Data Terbaru XRP: Risiko Mulai Terkendali, Cuan Perlahan Naik

Performa XRP menunjukkan tanda-tanda perbaikan dari sisi imbal hasil berbasis risiko dalam beberapa pekan terakhir, berdasarkan data on-chain terbaru.

Menurut analisis Arab Chain di CryptoQuant, indikator Sharpe Ratio yang sebelumnya berada di wilayah negatif kini berangsur naik ke zona positif, menandakan bahwa potensi keuntungan mulai kembali melampaui risiko, meski masih dalam tahap awal pemulihan.

Berdasarkan data tersebut, rata-rata return 30 hari untuk XRP tercatat sekitar 0,00063, yang mengindikasikan adanya peningkatan kinerja jangka pendek secara perlahan. Sementara itu, Sharpe Ratio berada di kisaran 0,0267, mencerminkan kondisi di mana imbal hasil mulai lebih stabil dibandingkan risiko yang dihadapi.

Sharpe Ratio XRP

IKLAN
Chat via WhatsApp

Tren ini muncul setelah periode panjang sejak Oktober hingga akhir Desember, ketika indikator tersebut berada di area negatif akibat tekanan pasar dan lemahnya momentum.

Arab Chain menilai bahwa perubahan ini merupakan sinyal awal dari keseimbangan baru di pasar.

BACA JUGA:  Dana Pensiun Asal Australia Mulai Lirik Kripto, Jadi Tren Baru?

“Imbal hasil mulai meningkat sementara risiko tetap relatif stabil,” ungkap Arab Chain, mengacu pada pergerakan Sharpe Ratio yang kembali ke wilayah positif sejak awal 2026.

Momentum Pasar Mulai Pulih

Perbaikan indikator ini tidak terlepas dari stabilisasi harga XRP setelah sempat mengalami penurunan tajam pada awal Februari 2026.

Saat itu, Sharpe Ratio sempat mencatat nilai negatif yang dalam, mencerminkan tekanan risiko yang lebih besar dibandingkan potensi imbal hasil. Namun memasuki Maret, peningkatan return 30 hari menjadi faktor utama yang mendorong indikator kembali ke zona positif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar XRP mulai mengalami rebalancing, di mana kenaikan imbal hasil tidak diiringi lonjakan risiko yang kuat. Dengan kata lain, kualitas pergerakan harga menjadi lebih sehat dibandingkan fase sebelumnya.

Sejalan dengan itu, data derivatif dari CoinGlass memperlihatkan peningkatan aktivitas pasar. Volume perdagangan XRP tercatat naik sekitar 17,19 persen menjadi US$3,81 miliar, sementara open interest meningkat 5,18 persen ke level US$2,66 miliar.

BACA JUGA:  Pasar Crypto Rontok Usai The Fed Tahan Suku Bunga

OI XRP 27 mar

Dalam periode 24 jam, volume futures mencapai US$3,80 miliar, jauh melampaui volume spot yang berada di kisaran US$662,09 juta. Peningkatan ini mengindikasikan minat trader yang kembali tumbuh, terutama di pasar derivatif.

Sinyal Teknikal Dukung Potensi Kenaikan XRP 

Dari sisi teknikal, analis GainMuse melihat adanya potensi pembentukan momentum bullish pada time frame 4 jam. XRP saat ini berada dalam pola descending channel yang menekan ke area support naik, menciptakan zona konfluensi yang berpotensi menjadi titik pantulan.

analisis XRP 27 maret

Dalam analisisnya, GainMuse menyebut bahwa harga XRP berpotensi mengalami “shakeout” terakhir sebelum berbalik naik, selama area support tetap mampu dipertahankan.

Zona kunci berada di kisaran US$1,33 hingga US$1,35 sebagai support, sementara area US$1,39 hingga US$1,41 menjadi titik krusial untuk mengonfirmasi pemulihan. Jika berhasil ditembus, maka peluang kenaikan menuju resistance di kisaran US$1,47 hingga US$1,49 akan semakin terbuka.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Hari Ini: ETH, PIPPIN, SHIB, XLM, ONT di Titik Kritis Pasar

Namun, skenario bullish ini tetap memiliki risiko. Apabila harga XRP turun di bawah US$1,33 dan gagal kembali ke atas garis support naik, maka struktur teknikal yang saat ini terbentuk berpotensi batal, membuka kemungkinan tekanan lanjutan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait