Binance mulai membawa pilihan investasi yang lebih luas ke penggunanya. Kali ini, bukan aset kripto baru, melainkan ETF obligasi AS yang selama ini lebih akrab dengan investor pasar tradisional.
Binance Bawa 11 ETF AS ke Ekosistem Earn
Binance resmi meluncurkan ETF Wealth Management pada Selasa (15/09/2026), membuka akses terhadap 11 ETF yang terdaftar di AS melalui satu kanal khusus dalam ekosistem Binance Earn.
Fokusnya berbeda dari produk kripto yang identik dengan volatilitas tinggi. Pilihan awal justru mengarah pada pengelolaan kas dan pendapatan, termasuk ETF Treasury AS jangka pendek serta obligasi.
Produk tersebut dibagi berdasarkan horizon investasi. Cash Management mencakup periode kurang dari enam bulan, Steady Income enam hingga 12 bulan, sedangkan Yield Enhancement ditujukan untuk periode lebih panjang.
Pembagiannya memberi pengguna kripto lebih banyak pilihan untuk mengakses aset TradFi sesuai kebutuhan dan jangka waktu investasinya, tanpa harus terlalu jauh meninggalkan ekosistem yang sudah mereka gunakan.
Meski menawarkan instrumen yang cenderung lebih, Binance menegaskan ETF Wealth Management bukan produk tabungan ataupun investasi dengan imbal hasil tetap. Harga ETF tetap bergerak mengikuti kondisi pasar.
Bukan Tokenisasi, Pengguna Pegang ETF Sebenarnya
Menariknya, produk ini berbeda dari tren tokenisasi saham yang belakangan semakin ramai. Pengguna tidak sekadar mendapatkan eksposur harga, tetapi benar-benar memegang saham ETF yang dibeli melalui layanan tersebut.
“Pengguna memegang saham ETF yang sebenarnya beserta seluruh manfaat ekonominya, termasuk perubahan harga pasar dan distribusi tunai yang diterima,” jelas Binance dalam pengumumannya.
Pengguna dapat memilih produk dan memasukkan pesanan melalui Binance Stock Trading. Sementara itu, eksekusi, penyelesaian transaksi, dan kustodi aset ditangani oleh broker pihak ketiga yang telah berlisensi.
Cara Investasi Saham di Robinhood Chain sambil Mendapat Passive Income
Dengan model tersebut, Binance menjadi pintu masuk menuju TradFi. Basis pengguna kripto kini bisa menjangkau Treasury AS dan obligasi melalui ekosistem yang sebelumnya lebih identik dengan aset digital.
Langkah ini juga datang pada momentum yang menarik. Ketertarikan pengguna kripto terhadap aset TradFi terus meningkat, terutama setelah saham on-chain, tokenisasi, dan berbagai instrumen RWA lainnya.
Saham On-Chain Melaju, Minat ke TradFi Makin Terlihat
Gambaran tersebut terlihat dari data Binance Research. Volume bulanan tokenized equities melonjak dari US$237 juta pada Januari menjadi US$7,9 miliar pada Agustus, tumbuh lebih dari 33 kali lipat.
Pertumbuhan terlihat dari nilai asetnya. Kapitalisasi pasar aktif tokenized equities meningkat dari US$965 juta menjadi sekitar US$4 miliar, sementara total nilai on-chain telah mencapai sekitar US$4,7 miliar.
Basis penggunanya ikut berkembang. Robinhood Stock Tokens tercatat memiliki 862.800 holder pada awal September, sedangkan Binance bStocks mengikuti cukup dekat dengan sekitar 827.200 holder.
Angka ini memberi gambaran bahwa batas antara pengguna kripto dan investor TradFi mulai semakin tipis. Saham dan aset keuangan tradisional perlahan masuk ke portofolio digital yang sebelumnya didominasi kripto.
Karena itu, kehadiran 11 ETF tersebut terasa seperti kelanjutan dari arah yang sama. Setelah token saham mendapat traksi, Binance kini memperluas akses menuju instrumen TradFi yang lebih konvensional.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


