CZ Binance Kritik Minimnya Perlindungan Privasi di Industri Kripto

Isu privasi kembali mencuat di tengah pesatnya perkembangan industri kripto. Pendiri Binance, Changpeng Zhao, menilai bahwa standar perlindungan privasi di ekosistem crypto saat ini masih jauh dari kata ideal.

Pernyataan tersebut dikutip dari sebuah video yang diunggah oleh CoinBureau pada Rabu (11/02/2026), yang juga menghadirkan investor teknologi ternama, Chamath Palihapitiya. Diskusi itu menyoroti tantangan mendasar di industri crypto

Privasi dan Masalah Fungibilitas

Chamath Palihapitiya, pendiri Social Capital dan mantan eksekutif Facebook, menyoroti persoalan mendasar dalam industri kripto, yakni kurangnya fungibilitas akibat lemahnya privasi. Menurutnya, dalam skala besar, hal ini bisa menjadi masalah serius bagi adopsi.

“Banyak hal terkait kebebasan berbicara, tetapi apa aturan privasi dalam kripto? Salah satu hal yang saya perjuangkan, masalah terbesar saya, adalah kurangnya fungibilitas yang menjadi persoalan dan hal terbesar yang menahan Bitcoin adalah isu privasi,” ujarnya.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Kripto Kian Rawan? Pegawai Binance Jadi Target Perampokan

Fungibilitas sendiri merujuk pada kemampuan suatu aset untuk saling menggantikan tanpa perbedaan nilai. Dalam sistem yang ideal, setiap unit aset seharusnya diperlakukan dengan sama.

Namun, pada jaringan blockchain yang transparan, riwayat transaksi dapat dilacak secara terbuka. Artinya, tidak semua aset digital dipandang setara jika memiliki jejak transaksi tertentu.

Transparansi yang selama ini dianggap sebagai kekuatan blockchain pun menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, meningkatkan akuntabilitas, tetapi di sisi lain membuka ruang bagi pelacakan yang berlebihan.

Privasi adalah Fondasi, Bukan Fitur Tambahan

Menanggapi hal tersebut, Changpeng Zhao menegaskan bahwa privasi merupakan elemen fundamental dalam masyarakat modern. Namun, ia mengakui bahwa Bitcoin dan sebagian besar koin saat ini belum memiliki fitur privasi yang memadai.

“Saya pikir privasi adalah hal mendasar dan fundamental dalam masyarakat modern, tetapi saat ini Bitcoin dan mungkin sebagian besar koin belum memiliki fitur privasi yang memadai,” kata CZ.

BACA JUGA:  8 Hal Menarik soal Keterkaitan Coinbase dan Jeffrey Epstein

Pendiri Binance tersebut juga menambahkan bahwa banyak orang merasa aman karena menganggap kripto anonim. Padahal, dalam praktiknya transaksi dapat dilacak, terutama ketika berinteraksi dengan crypto exchange.

12 Tren Kripto yang Siap Meramaikan Pasar Crypto pada 2026

Dalam unggahan di X pada Minggu (15/02/2026), CZ bahkan menyebut kurangnya privasi sebagai “mata rantai yang hilang” bagi adopsi kripto secara lebih luas karena secara tidak langsung membuka data sensitif.

“Bayangkan perusahaan membayar karyawannya menggunakan kripto secara on-chain. Dalam kondisi saat ini, kalian dapat melihat berapa besar gaji setiap orang di perusahaan tersebut hanya dengan mengklik alamat pengirim,” tegasnya.

Bagaimana Solusinya?

Perdebatan ini membuka ruang diskusi tentang masa depan privasi dalam industri kripto. Salah satu pendekatan yang memungkinkan adalah pengembangan teknologi tambahan untuk meningkatkan kerahasiaan, atau bahkan pemanfaatan privacy coin sebagai alternatif.

BACA JUGA:  4 Proyek Kripto RI yang Sempat Booming, Kini Tinggal Kenangan?

Meski demikian, isu privasi selalu berjalan beriringan dengan tantangan regulasi. Pemerintah di berbagai negara cenderung berhati-hati terhadap teknologi yang dinilai dapat menyulitkan pelacakan transaksi ilegal dan pengawasan keuangan.

Di titik inilah industri kripto berada: di antara kebutuhan akan transparansi dan tuntutan perlindungan privasi yang lebih kuat. Kritik CZ dan Chamath bukan sekadar opini, melainkan refleksi atas tantangan yang menentukan arah adopsi kripto ke depan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia