Data Ini Ungkap Investor Besar Mulai Tinggalkan Bitcoin

Analis on-chain CryptoOnchain di CryptoQuant mengungkapkan adanya penurunan signifikan dalam rasio volume perdagangan Bitcoin dibandingkan altcoin di bursa terpusat (CEX).

Data terbaru menunjukkan indikator CEX Volume Ratio: Bitcoin vs Altcoins (MA90) turun ke level 2,24, terendah sejak Desember 2024. Kondisi ini dinilai mencerminkan berkurangnya minat investor besar dan institusi terhadap Bitcoin di tengah tekanan pasar.

CEX Volume Ratio BTC

Dalam analisisnya, CryptoOnchain menjelaskan bahwa penurunan rasio tersebut terjadi ketika harga Bitcoin terkoreksi tajam dari puncaknya pada Oktober lalu di kisaran US$123.000 menjadi sekitar US$83.000.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Pada periode yang sama, kapitalisasi pasar altcoin juga merosot hampir 35 persen, dari sekitar US$2 triliun menjadi US$1,3 triliun.

CryptoOnchain menyebutkan bahwa kondisi ini tidak menunjukkan peralihan modal dari Bitcoin ke altcoin, melainkan indikasi keluarnya dana secara lebih luas dari pasar kripto.

“Penurunan rasio ini bukan berarti dana berpindah ke altcoin, tetapi mencerminkan mundurnya investor besar dari pasar Bitcoin,” ungkap CryptoOnchain.

Sinyal Penarikan Dana Investor Besar

Berdasarkan analisis tersebut, turunnya volume relatif Bitcoin menunjukkan berkurangnya aktivitas dari pelaku pasar dengan modal besar, termasuk whale dan investor institusional.

BACA JUGA:  CoinShares Rilis Hyperliquid ETP, HYPE Siap Melejit?

CryptoOnchain menilai bahwa kelompok ini memilih untuk menunggu di luar pasar, sehingga volume perdagangan Bitcoin menyusut lebih cepat dibandingkan altcoin yang masih didominasi transaksi ritel.

“Minimnya partisipasi pelaku bermodal besar membuat pasar kehilangan penopang utama dalam menjaga stabilitas harga Bitcoin,” ungkap CryptoOnchain.

Dalam kondisi pasar bearish, biasanya terjadi pergeseran dana ke Bitcoin sebagai aset yang dianggap lebih aman. Namun, data saat ini justru menunjukkan sebaliknya. Investor dinilai tidak kembali ke BTC, melainkan menarik dana keluar dari ekosistem kripto dan memindahkannya ke stablecoin atau mata uang fiat.

Selain itu, meskipun rasio volume menunjukkan peningkatan aktivitas di altcoin, kapitalisasi pasarnya terus menurun.

Hal ini mengindikasikan bahwa lonjakan volume tersebut didorong oleh aksi jual panik, bukan oleh proses akumulasi. Aktivitas tersebut sebagian besar berasal dari investor ritel yang melepas aset mereka di tengah tekanan harga.

Harga BTC Breakdown Level Psikologis

Di tengah sinyal pelemahan minat investor besar terhadap Bitcoin, harga kripto utama ini pun terus menunjukkan performa yang nyelekit.

Pada saat penulisan, harga BTC telah breakdown level psikologis dan support utama US$80.000, diperdagangkan di kisaran US$78.000 setelah sempat sentuh US$76.000 dan mengalami kenaikan tipis.

BACA JUGA:  Gerai Minuman Indonesia Ini Terima Pembayaran Kripto

Selain itu, berdasarkan data CoinGlass, open interest di pasar derivatif pun anjlok 8,15 persen ke kisaran US$54,10 miliar.

Penurunan open interest ini mencerminkan melemahnya aktivitas spekulatif terhadap Bitcoin. Kondisi ini menunjukkan banyaknya posisi ber-leverage yang ditutup, baik akibat likuidasi maupun aksi ambil untung.

Turunnya minat pada kontrak derivatif tersebut mengindikasikan sikap hati-hati investor di tengah ketidakpastian pasar, sekaligus memperkuat sinyal bahwa tekanan jual masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah.

Juga, CryptoOnchain menegaskan bahwa rasio volume di level 2,24 belum dapat dijadikan sinyal beli dalam struktur pasar saat ini. Data tersebut justru mencerminkan stagnasi yang dalam dan lemahnya dukungan dari investor berjangka panjang.

Analis on-chain ini menilai bahwa pemulihan pasar yang berkelanjutan baru berpotensi terjadi jika dominasi dan volume perdagangan Bitcoin kembali meningkat. Tanpa dukungan dari investor besar, pergerakan harga kripto utama ini dinilai masih rentan terhadap tekanan eksternal dan sentimen negatif global.

BACA JUGA:  Polda Metro Jaya Terima 3 Laporan Dugaan Penipuan Timothy Ronald

Di sisi lain, CEO Swan Bitcoin, Cory Klippsten, sebelumnya menyoroti kinerja jangka panjang Bitcoin dibandingkan aset tradisional.

Ia mencatat bahwa sejak 2016, saat harga Bitcoin masih berada di kisaran US$448,1, aset ini telah meningkat lebih dari 230 kali lipat. Sementara itu, emas hanya mencatat kenaikan sekitar 344 persen, perak naik 573 persen.

Berdasarkan data historis tersebut, Klippsten menilai bahwa koreksi yang terjadi saat ini masih menempatkan Bitcoin sebagai aset dengan kinerja jangka panjang yang melampaui instrumen tradisional.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia