Emergency Economic Powers Act (IEEPA), serta kegagalan mendaftarkan bisnis pengiriman uang secara resmi.
Meski begitu, CZ menegaskan dirinya tidak memiliki bukti konkret soal dugaan tekanan dari kompetitor. Namun, ia merasa cukup yakin bahwa dorongan untuk menghambat pengampunan itu memang ada.
“Saya cukup yakin itu memang terjadi sampai tingkat tertentu. Saya memang tidak punya bukti konkret, tetapi saya yakin ada penolakan yang terjadi di balik layar,” katanya.
Trump Beri Pengampunan, Binance.US Mulai Bangkit
Setelah menyelesaikan masa tahanan pada September 2024, CZ menerima pengampunan dari Trump pada Oktober 2025. Keputusan itu langsung menarik perhatian, mengingat Binance masih menjadi salah satu pemain terbesar di industri kripto.
Menariknya, Binance.US kembali membuka layanan untuk pengguna AS sejak Februari 2025, beberapa bulan sebelum pengampunan diberikan. Langkah ini memicu spekulasi bahwa Binance mulai bersiap kembali masuk ke pasar Amerika Serikat.
Dalam wawancara bersama 60 Minutes pada November 2025, Trump tidak mengenal CZ secara pribadi. Namun, ia mengatakan mendapat informasi bahwa pendiri Binance tersebut menjadi korban “witch hunt” dari pemerintahan Joe Biden sebelumnya.
“Oke, apakah kamu siap? Saya tidak tahu siapa dia,” ujar Trump saat diwawancarai host 60 Minutes, Norah O’Donnell.
Pernyataan Trump semakin memperkuat anggapan bahwa kasus CZ bukan hanya soal hukum, tetapi juga sarat aroma politik dan persaingan industri kripto di balik layar.
Tuduhan Baru Gugur, Tekanan ke Binance Mulai Mereda
Di tengah kontroversi tersebut, CZ baru saja mendapat angin segar dari pengadilan federal di Alabama. Pada Maret lalu, hakim mengabulkan permintaan untuk membatalkan gugatan tahun 2024 terhadap Binance, Binance.US, dan CZ.
Gugatan tersebut sebelumnya menuding bahwa exchange Binance memfasilitasi transfer dana ke kelompok teroris. Namun, pengadilan memutuskan untuk menghentikan proses hukum tersebut.
Keputusan ini menjadi kemenangan penting bagi bursa kripto Binance setelah beberapa tahun terus berada di bawah tekanan regulator dan juga sorotan hukum di Amerika Serikat.
Drama Gugatan Terorisme terhadap Binance Kandas di Pengadilan AS
Meski tekanan hukum mereda, komentar terbaru CZ menunjukkan persaingan di industri kripto masih jauh dari tenang. Di balik perebutan dominasi pasar, perang pengaruh antar exchange kini disebut ikut bermain hingga ranah politik.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


