spot_img
spot_img

Dewan Penasihat Bank UAE Ingin Pakai Blockchain untuk Perbankan

Dewan Penasihat Federasi Bank Uni Emirat Arab (UAEBF) hendak menggunakan blockchain guna membantu proses Know Your Customer (KYC) bagi anggota-anggota Emirat, Crypto Ground melansir, Selasa (18/18).

“Sebagai bagian dari usaha kami menciptakan ekosistem bank yang berkelanjutan dan berkembang, kami memulai sejumlah inisiatif dan proyek baru, seperti mengadopsi blockchain untuk proses KYC,” kata Al Ghurair, Ketua UAEBF.

Ia juga mengatakan, teknologi baru senantiasa membentuk keinginan dan harapan konsumen, sehingga mendorong industri perbankan untuk selalu berada di garis depan inovasi. Teknologi seperti blockchain bisa membantu bank menciptakan sumber pemasukan baru yang akan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, lanjut Al Ghurair.

Aref Al Ramli, Ketua Komite Perbankan Digital UAEBF serta Wakil Presiden Senior dan Kepala Perbankan Digital dan Inovasi di Mashreq Bank, menunjukkan satu studi kasus berbasis blockchain yang menunjukkan manfaat digitalisasi beragam proses perbankan menggunakan distributed ledger. Transfer lintas batas, pembayaran, akuisisi klien dan pelaporan ketaatan peraturan adalah beberapa kasus yang didiskusikan.

Penggunaan blockchain di bidang KYC dibahas sebagai solusi potensial untuk menciptakan metode yang transparan dan mudah untuk membuat dan mengelola database identitas. Penerapan tersebut kemungkinan juga akan sangat berperan secara lebih luas dalam proses “Emiratisasi” (sebuah inisiatif pemerintah untuk memberikan peran bagi warganya di sektor publik dan swasta).

Uni Emirat Arab tidak asing terhadap penerapan teknologi blockchain untuk mempermudah fungsi sehari-hari. Awal Maret 2018, Dubai memperkuat posisinya sebagai salah satu negara paling maju secara teknologi di dunia ketika mengadopsi blockchain untuk membantu turis melalui inisiatif Dubai 10x.

Selama beberapa tahun terakhir, Uni Emirat Arab telah membuka pintunya bagi industri kripto. Hal ini membuat berbagai perusahaan, baik startup maupun yang sudah besar, menyadari keuntungan berbisnis di kawasan Timur Tengah.

Salah satu bank terbesar di Dubai, Dubai NBD, menjadi bank pertama di Timur Tengah yang menerapkan proyek blockchain, Cheque Claim. Proyek ini bertujuan mengurangi dan mengeliminasi penipuan terkait klaim cek di wilayah tersebut. Selain Dubai NBD, Al Hilal Bank yang berbasis di Abu Dhabi menyelesaikan transaksi sukuk pertama di dunia menggunakan teknologi blockchain. [ed]

 

spot_img

Terkini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terkait