Solana bukan sekadar blockchain cepat dan murah. Di balik teknologinya, ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) Solana telah tumbuh menjadi salah satu yang paling aktif di industri kripto. Mulai dari trader harian hingga investor jangka panjang, semakin banyak orang yang melirik DeFi Solana terbaik sebagai alternatif layanan keuangan yang lebih terbuka, transparan, dan menguntungkan.
BACA JUGA: 7 Tempat Staking Ethereum Terbaik yang Bisa Bikin Cuan Tiap Hari!
DeFi Solana Terbaik 2026
Lantas, platform mana saja yang layak kamu coba? Berikut ini 11 protokol DeFi Solana terbaik yang dipilih berdasarkan Total Value Locked (TVL). Simak ulasan lengkapnya satu per satu.
BACA JUGA: 10 Aplikasi Beli Bitcoin di Indonesia Terbaik & Terpercaya 2026
1. Jupiter

Jupiter adalah agregator DEX (Decentralized Exchange) terbesar di ekosistem Solana. DEX ini bekerja dengan cara mencarikan rute trading paling efisien dari banyak platform sekaligus. Artinya, kamu nggak perlu repot bandingin harga di tiap DEX, Jupiter otomatis kasih opsi terbaik dengan slippage rendah dan eksekusi super cepat.
Menariknya, Jupiter nggak cuma soal swap. Platform ini juga punya fitur seperti limit order, DCA (Dollar-Cost Averaging), hingga perpetual trading, yang biasanya hanya ada di platform trading profesional.
Tapi tenang, tampilannya tetap simpel dan ramah pemula, jadi cocok banget buat kamu yang baru masuk ke dunia DeFi tanpa harus pusing teknis.
2. Kamino

Sebagai protokol DeFi di ekosistem Solana, Kamino memungkinkan kamu untuk meminjam aset, menyimpan dana untuk mendapatkan bunga, hingga menjalankan strategi yield tanpa harus mengelola semuanya secara manual. Ini bikin proses earning di DeFi jadi jauh lebih simpel, bahkan untuk pemula.
Keunggulan utama Kamino ada di fitur automated vault, di mana smart contract akan otomatis mengatur posisi likuiditas kamu di concentrated liquidity pools agar tetap optimal. Jadi, kamu bisa tetap mendapatkan potensi return maksimal tanpa harus terus-terusan memantau pergerakan pasar.
3. Sanctum

Sanctum adalah protokol liquid staking di Solana yang memungkinkan kamu tetap “memutar” aset sambil staking.
Lewat Sanctum, kamu bisa staking SOL dan tetap mendapatkan token likuid yang bisa dipakai di berbagai protokol DeFi lain. Artinya, aset kamu nggak cuma diam menghasilkan reward staking, tapi juga bisa dimanfaatkan lagi untuk strategi yield lain seperti lending atau farming.
Menariknya, Sanctum juga mendukung berbagai Liquid Staking Token (LST) dari banyak validator. Ini bikin kamu punya fleksibilitas lebih buat diversifikasi yield, jadi nggak bergantung pada satu sumber reward saja di ekosistem Solana.
BACA JUGA: Panduan Staking Crypto 2026 Untuk Pemula!
4. Raydium

Raydium adalah DEX dan protokol likuiditas di ekosistem Solana yang unggul di 2026 karena menggabungkan trading cepat, yield farming, dan integrasi order book dalam satu platform.
Sebagai salah satu pemain awal di jaringan Solana, Raydium menawarkan pengalaman DeFi yang lengkap, mulai dari swap dengan biaya rendah, liquidity pool untuk mendapatkan fee, hingga farming untuk menambah yield.
Semua ini berjalan di atas infrastruktur Solana yang terkenal cepat dan murah, jadi lebih efisien dibanding banyak DEX di jaringan lain.
Yang bikin Raydium makin kuat adalah integrasinya dengan OpenBook, di mana likuiditas dari pool juga masuk ke order book on-chain. Artinya, dana yang kamu taruh nggak cuma diam di pool, tapi ikut memperkuat ekosistem trading secara keseluruhan.
5. Jito

Jito adalah protokol liquid staking sekaligus salah satu DeFi Solana terbaik 2026 karena menggabungkan reward staking dengan keuntungan dari MEV untuk meningkatkan potensi yield pengguna.
Lewat Jito, kamu bisa staking SOL dan mendapatkan jitoSOL sebagai representasi aset yang tetap likuid. Artinya, sambil dapet reward staking, kamu juga bisa pakai jitoSOL di berbagai protokol DeFi lain, mulai dari lending sampai liquidity pool, jadi aset kamu tetap “bekerja” di banyak tempat sekaligus.
Yang bikin Jito beda adalah integrasinya dengan konsep Maximal Extractable Value (MEV). Sebagian keuntungan dari aktivitas MEV di jaringan didistribusikan ke para staker, sehingga yield yang kamu terima berpotensi lebih tinggi dibanding staking biasa.
Kombinasi likuiditas dan tambahan reward ini yang bikin Jito jadi salah satu pemain DeFi paling menarik di Solana saat ini.
6. DoubleZero

Sebagai pemain baru yang sedang naik daun, DoubleZero berfokus pada optimasi jaringan, khususnya dalam hal latensi dan eksekusi transaksi. Dampaknya terasa langsung ke berbagai aplikasi DeFi, mulai dari trading, staking, hingga liquidity management yang jadi lebih responsif dan minim delay.
Menariknya, pertumbuhan DoubleZero juga terlihat dari TVL yang sudah mendekati US$860 juta, menandakan kepercayaan pasar yang cepat terbentuk. Dengan fondasi infrastruktur yang kuat, DoubleZero berpotensi jadi salah satu komponen penting yang mendorong DeFi Solana makin scalable dan kompetitif ke depannya.
7. Securitize

Melalui Securitize, aset seperti saham, obligasi, hingga produk investasi bisa diubah menjadi token digital yang dapat diperdagangkan di blockchain. Ini bikin proses investasi jadi lebih transparan, efisien, dan mudah diakses, baik untuk investor institusional maupun ritel yang ingin masuk ke instrumen keuangan konvensional lewat teknologi baru.
Dengan TVL yang sudah melampaui US$541 juta, Securitize berperan sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan DeFi. Kehadirannya memperluas use case blockchain, nggak cuma untuk crypto-native assets, tapi juga membawa aset dunia nyata ke ekosistem digital.
8. xStocks

xStocks adalah protokol RWA yang memungkinkan pengguna untuk trading saham-saham perusahaan ternama secara on-chain, langsung dari wallet kripto mereka. Artinya, kamu bisa beli, jual, dan kelola eksposur ke saham tanpa harus lewat broker konvensional, dengan proses yang lebih cepat dan transparan.
Menariknya, xStocks berjalan di dua jaringan blockchain, jadi aksesnya lebih luas untuk pengguna global. Kombinasi kemudahan akses, efisiensi transaksi, dan integrasi dengan DeFi membuat xStocks jadi salah satu pintu masuk paling praktis buat kamu yang ingin masuk ke pasar saham lewat ekosistem crypto.
BACA JUGA: Apa Itu Tokenized Stocks? Ini Cara Kerja dan Risikonya!
9. Meteora

Meteora adalah protokol liquidity dan yield optimization di Solana. Melalui Meteora, kamu bisa menyediakan likuiditas dengan menentukan range harga tertentu menggunakan Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM).
Pendekatan ini bikin modal yang kamu pakai jadi lebih optimal, karena likuiditas difokuskan di area harga yang aktif diperdagangkan, sehingga potensi fee yang didapat juga lebih tinggi dibanding model AMM biasa.
Selain itu, Meteora juga punya berbagai vault strategi otomatis yang membantu mengelola aset idle agar tetap menghasilkan. Kombinasi antara kontrol manual yang presisi dan strategi otomatis ini bikin Meteora jadi favorit bagi trader dan liquidity provider yang ingin memaksimalkan efisiensi modal di DeFi Solana.
10. Solstice USX

Solstice USX adalah protokol berbasis basis trading di ekosistem Solana yang menonjol di 2026 karena menawarkan stablecoin dengan yield aktif dari strategi delta-neutral.
Lewat Solstice USX, kamu bisa memanfaatkan USX, stablecoin sintetis yang nilainya dijaga tetap stabil melalui strategi delta-neutral antara pasar spot dan futures. Intinya, protokol ini menangkap selisih harga (basis) secara otomatis, sehingga tetap bisa menghasilkan profit tanpa terlalu terpengaruh arah pasar.
Yang bikin beda, yield dari aktivitas basis trading ini langsung didistribusikan ke pemegang USX. Jadi, dibanding stablecoin biasa yang cenderung pasif, USX justru “bekerja” menghasilkan return secara otomatis. Kombinasi stabilitas dan produktivitas ini yang bikin Solstice USX jadi salah satu opsi menarik di DeFi Solana saat ini.
BACA JUGA: Bukan Cuma USDT! Ini 10 Stablecoin Terbesar yang Menguasai Pasar Kripto 2026
Mau Mulai Eksplor DeFi Solana dari Mana?
Ekosistem DeFi di Solana menawarkan banyak pilihan, mulai dari trading, yield farming, liquid staking, hingga investasi aset dunia nyata secara on-chain. Dari platform yang ramah pemula seperti Jupiter sampai inovasi RWA seperti Securitize, masing-masing punya keunggulan yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu.
Sebelum mulai, pastikan kamu sudah riset dengan baik dan paham cara kerja setiap protokol. Di dunia DeFi, potensi cuan memang besar, tapi risikonya juga nyata, jadi selalu gunakan dana yang siap kamu tanggung risikonya.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


