Daftar Calon Bos OJK Muncul, Ada Tokoh dari Industri Kripto

Panitia Seleksi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan kandidat yang lolos seleksi administratif untuk posisi anggota Dewan Komisioner. Dari sejumlah nama, satu sosok yang menarik perhatian adalah Hasan Fawzi, pejabat yang dikenal dekat dengan ekosistem aset kripto di Indonesia.

Deretan Nama Calon Bos OJK

Panitia Seleksi merilis pengumuman bernomor PENG-2/PANSEL-DKOJK/2026 yang memuat hasil seleksi administratif calon pengganti anggota Dewan Komisioner OJK. Pada tahap ini, para kandidat dinilai dari kelengkapan dokumen administrasi dan makalah yang mereka ajukan.

Sebanyak 20 nama dinyatakan lolos seleksi administratif, berasal dari berbagai latar belakang seperti regulator, lembaga keuangan, hingga sektor industri. Beberapa di antaranya berasal dari Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Kementerian Keuangan, serta internal OJK.

Daftar Nama Calon Pengganti Anggota Dewan Komisioner OJK
Daftar Nama Calon Pengganti Anggota Dewan Komisioner OJK

Sejumlah figur yang cukup dikenal di sektor keuangan juga masuk dalam daftar, seperti Adi Budiarso dari Kementerian Keuangan, Anton Daryono dari Bank Indonesia, serta Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan di OJK.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Robinhood Bertemu OJK, Siapkan Ekspansi Besar ke Indonesia

Namun, dari seluruh kandidat Dewan Komisioner OJK yang muncul, satu nama yang menarik perhatian industri teknologi finansial adalah Hasan Fawzi.

Saat ini Hasan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto di OJK, posisi yang membuatnya terlibat langsung dalam pengawasan serta pengembangan industri kripto Indonesia.

Sosok Hasan Fawzi dan Jejaknya di Dunia Kripto

Salah satu nama yang menarik perhatian dalam daftar kandidat tersebut adalah Hasan Fawzi. Ia dikenal sebagai pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berada di garis depan pengawasan inovasi teknologi keuangan, termasuk industri aset kripto di Indonesia.

Hasan lahir di Purwakarta pada 27 April 1970. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1993, lalu melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Indonesia serta meraih MBA dari Université Pierre Mendès dan IAE de Grenoble, Prancis.

Kariernya dimulai di pasar modal. Ia sebelumnya pernah bekerja di Kliring Depositori Efek Indonesia (1993–1997) sebelum bergabung dengan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi hingga 2008. 

BACA JUGA:  OJK Percaya Konsumen Aset Digital Terus Tumbuh di 2026

Setelah itu, ia menjabat Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (2008–2012) dan kemudian dipercaya menjadi Direktur Utama KPEI selama dua periode (2012–2018).

Pengalamannya di pasar modal berlanjut ketika pada 2018 Hasan ditunjuk sebagai Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Rekam jejak panjang di sektor ini kemudian membawanya bergabung dengan OJK.

Sejak 2023, Hasan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto di OJK. Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab mengawasi perkembangan fintech, aset digital, serta industri kripto.

CFX Perkirakan Industri Kripto Indonesia Punya Prospek Cerah di 2026

Perannya menjadi semakin penting seiring peralihan pengawasan aset kripto dari Bappebti ke OJK. Karena itu, masuknya Hasan dalam bursa calon pimpinan OJK dinilai dapat membawa perspektif baru terhadap pengembangan ekosistem keuangan digital di Indonesia.

BACA JUGA:  Aturan Diperketat, OJK Soroti Peran Influencer Kripto RI

Tahapan Seleksi Masih Berlanjut

Meski telah lolos seleksi administratif, para kandidat masih harus melewati sejumlah tahapan sebelum keputusan akhir ditetapkan oleh Panitia Seleksi.

Tahapan berikutnya meliputi penelusuran rekam jejak, masukan dari masyarakat, asesmen, pemeriksaan kesehatan, hingga wawancara. Proses ini memastikan kandidat memiliki integritas, kompetensi, serta rekam jejak kuat dalam mengelola sektor keuangan.

Masyarakat juga diberi kesempatan untuk menyampaikan masukan terkait integritas dan rekam jejak para kandidat melalui laman resmi seleksi hingga akhir Maret 2026.

Dengan latar belakang kandidat yang beragam, persaingan menuju kursi Dewan Komisioner OJK diperkirakan akan ketat. Kehadiran Hasan Fawzi dari sektor kripto juga menandakan semakin diperhitungkannya keuangan digital dalam kepemimpinan regulator.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait