Menjelang rilis data inflasi AS pada Jumat (24/10/2025), pukul 19.30 WIB, pasar global berada dalam posisi siaga.
Laporan Consumer Price Index (CPI) AS yang dikeluarkan oleh Bureau of Labor Statistics (BLS) akan menjadi indikator utama dalam menentukan arah kebijakan moneter The Fed.
Berdasarkan laporan Reuters, data tersebut memiliki bobot besar karena beberapa publikasi ekonomi lainnya tertunda akibat penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown).
Dengan kondisi itu, CPI AS menjadi satu-satunya rujukan penting yang akan dipakai investor untuk menilai prospek inflasi dan suku bunga dalam waktu dekat.
Dolar AS dilaporkan relatif stabil menjelang rilis tersebut. Kondisi ini mencerminkan ekspektasi bahwa meskipun inflasi mungkin sedikit meningkat, hasilnya diperkirakan tidak akan menggoyahkan pandangan pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan minggu depan.
Para analis memperkirakan inflasi tahunan (year-on-year) akan naik menjadi 3,1 persen, dari 2,9 persen pada bulan sebelumnya, sementara inflasi bulanan (month-on-month) juga diprediksi mengalami kenaikan ringan.
Inflasi Jadi Katalis Sentimen di Pasar Kripto
Kenaikan inflasi di atas 3,1 persen akan menjadi sinyal bahwa tekanan harga masih tinggi dan pemangkasan suku bunga mungkin tertunda. Kondisi tersebut biasanya berdampak negatif bagi pasar keuangan secara luas, termasuk aset kripto.
Investor cenderung menghindari risiko saat inflasi lebih tinggi dari perkiraan karena hal itu dapat memperkuat dolar AS dan menekan likuiditas global. Dalam konteks ini, pasar kripto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) bisa mengalami tekanan jual jangka pendek seiring dengan berkurangnya minat terhadap aset berisiko.
Sebaliknya, jika hasil inflasi sesuai dengan perkiraan pasar di angka 3,1 persen, respons pelaku pasar cenderung netral. Walau tidak menimbulkan gejolak besar, angka tersebut tetap menunjukkan bahwa inflasi belum benar-benar terkendali.
The Fed kemungkinan akan mempertahankan sikap hati-hati, sementara para pelaku pasar menunggu pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, untuk mencari petunjuk lebih lanjut. Pada situasi seperti ini, aset kripto biasanya bergerak terbatas, dengan volatilitas ringan karena pelaku pasar menilai ulang arah kebijakan moneter yang akan diambil.
Namun, jika CPI AS dirilis di bawah 3,1 persen, situasinya bisa berubah drastis. Inflasi yang lebih rendah akan memperkuat keyakinan bahwa The Fed memiliki ruang untuk memangkas suku bunga. Likuiditas yang lebih longgar akan menjadi angin segar bagi aset berisiko.
Dalam beberapa periode sebelumnya, ketika inflasi menurun lebih cepat dari perkiraan, pasar kripto menunjukkan respons positif yang kuat.
Bitcoin, bersama sejumlah altcoin seperti Solana (SOL) dan Avalanche (AVAX), sering kali memimpin reli karena investor beralih ke aset digital untuk mencari peluang keuntungan di tengah pelonggaran moneter.
CPI AS Jadi Indikator Kunci Kebijakan The Fed
Pentingnya laporan inflasi kali ini tidak bisa dilebih-lebihkan. Dengan tertundanya rilis data ekonomi lain seperti laporan tenaga kerja dan penjualan ritel akibat penutupan sebagian pemerintahan, CPI AS menjadi satu-satunya acuan utama bagi para pengambil kebijakan.
Data ini akan menjadi bahan evaluasi utama bagi The Fed dalam menentukan langkah berikutnya, apakah mempertahankan suku bunga di level tinggi atau mulai memberikan sinyal pelonggaran.
Beberapa ekonom menilai, jika kenaikan inflasi bulanan hanya mencapai 0,1 persen atau sekitar 1,2 persen secara tahunan, peluang pemangkasan suku bunga akan semakin besar.
Sebaliknya, jika peningkatan mencapai 0,2 persen atau lebih, The Fed bisa menunda langkah tersebut dan mempertahankan sikap hati-hati untuk memastikan inflasi benar-benar turun ke target 2 persen.
Arah kebijakan suku bunga AS memiliki dampak besar terhadap pasar kripto. Suku bunga tinggi mendorong investor untuk beralih ke aset berimbal hasil tetap seperti obligasi, sedangkan penurunan suku bunga mendorong arus modal masuk ke aset berisiko, termasuk kripto.
Karena itu, hasil rilis inflasi hari ini akan menjadi penentu utama pergerakan harga aset digital dalam beberapa hari mendatang.
Data CPI AS kali ini bukan sekadar laporan ekonomi rutin, melainkan kompas bagi pasar global dalam menavigasi kebijakan moneter dan arah likuiditas.
Dalam kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, satu angka dari laporan inflasi ini dapat menjadi pemicu perubahan besar, baik bagi kebijakan The Fed maupun sentimen di pasar kripto. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



