Harga Bitcoin kembali menunjukkan volatilitas tinggi di tengah upaya pasar menstabilkan diri setelah guncangan likuiditas besar.
Berdasarkan laporan analis on-chain Arab Chain di platform CryptoQuant, data terbaru dari Binance mengungkap bahwa harga Bitcoin sempat jatuh di bawah US$111.000 pada Selasa (14/10/2025), menandakan tekanan jual yang masih kuat meski sempat ada upaya pemulihan singkat.
Indikator moving average (MA) 24 jam tercatat di US$112.960, sementara harga saat penulisan berada di bawah indikator tersebut. Kondisi ini mengindikasikan lemahnya dorongan beli jangka pendek.
Selain itu, tingkat standar deviasi sebesar 0,377 memperlihatkan bahwa volatilitas tetap tinggi dengan rentang pergerakan harga yang lebar, mencerminkan kecemasan pelaku pasar setelah dua hari berturut-turut mengalami gejolak besar.
Arab Chain menyebut bahwa indikator teknikal dari Binance menggambarkan pasar yang masih berada dalam fase penyesuaian, dengan tanda-tanda konsolidasi harga di sekitar level US$111.000.
“Data menunjukkan pasar tengah berusaha menstabilkan diri setelah dua hari tekanan ekstrem, namun belum ada sinyal kuat pembalikan arah,” ujar Arab Chain.
Pasar Bitcoin Masih dalam Fase Penyesuaian
Berdasarkan data Binance, indikator z-score change 24 jam mencatat nilai 0,335, yang menandakan perubahan positif kecil pada tingkat deviasi harga. Artinya, volatilitas mulai sedikit mereda setelah tekanan besar di awal pekan.

Namun, indikator daily change rate yang berada di level -0,003 menunjukkan bahwa momentum pasar masih negatif, dan pembeli belum berhasil mengambil kendali dari tekanan jual.
Menurut Arab Chain, situasi ini menandakan bahwa pasar Bitcoin sedang memasuki fase yang disebut “time pressure,” yaitu periode ketika harga bergerak terbatas setelah gejolak besar, sementara pelaku pasar menunggu sinyal arah baru.
Dalam konteks ini, Bitcoin berusaha membangun area support di kisaran US$111.000. Apabila harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang pemantulan (rebound) ke kisaran US$113.000–US$114.000 masih terbuka.
Sebaliknya, jika harga menembus di bawah zona ini, potensi koreksi lebih dalam menuju area US$110.000 akan meningkat.
Kondisi saat ini memperlihatkan bahwa pasar tengah berada dalam masa pendinginan setelah gelombang likuidasi besar yang memicu kepanikan di kalangan trader. Para analis menilai, meskipun tekanan jual mulai menurun, belum ada bukti kuat yang menandakan kembalinya tren bullish jangka menengah.
Volatilitas Tinggi Cerminkan Ketidakpastian Pasar
Arab Chain juga menjelaskan bahwa indikator volatilitas Binance masih mencerminkan ketidakpastian yang cukup tinggi. Nilai deviasi harian sebesar 0,377 menunjukkan bahwa fluktuasi harga masih bergerak dalam rentang lebar, memperlihatkan adanya keraguan dan kehati-hatian di kalangan investor.
Analis tersebut menambahkan bahwa perubahan positif kecil pada z-score bisa menjadi sinyal awal stabilitas relatif, meskipun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan arah tren.
“Kecenderungan pasar saat ini masih menunjukkan pergeseran perlahan dari tekanan jual menuju konsolidasi, tetapi belum ada tanda bahwa kekuatan beli kembali dominan,” ungkap Arab Chain.
Secara umum, data Binance menunjukkan bahwa pasar Bitcoin sedang dalam tahap pemulihan pasca-guncangan likuiditas besar yang terjadi dalam dua hari terakhir.
Pergerakan harga yang masih fluktuatif menandakan bahwa proses penyerapan tekanan likuiditas masih berlangsung, sementara pelaku pasar mengambil sikap waspada menunggu sinyal fundamental baru yang dapat menentukan arah tren berikutnya.
Meskipun begitu, analis on-chain tersebut menilai bahwa tekanan negatif mulai berkurang secara bertahap. Pasar kini memasuki periode konsolidasi di mana pergerakan harga lebih terkontrol, meski belum menunjukkan tanda kuat akan pembalikan ke arah naik.
Dengan demikian, fokus utama pelaku pasar saat ini adalah pada kemampuan Bitcoin bertahan di atas level US$111.000, yang dapat menjadi kunci arah pergerakan berikutnya dalam beberapa hari ke depan.
Dalam konteks ini, analisis dari Arab Chain mempertegas pandangan bahwa pasar kripto global, khususnya Bitcoin, masih berada dalam masa transisi setelah gejolak likuiditas yang mengguncang.
Sementara tekanan jual berangsur reda, sinyal pemulihan penuh belum tampak jelas, menggambarkan fase kritis yang menentukan arah pasar selanjutnya. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



