Data Binance Buka Fakta Rapuh di Balik Reli Harga Bitcoin

Reli harga Bitcoin yang masih bertahan di level tinggi ternyata mulai menunjukkan fondasi yang rapuh setelah data on-chain mencatat melemahnya dorongan beli dalam beberapa pekan terakhir.

Analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant melihat bahwa indikator utama permintaan, yaitu CVD Confirmation Score 30 hari di Binance, merosot ke 0,44, level terendah sejak Mei tahun ini. Temuan ini menandai perubahan struktur pasar yang berpotensi memicu fase koreksi lebih dalam jika tekanan beli tidak kembali menguat.

Penurunan indeks tersebut muncul di tengah bertahannya harga Bitcoin di area US$85.000–US$90.000. Rendahnya CVD menunjukkan bahwa reli yang terjadi belakangan tidak lagi disokong oleh volume beli yang kuat.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Data ini memperlihatkan bahwa korelasi antara volume beli dan pergerakan harga mulai rapuh, ” ujar Arab Chain.

Kondisi ini memberikan sinyal awal bahwa sebagian dorongan kenaikan harga lebih banyak dipicu oleh spekulasi jangka pendek dibanding permintaan riil dari pelaku pasar.

Selain itu, data tersebut sejalan dengan sentimen teknikal yang juga mulai berubah. Analis pasar kripto Captain Faibik memperingatkan bahwa zona harga saat ini belum cukup aman bagi investor bullish.

“Selama bull BTC tidak merebut kembali level resistance US$93.000, pasar akan tetap berada dalam wilayah bearish,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Skyholic: Investor Kripto Bukan Kurang Modal, Tapi Kurang Literasi

Pernyataan ini menandakan bahwa tanpa perebutan kembali level resistance kritis, struktur teknikal jangka pendek tetap berada di wilayah yang rawan pembalikan.

Korelasi Melemah di Tengah Reli Harga Bitcoin

Arab Chain menjelaskan bahwa penurunan CVD Confirmation Score bukan sekadar variasi harian, tetapi mencerminkan melemahnya korelasi antara volume beli dan pergerakan harga Bitcoin.

Biasanya, harga Bitcoin yang naik secara konsisten akan dibarengi peningkatan aliran volume beli. Namun grafik terbaru menunjukkan tren sebaliknya, yakni harga bertahan tinggi, sementara indeks CVD terus menurun.

Situasi ini mengindikasikan bahwa kekuatan pembeli mulai tidak mampu mengimbangi aksi ambil untung di pasar, sehingga struktur reli menjadi rapuh.

Ketika indikator CVD tidak mendukung kenaikan harga, pasar berada dalam kondisi rawan pembalikan karena tidak ada cukup likuiditas untuk menyerap tekanan jual yang datang tiba-tiba. Fenomena ini bisa menekan harga Bitcoin lebih cepat apabila sentimen mulai berubah.

BACA JUGA:  Token Unlock Senilai US$638 Juta Dijadwalkan Terjadi Pekan Ini

Arab Chain menambahkan bahwa meski indeks belum memasuki zona breakdown ekstrem (0,1–0,2), arah penurunannya tetap perlu diawasi.

Kombinasi antara indeks yang melemah dan harga yang bertahan di area tinggi menciptakan kondisi pasar yang rentan, terutama jika terjadi guncangan eksternal atau perubahan sentimen mendadak.

Pasar Rapuh, Momentum Terbatas

Selain sinyal dari Binance, dinamika pasar dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa arus masuk likuiditas telah berkurang. Kondisi ini membuat reli harga Bitcoin lebih bergantung pada trader jangka pendek yang justru dapat memicu volatilitas lebih besar.

Penurunan CVD menegaskan bahwa pembeli besar belum kembali menguatkan posisi mereka, sehingga reli kehilangan fondasi strukturalnya.

Fase koreksi yang sempat terlihat dalam grafik harga juga mempertegas kekhawatiran tersebut. Penurunan volume beli yang tidak diimbangi dengan permintaan baru dari investor besar menciptakan celah bagi tekanan jual berikutnya.

BACA JUGA:  Epstein Files Buka Tabir Rivalitas di Dunia Kripto

Jika pola ini berlangsung lebih lama, pasar berisiko memasuki fase pendinginan, meski secara nominal harga Bitcoin masih terlihat kuat.

Dengan indeks CVD yang terus melemah dan resistensi US$93.000 yang belum berhasil ditembus, analis menilai pasar berada dalam fase pengujian ulang kekuatan tren. Jika pembeli gagal mengumpulkan likuiditas baru dalam waktu dekat, reli Bitcoin yang sempat menguat berpotensi kehilangan momentumnya.

Dalam konteks ini, baik data on-chain maupun analisis teknikal menunjukkan satu pesan yang sama, yakni reli harga Bitcoin masih berlangsung, tetapi fondasinya tidak sekuat yang terlihat.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia