Dampak Petrodollar 1974 Terasa, Robert Kiyosaki Pilih Bitcoin

Penulis buku keuangan legendaris Robert Kiyosaki kembali melontarkan peringatan. Ia menilai perubahan dalam sistem keuangan global yang dimulai sejak 1974 kini mulai “menghantui” pasar. Di tengah tekanan utang, inflasi, dan ketidakpastian, ia kembali menunjuk Bitcoin dan emas sebagai aset pelindung.

Sistem Ekonomi Era 1974 Kembali Jadi Sorotan

Dalam sebuah tweet di X pada Jumat (04/04/2026), Kiyosaki menyebut tahun 1974 sebagai titik balik penting dalam sejarah ekonomi modern. Saat itu, dunia mulai beralih dari sistem berbasis emas menuju dominasi dolar berbasis energi atau petrodollar.

“Masa depan yang telah dibentuk semenjak tahun 1974 kini telah tiba,” tulis Kiyosaki.

Menurutnya, perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi mata uang, tetapi juga sistem pensiun global. Ia menyoroti kebijakan Employee Retirement Income Security Act yang mengubah cara masyarakat menyimpan dan mengelola dana pensiun.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Harga Bitcoin Hari Ini 29 Maret 2026, Rp 1,129 Miliar per BTC

Ia mengaitkan kondisi saat ini, mulai dari inflasi, ketegangan geopolitik hingga krisis energi, dengan dampak jangka panjang dari keputusan tersebut.

48 Jam Menuju “Neraka”, Ultimatum Trump ke Iran Soal Hormuz

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa sistem lama yang menjamin pendapatan seumur hidup kini telah digantikan oleh skema berbasis pasar seperti 401(k). Artinya, risiko kini sepenuhnya berada di tangan individu.

“Jutaan generasi baby boomer akan segera menyadari bahwa mereka tidak memiliki penghasilan setelah berhenti bekerja,” ujarnya, menyoroti potensi krisis pensiun yang kian nyata.

Sinyal Krisis Makin Jelas, Kiyosaki Ingatkan Risiko Lama

Pandangan ini bukan hal baru. Robert Kiyosaki sebelumnya telah memperingatkan bahwa krisis ekonomi global bisa datang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Ia menyoroti tekanan di sektor kredit privat, di mana investor mulai menarik dana mereka. Efek domino pun mulai terasa, bahkan menyentuh lembaga keuangan besar.

BACA JUGA:  10 Fakta Satoshi Nakamoto Terbaru yang Jarang Orang Tahu!

Mengutip pandangan ekonom Jim Rickards, Kiyosaki menyebut dunia mungkin telah memasuki fase “New Depression”. Dalam kondisi seperti ini, ia menegaskan satu prinsip penting: uang tidak pernah hilang, hanya berpindah tempat.

“Selalu ingat aturan emas dalam bank run: uang tidak pernah hilang, tetapi selalu mengalir ke tempat lain,” jelasnya.

Bagi Kiyosaki, kunci agar investor dapat bertahan dalam kondisi seperti ini bukanlah panik, melainkan memahami ke mana arus uang tersebut bergerak.

Bitcoin, Emas, dan Momentum di Tengah Krisis

Sejalan dengan pandangannya, Robert Kiyosaki kembali menegaskan dukungannya terhadap aset seperti Bitcoin, emas, dan perak. Ia menyebut ketiganya sebagai “uang sejati” di tengah melemahnya kepercayaan terhadap fiat.

Ia juga memperingatkan bahwa gelembung finansial besar bisa segera pecah. Namun di sisi lain, kondisi tersebut justru berpotensi mendorong lonjakan tajam pada aset terbatas seperti Bitcoin.

BACA JUGA:  Bitcoin Hari Ini: Naik Tanpa Drama Leverage, Pertanda Apa?

Kiyosaki bahkan pernah memproyeksikan harga Bitcoin dapat menembus US$750.000 dalam waktu satu tahun setelah krisis. Prediksi ini didasarkan pada pola historis, di mana peningkatan likuiditas global sering kali mendorong kenaikan aset langka.

Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Tembus US$750 Ribu

Pada akhirnya, bagi Kiyosaki, krisis bukan sekadar ancaman, melainkan momen pergeseran. Di saat banyak investor panik, ia melihat peluang bagi mereka yang mampu membaca arah pasar dengan jernih.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait