Aktivitas penarikan atau withdrawal XRP mulai menunjukkan perbedaan mencolok antara bursa kripto nasional dan platform global besar.
Analis on-chain Amr Taha di CryptoQuant mengungkap rasio transaksi withdrawal XRP di Indodax mendekati salah satu level terendah sejak pertengahan 2025, sementara aktivitas serupa di Binance dan Coinbase justru tetap tinggi.

Amr Taha mencatat indikator 7-day XRP Withdraw Transactions di Indodax berada di level 23 persen pada 11 Mei 2026. Angka itu hanya sedikit lebih tinggi dibanding posisi 22 persen yang tercatat pada 7 Juli 2025.
Sebaliknya, Binance dan Coinbase mencatat rasio withdrawal XRP mendekati 49 persen, lebih dari dua kali lipat dibandingkan Indodax. Perbedaan tersebut menunjukkan perilaku pengguna XRP di bursa Indonesia mulai bergerak berbeda dibanding trader di platform global utama.
“Perilaku withdrawal XRP saat ini tidak bergerak seragam di seluruh market,” ungkap Amr Taha.
Ia menjelaskan metrik tersebut memang tidak secara langsung menunjukkan sinyal bullish atau bearish terhadap harga XRP karena hanya mengukur proporsi transaksi withdrawal, bukan total nilai aset yang keluar dari bursa. Namun, data itu dinilai tetap penting untuk membaca perubahan perilaku trader di tingkat bursa.
Menurut Amr Taha, rendahnya porsi withdrawal XRP di Indodax bisa mengindikasikan melemahnya aktivitas perpindahan aset keluar platform, turunnya permintaan withdrawal, atau adanya perbedaan perilaku trader nasional dibanding pasar global.
Di sisi lain, tingginya rasio di Binance dan Coinbase menunjukkan aktivitas withdrawal XRP di bursa besar masih relatif aktif.
Arus Dana XRP ETF Mulai Menguat
Di tengah perbedaan aktivitas bursa tersebut, pasar XRP juga mendapat dorongan dari meningkatnya minat investor institusional terhadap produk ETF berbasis XRP.
Berdasarkan data SosoValue, XRP ETF mencatat arus masuk harian terbesar sejak Januari dengan total inflow mencapai US$25,8 juta.

Arus dana terbesar berasal dari produk milik Bitwise, Franklin Templeton, dan Grayscale. Kinerja tersebut membuat total net inflow bulanan XRP ETF sepanjang Mei meningkat menjadi sekitar US$60 juta.
Secara kumulatif, XRP ETF kini telah mencatat total arus dana bersih sekitar US$1,35 miliar, dengan sekitar US$184 juta masuk sepanjang 2026. Kenaikan arus modal itu mulai dipandang sebagai sinyal meningkatnya perhatian institusi terhadap koin tersebut di tengah persaingan produk investasi aset digital global.
Grafik Mulai Memanas, Trader Bersiap Hadapi Gerakan Besar
Di sisi teknikal, sejumlah analis juga mulai melihat struktur harga XRP menunjukkan tanda pemulihan bertahap. Analis Mikybull menilai XRP saat ini sedang menjalani fase retest setelah berhasil breakout dari pola symmetrical triangle.

Dalam analisisnya, kondisi tersebut membuka peluang harga bergerak menuju area psikologis US$2 dalam waktu dekat jika momentum bullish tetap terjaga.
Pandangan serupa juga datang dari analis teknikal ChartNerd yang menyoroti XRP masih bertahan di atas ascending support line yang telah menjaga struktur harga selama lebih dari 90 hari terakhir.
Pada time frame mingguan, harga XRP terlihat bergerak dalam pola coiling atau penyempitan volatilitas tepat di bawah resistance penting.

ChartNerd mencatat area 20EMA mingguan di sekitar US$1,57 dan 50EMA di kisaran US$1,83 kini menjadi resistance utama yang harus ditembus untuk membuka ruang kenaikan lebih besar. Selama harga masih tertahan di bawah dua level EMA tersebut, tekanan bearish jangka menengah dinilai belum sepenuhnya hilang meski struktur support masih bertahan.
Selain itu, indikator weekly Stochastic RSI mulai memasuki area overbought, mirip dengan kondisi Juli lalu ketika XRP sempat mencetak puncak harga sebelum mengalami koreksi tajam. Kondisi tersebut menunjukkan momentum bullish mulai terbentuk kembali, tetapi sekaligus meningkatkan potensi volatilitas tinggi dalam waktu dekat.
Di sisi lain, indikator MACD mingguan mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah histogram bergerak positif dan garis MACD perlahan mencoba membentuk crossover naik. Jika XRP berhasil breakout dari resistance EMA mingguan tersebut, peluang penguatan menuju area psikologis US$2 dinilai kembali terbuka.
Namun jika gagal menembus resistance, altcoin tersebut berpotensi kembali menguji ascending support yang saat ini menjadi fondasi utama tren naik jangka menengah.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


