Dari Rp10 Juta ke Rp73 Miliar, Kisah Investor Kripto Ini Bikin Melongo

Sabar, timing, dan keyakinan sering dianggap sebagai teori klasik di dunia kripto. Namun, satu wallet ini membuktikan bahwa ketiganya masih relevan. Data terbaru dari Arkham mengungkap sebuah alamat yang lama “tertidur”, lalu tiba-tiba kembali aktif dan mengejutkan banyak orang.

Wallet “Tidur” 10 Tahun, Bangun Bawa Rp73 Miliar

Laporan Arkham pada Senin (25/05/2026) menyoroti sebuah wallet berawalan 0x158 yang telah menyimpan 2.000 ETH sejak masa presale Ethereum. Pada periode tersebut, harga ETH masih berada di kisaran US$0,31, jauh sebelum aset ini dikenal luas.

Dengan modal US$620 atau setara Rp10 juta, investor ini membeli ETH dan tidak menunjukkan aktivitas berarti selama lebih dari satu dekade. Tidak terlihat adanya trading aktif maupun aksi jual saat pasar mengalami lonjakan.

Wallet Investor Kripto yang Berinvestasi pada Ethereum dan Kembali Aktif - Arkham Intelligence
Wallet Investor Kripto yang Berinvestasi pada Ethereum dan Kembali Aktif – Arkham Intelligence

Pertumbuhan nilai asetnya pun tergolong ekstrem. Dari modal awal yang relatif kecil, nilai kepemilikan tersebut berkembang hingga jutaan dolar, mencerminkan lonjakan ribuan kali lipat dalam jangka panjang.

BACA JUGA:  Meme Coin Ini Meroket 1.000 Persen Usai Lagu Baru Drake Dirilis

Menariknya, crypto wallet ini baru aktif beberapa menit sebelum data tersebut dipublikasikan. Terlihat adanya transfer 1.998 ETH senilai kurang lebih US$4,22 juta, disertai beberapa transaksi kecil yang tampak sebagai pengujian.

Aset Investor Kripto ini Melejit Ribuan Kali

Jika ditarik ke valuasi saat ini, kisah ini semakin mencolok. Dengan asumsi harga ETH berada di kisaran US$2.100 hingga US$2.200, total kepemilikan 2.000 ETH bernilai sekitar US$4,2 juta atau setara Rp73 miliar dengan kurs Rp17.600.

Artinya, pertumbuhan aset tersebut mencapai 6.800 kali lipat dari modal awal. Ini bukan sekadar profit tinggi, melainkan lonjakan nilai yang masuk kategori luar biasa dalam dunia investasi.

Data grafik dari Arkham juga menunjukkan bahwa wallet ini mengalami fluktuasi, terutama pada periode bull run 2021. Meski demikian, tidak terlihat adanya aksi distribusi besar sepanjang periode tersebut.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Ngeri! Trader Kripto Sulap Rp120 Juta Jadi Rp21 Miliar dalam 16 Hari

Di tengah dominasi strategi jangka pendek di pasar kripto, pendekatan ini terlihat kontras. Investor tersebut memilih bertahan, dengan fokus pada daya tahan terhadap waktu, bukan sekadar mengejar momentum sesaat.

Cuma 1 Menit, Modal Rp3 Ribu, Trader Kripto Ini Untung Rp11 Miliar!

Jika Pilih Bitcoin, Hasilnya Tak Seimpresif Ini

Sebagai perbandingan, jika dana US$620 yang dimilik oleh investor kripto tersebut digunakan untuk membeli Bitcoin pada periode yang sama, hasilnya akan berbeda.

Pada sekitar tahun 2014, harga Bitcoin berada di kisaran US$500 hingga US$600. Dengan nominal tersebut, investor kemungkinan hanya memperoleh sekitar 1 BTC.

Jika diasumsikan harga BTC saat ini berada di sekitar US$80.000, maka nilai investasinya menjadi sekitar US$60.000 atau setara Rp1,4 miliar. Angka ini tergolong besar, namun masih jauh di bawah hasil investasi ETH miliknya.

BACA JUGA:  Krisis rsETH Picu Efek Berantai, Aave dan KelpDAO Siapkan Langkah Darurat

Pada akhirnya, kisah ini menegaskan bahwa di dunia kripto, kesabaran bukan sekadar teori, melainkan keunggulan. Di saat banyak orang mengejar keuntungan cepat, justru mereka yang mampu bertahan dalam jangka panjang yang berpotensi meraih hasil paling besar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait