Delphi Digital: Stablecoin Siap Ubah Sistem Keuangan Global

Laporan terbaru dari Delphi Digital mengungkap bahwa stablecoin kini berada di jalur untuk menjadi fondasi baru dalam sistem keuangan global.

Lembaga riset tersebut menyoroti pertumbuhan pesat stablecoin yang telah mencapai sekitar US$306 miliar, meningkat signifikan dalam setahun terakhir meskipun aktivitas perdagangan kripto seperti Bitcoin justru mengalami penurunan.

Temuan ini menunjukkan pergeseran fungsi stablecoin yang tidak lagi sekadar digunakan dalam ekosistem kripto, melainkan telah meluas ke berbagai kebutuhan finansial global.

Stablecoin kini dimanfaatkan untuk lindung nilai terhadap fluktuasi mata uang, pengiriman uang lintas negara, serta transaksi harian, terutama di negara berkembang yang menghadapi keterbatasan akses ke sistem keuangan tradisional.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Sistem Lama Dinilai Tidak Efisien

Dalam laporan tersebut, Delphi Digital menyoroti kelemahan mendasar sistem pembayaran lintas negara yang selama ini bergantung pada jaringan seperti SWIFT.

Sistem ini dinilai tidak dirancang sebagai infrastruktur pembayaran langsung, melainkan hanya sebagai sistem pengiriman pesan antar bank. Proses penyelesaian transaksi tetap bergantung pada jaringan bank koresponden yang kompleks dan terfragmentasi.

BACA JUGA:  Dua Subnet Bittensor Hadirkan Produk AI, Token TAO Melejit

Akibatnya, biaya pengiriman uang lintas negara masih berada di kisaran 3 hingga 8 persen, dengan waktu penyelesaian yang dapat memakan beberapa hari. Struktur ini dinilai tidak efisien, terutama bagi negara berkembang yang sangat bergantung pada remitansi.

Sebaliknya, stablecoin menawarkan pendekatan berbeda dengan menggabungkan proses pengiriman dan penyelesaian transaksi dalam satu lapisan. Teknologi ini memungkinkan transaksi diselesaikan secara instan, berjalan selama 24 jam tanpa henti dan dapat diakses secara global tanpa perantara.

Stablecoin menggabungkan fungsi pesan dan penyelesaian transaksi dalam satu sistem yang berjalan secara real-time dan tanpa batas geografis,” demikian salah satu poin utama dalam laporan Delphi Digital.

Peluang Besar di Negara Berkembang

Delphi Digital menilai bahwa potensi terbesar adopsi stablecoin berada di negara berkembang seperti Nigeria, Argentina dan Filipina. Di wilayah ini, biaya remitansi masih tinggi, berkisar antara 6 hingga 8 persen.

Menariknya, hanya sebagian kecil dari biaya tersebut yang berasal dari risiko nilai tukar, sementara sebagian besar berasal dari kompleksitas sistem perbankan tradisional.

BACA JUGA:  Survei: 56 Persen Pengguna Stablecoin Siap Tambah Aset 2026

Dengan menghilangkan perantara dan menyederhanakan proses, stablecoin dinilai mampu memangkas biaya secara signifikan. Selain itu, teknologi ini juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau layanan keuangan formal.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa volume transaksi stablecoin secara global telah mencapai skala yang mampu menyaingi jaringan pembayaran besar, menandakan bahwa teknologi ini mulai digunakan secara luas di luar komunitas kripto.

Korporasi Mulai Lirik Stablecoin untuk Efisiensi Global

Lebih lanjut, Delphi Digital menjelaskan bahwa adopsi stablecoin kini memasuki fase berikutnya, yakni penggunaan oleh korporasi besar. Kurva adopsi yang sebelumnya dimulai dari perdagangan kripto dan remitansi lintas negara kini bergerak menuju pengelolaan kas perusahaan.

Perusahaan multinasional dinilai memiliki kebutuhan tinggi untuk mengelola likuiditas di berbagai negara. Selama ini, sebagian besar dana harus disimpan dalam kondisi menganggur untuk mengatasi hambatan operasional.

Stablecoin memungkinkan perusahaan untuk memindahkan dana secara instan, menyelesaikan transaksi antar entitas, hingga membayar vendor dan karyawan lintas negara dengan lebih efisien.

BACA JUGA:  ZachXBT Siap Bongkar Skandal Insider Kripto Terbaru

Namun demikian, laporan ini juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi. Proses konversi antara stablecoin dan mata uang fiat tetap bergantung pada sistem perbankan tradisional yang lambat.

Selain itu, dominasi USDT dan USDC yang menguasai sekitar 85 persen pasar menimbulkan risiko sistemik jika terjadi gangguan pada salah satu penerbit.

Delphi Digital juga menekankan bahwa arah perkembangan industri ini akan ditentukan oleh pihak yang mampu menguasai seluruh lapisan infrastruktur, mulai dari penerbitan, penyelesaian transaksi, hingga kepatuhan dan aplikasi. Perusahaan seperti Stripe disebut telah mulai membangun ekosistem ini melalui berbagai akuisisi strategis.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait