Pasar derivatif Ethereum (ETH) di Binance menunjukkan perubahan sentimen yang signifikan dalam 24 jam terakhir, ditandai oleh penurunan tajam open interest (OI) dan tekanan jual agresif dari pelaku besar.
Data on-chain yang dibagikan analis Amr Taha di CryptoQuant mengindikasikan terjadinya aksi keluar (exit) di sisi penjual, terutama melalui penutupan posisi ber-leverage setelah fase ekspansi yang berkepanjangan.
Menurut pembaruan pasar harian tersebut, OI derivatif Ethereum di Binance turun sekitar US$500 juta, dari kisaran US$7,3 miliar menjadi mendekati US$6,8 miliar.

Penurunan ini mencerminkan berkurangnya eksposur leverage di pasar dan secara historis sering diasosiasikan dengan penutupan posisi lama, baik karena realisasi keuntungan maupun paksaan likuidasi.
Pada saat yang sama, indikator Cumulative Volume Delta (CVD) ETH justru melonjak, membentuk kombinasi sinyal yang mengarah pada penutupan posisi short melalui aksi beli agresif.
Amr Taha menjelaskan bahwa kondisi tersebut mencerminkan tekanan terhadap penjual yang meningkat.
“Kombinasi open interest yang menurun dan CVD yang naik kuat biasanya menunjukkan posisi short ditutup lewat buyback agresif, baik secara sukarela maupun akibat likuidasi,” ungkap Amr Taha.
Tekanan Leverage Menyusut, CVD Ethereum Menguat
Penurunan OI pada derivatif Ethereum di Binance menandai berakhirnya fase akumulasi leverage yang berlangsung cukup lama. Dalam konteks pasar derivatif, OI yang menyusut berarti jumlah kontrak terbuka berkurang, sehingga risiko leverage sistemik ikut menurun.
Data ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar memilih mengurangi risiko setelah reli sebelumnya, alih-alih menambah eksposur baru.
Di sisi lain, CVD ETH yang menguat memberikan petunjuk penting mengenai dinamika eksekusi transaksi. Indikator ini mengukur selisih kumulatif antara volume beli yang dieksekusi di harga ask dan volume jual di harga bid.
Ketika CVD naik tajam bersamaan dengan OI yang turun, interpretasi umumnya adalah terjadinya penutupan posisi short dengan market order beli. Artinya, penjual yang sebelumnya menekan pasar mulai keluar, baik karena strategi lindung nilai yang selesai maupun karena tekanan margin.
Kondisi tersebut memperkuat narasi bahwa aksi keluar penjual bukan sekadar rotasi posisi biasa. Sebaliknya, data mengarah pada proses pembersihan leverage, di mana posisi lama ditutup dan pasar memasuki fase penyesuaian. Dalam situasi seperti ini, volatilitas jangka pendek kerap meningkat seiring perubahan struktur posisi.
Net Taker Volume Negatif dan Sinyal Transisi Pasar
Konfirmasi lanjutan datang dari metrik Net Taker Volume pada pasangan derivatif Ethereum di Binance. Dalam 24 jam terakhir, indikator ini mencatat lonjakan negatif tajam hingga menembus di bawah -US$300 juta.

Nilai yang sangat negatif menunjukkan dominasi market order jual, yang biasanya digunakan pelaku besar saat ingin masuk atau memperbesar posisi short ETH dengan cepat.
Pola tersebut lazim muncul ketika pelaku institusional melakukan lindung nilai atau bersiap menghadapi potensi koreksi jangka pendek setelah pergerakan naik yang panjang.
Namun, dalam konteks penurunan OI dan kenaikan CVD, tekanan jual agresif ini juga berujung pada penutupan posisi short oleh pihak lain, sehingga menciptakan tarik-menarik antara penjual dan pembeli dalam waktu singkat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



