Sebuah bounty kripto senilai Rp45 juta berubah menjadi kisah viral di komunitas meme coin. Seorang pria asal India rela menato dahinya dengan nama sebuah token, tetapi hadiah itu gagal ia dapatkan karena salah menulis ticker.
Tak disangka, insiden tersebut justru mengubah hidupnya. Dukungan komunitas melahirkan koin meme baru yang melejit ribuan persen dan memberinya keuntungan jauh lebih besar dari hadiah yang semula diincar.
Salah Tato Demi Hadiah, Komunitas Mengubah Hidupnya
Arivu menjadi sorotan setelah mengikuti sebuah bounty di fitur GO Bounties milik Pump.fun yang menawarkan hadiah sekitar US$2.400 atau setara Rp45 juta bagi peserta yang bersedia menato dahinya dengan nama token Bountywork.
Namun, setelah tato dibuat, komunitas menyadari bahwa ticker yang tertulis salah sehingga bounty tersebut gagal diklaim. Kisah itu pun langsung viral di media sosial dan menarik perhatian banyak orang.

Viralnya insiden tersebut membuat komunitas bergerak. Sebuah bounty baru di Pump.fun kemudian muncul yang secara khusus meminta Arivu memperbaiki tato di dahinya dengan ticker yang benar, yakni $bountywork.
Bounty yang diluncurkan pada Minggu (07/06/2026) itu hanya ditujukan untuk Arivu dan menawarkan hadiah sekitar US$2.933 atau setara 46 SOL jika ia berhasil memperbaiki tato tersebut.
Dari Korban Salah Eja Menjadi Simbol Meme Coin Baru
Melihat kisah Arivu yang viral, sejumlah anggota komunitas kemudian meluncurkan meme coin bernama $bountywork. Token tersebut dibuat sebagai bentuk dukungan dan lelucon khas budaya internet yang sering terjadi di dunia kripto.
Arivu pun mengaku sempat salah memahami asal uang yang diterimanya. Ia mengetahui bahwa dana tersebut berasal dari biaya transaksi token meme yang sengaja dikirimkan kepadanya oleh pembuat meme coin tersebut.
“Saya salah paham. Semua uang yang saya terima berasal dari token yang dibuat seseorang dan seluruh biaya transaksinya dikirimkan ke saya. Nama token adalah $bountywork. Terima kasih banyak, kalian telah mengubah hidup saya!” ujar Arivu di X Minggu (07/06/2026).
Fenomena itu membuat harga meme coin $bountywork melonjak lebih dari 1.000 persen dalam waktu kurang dari 48 jam. Volume perdagangannya dilaporkan mencapai US$3 juta, sementara kapitalisasi pasarnya sempat menyentuh US$500 ribu.

Tak hanya itu, Arivu juga disebut menerima US$15 ribu dari distribusi biaya transaksi token. Nasibnya pun berbalik, dari kehilangan hadiah bounty menjadi sosok yang justru memperoleh keuntungan berlipat dari dukungan komunitas.
Fitur GO Bounties Pump.fun Buka Peluang Baru
Kisah Arivu menyoroti fitur GO Bounties yang diluncurkan Pump.fun. Fitur ini memungkinkan siapa saja membuat misi dan menawarkan hadiah dalam bentuk aset kripto kepada pengguna yang berhasil menyelesaikannya.
Dana hadiah akan dikunci dalam escrow hingga pemenang ditentukan, sehingga prosesnya transparan. Misinya pun beragam, mulai dari membuat konten, membantu proyek komunitas, hingga tantangan kreatif dengan imbalan puluhan juta rupiah.
Namun, di balik peluang cuan tersebut, GO Bounties juga menuai kontroversi. Beberapa program bounty yang muncul dinilai terlalu ekstrem dan memicu perdebatan mengenai etika serta keamanan.
Sebelumnya, sempat beredar bounty aksi bunuh diri dengan hadiah hingga US$690.000, serta tantangan terjun payung ke Piala Dunia 2026 senilai US$57.000 yang memicu kritik dari komunitas.
Fitur Baru Pump.fun Buka Peluang Dapat Hadiah Ratusan Juta Rupiah
Kisah Arivu menjadi contoh unik bagaimana budaya meme coin menciptakan fenomena di luar nalar. Berawal dari tato di dahi demi hadiah Rp45 juta, ia justru memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar berkat dukungan komunitas.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


