Pasar global bergerak searah pekan ini. Harga Bitcoin, emas, dan saham AS sama-sama menguat setelah data tenaga kerja Amerika Serikat memunculkan ekspektasi baru terhadap arah kebijakan moneter The Fed.
Pergerakan ini cukup menarik karena laporan tenaga kerja menunjukkan pelemahan. Alih-alih memicu tekanan besar, data itu membuat pasar semakin memperhitungkan peluang kebijakan suku bunga yang lebih longgar.
Pasar Kerja AS Lesu, Bitcoin dan Emas Kebagian Momentum
Menurut data Santiment yang dibagikan Jumat (07/08/2026), Harga Bitcoin naik lebih dari 4,6 persen sejak Senin, S&P 500 menguat 2,9 persen, sedangkan emas melesat 7,5 persen dalam periode serupa.
Kenaikan serentak tersebut membuat pekan berjalan menjadi salah satu periode pertumbuhan gabungan terkuat sepanjang 2026. Emas memimpin performa, sementara Bitcoin turut mendapat momentum dari perubahan sentimen makro.

Pemicunya datang dari laporan tenaga kerja AS periode Juli. Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Jumat (07/08/2026) menunjukkan nonfarm payroll employment berkurang cukup besar, sementara tingkat pengangguran relatif stabil.
“Baik nonfarm payroll employment yang turun 23.000 maupun tingkat pengangguran sebesar 4,1 persen hanya mengalami sedikit perubahan pada Juli,” jelas BLS.
Tekanan juga terlihat dari revisi bulan sebelumnya. Pertumbuhan payroll Mei dipangkas dari 129.000 menjadi 63.000, sedangkan Juni direvisi turun dari 57.000 menjadi hanya 20.000 pekerjaan.
Secara gabungan, penciptaan lapangan kerja Mei dan Juni menjadi 103.000 lebih rendah dibandingkan laporan sebelumnya. Revisi ini memperkuat sinyal bahwa momentum pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan tenaga.
Menariknya, pasar merespons kondisi tersebut secara positif. Ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lanjutan berkurang, yield treasury turun, sedangkan dolar AS melemah setelah laporan tenaga kerja terbaru dirilis.
Bitcoin Mulai Tunjukkan Divergensi terhadap S&P 500
Di tengah perubahan sentimen makro, grafik rasio BTC terhadap S&P 500 juga menunjukkan perkembangan menarik. Michaël van de Poppe pada Kamis (06/08/2026) menyoroti divergensi bullish pada kerangka waktu mingguan.
Meski rasio BTC/SPX masih berada dalam struktur penurunan, indikator momentum pada grafik mulai bergerak berbeda. Kondisi tersebut membuka peluang perubahan kekuatan relatif Bitcoin terhadap pasar saham AS.
“Divergensi bullish mingguan yang kuat terhadap S&P 500 mengindikasikan bahwa Bitcoin berpeluang mulai mengungguli indeks tersebut dalam beberapa tahun mendatang,” tulis Poppe di X.

Jika divergensi terkonfirmasi, ceritanya bukan lagi sekadar Bitcoin ikut menguat bersama saham. Pasar mulai mengamati apakah BTC sedang membangun fondasi untuk kembali mengungguli S&P 500 dalam jangka panjang.
Sinyal pemulihan juga terlihat pada pergerakan harga Bitcoin. Rand Group pada Jumat (07/08/2026) menilai BTC masih terkonsolidasi setelah menembus struktur penurunan jangka pendek.
Grafik tiga harian yang dibagikan memperlihatkan Bitcoin bertahan di kisaran US$63.000 hingga US$65.000 setelah breakout. Konsolidasi tersebut dinilai cukup solid selama harga mampu mempertahankan area penopangnya.

Kondisi itu menjadi semakin relevan ketika data tenaga kerja AS melemah. Jika ekspektasi pelonggaran moneter terus meningkat dan dolar AS tetap tertekan, lingkungan makro dapat memberikan ruang tambahan bagi momentum pemulihan Bitcoin.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


