Data On-Chain Ini Tunjukkan Pasar Bitcoin Belum Benar Redup

Pasar Bitcoin masih berada dalam fase tekanan jual, namun data on-chain menunjukkan situasi tersebut belum mengarah pada kepanikan ekstrem atau fase distribusi besar-besaran.

Analisis terbaru dari XWIN Research Japan di CryptoQuant menyebutkan bahwa indikator Short-Term Holder Spent Output Profit Ratio (STH-SOPR) tetap berada di bawah level 1 dalam beberapa pekan terakhir.

SOPR Bitcoin

Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak pemegang jangka pendek memilih untuk menjual dalam keadaan rugi, sehingga tekanan jual yang terjadi lebih banyak dipicu oleh realisasi kerugian.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Kondisi ini menunjukkan tekanan jual lebih banyak berasal dari realisasi kerugian, bukan aksi ambil untung,” ujar XWIN Research Japan.

Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di kisaran US$88.867, mencatatkan kenaikan sekitar 1,11 persen dalam 24 jam terakhir dan menguat 3,86 persen dalam sepekan.

Meski data harga menunjukkan pemulihan terbatas, pasar Bitcoin tetap digambarkan berada dalam fase pergerakan mendatar dengan tekanan ke bawah yang masih dominan. Tekanan ini dinilai tidak hanya berasal dari sentimen musiman akhir tahun, tetapi juga terkait dengan dinamika siklus pasar yang lebih dalam.

BACA JUGA:  Whale Bitcoin Pilih Tunggu Momentum, Tren Belum Jelas

Tekanan Akhir Tahun yang Berbeda dari Tahun-Tahun Sebelumnya

Berdasarkan data historis, periode Desember 2022 hingga 2024 menunjukkan pola yang relatif stabil pada pasar Bitcoin. Rata-rata bulanan STH-SOPR umumnya berada sedikit di atas 1 dan hanya sesekali turun di bawah level tersebut menjelang akhir bulan.

Saat itu, pergerakan tersebut biasanya lebih banyak terkait penyesuaian posisi akhir tahun serta aktivitas jual untuk kebutuhan pajak, bukan karena kepanikan pasar. Struktur pasar secara umum tetap terjaga dan tidak menimbulkan indikasi distribusi besar.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada Desember 2025. STH-SOPR tercatat berada di level struktural di bawah 1 dan bertahan pada kisaran 0,97 hingga 0,99 bahkan secara rata-rata bulanan. XWIN Research Japan menilai bahwa faktor kalender akhir tahun tidak lagi cukup untuk menjelaskan pelemahan pasar Bitcoin yang terjadi.

BACA JUGA:  Tragis! Anak Purbaya Rungkad Rp4,9 Miliar Akibat Crypto Crash Hari Ini

Tekanan ini disebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kinerja harga sepanjang tahun yang kurang mendukung, biaya kepemilikan yang tinggi bagi pemegang jangka pendek setelah periode akumulasi era ETF, serta proses deleveraging di pasar derivatif yang mendorong penjualan non-discretionary atau penjualan “terpaksa.”

Pasar Bitcoin Masih Range-Bound, Namun Belum Masuk Fase Kepanikan

Meskipun pasar Bitcoin masih menghadapi tekanan, analis menilai situasi ini belum mencerminkan fase penurunan ekstrem. Pergerakan koin lama relatif terbatas dan pemegang jangka panjang tetap cenderung pasif.

Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa Bitcoin belum memasuki fase distribusi luas, sehingga tekanan jual yang terjadi saat ini lebih banyak terpusat pada kelompok pemegang jangka pendek.

Di sisi lain, analis pasar Ted menilai dinamika teknikal masih menyisakan peluang penting. Menurutnya, breakout harga dari pola triangle semakin dekat. Jika Bitcoin mampu mencatatkan penutupan harian di atas US$89.500, ini berpotensi mendorong reli menuju area US$100.000.

BACA JUGA:  Aktivitas Bitcoin Melambat, Tapi Akumulasi Besar Terjadi

pola triangle BTC

Sebaliknya, jika penutupan harian jatuh di bawah US$85.000, ada risiko tekanan jual lanjutan yang dapat membawa harga turun ke bawah area US$80.000. Dengan demikian, pasar Bitcoin saat ini dipandang masih berada pada fase penentuan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia