Di 2026, Crypto dan Saham Diramal Akan Semakin Senyawa

Pasar crypto dan saham global diperkirakan akan semakin terhubung pada tahun 2026, dengan instrumen derivatif kripto yang diproyeksikan menjadi jembatan utama antara kedua ekosistem tersebut.

Prediksi ini disampaikan oleh Global Head of Investment Research di Coinbase Institutional, David Duong, yang melihat tren di sepanjang 2025 sebagai fondasi menuju perubahan struktural yang lebih besar. Dalam pandangannya, pasar crypto pada 2026 diperkirakan akan kian senyawa dengan dinamika pasar saham global.

Duong memandang perkembangan perdagangan derivatif kripto, terutama perpetual futures (perps) dan opsi, sebagai indikator bahwa instrumen ini mulai bergerak menuju arus utama.

Lonjakan aktivitas bursa terdesentralisasi (DEX) menjadi salah satu pendorong utama, di mana platform tersebut di sepanjang akhir 2025 tercatat memproses volume perdagangan perps lebih dari US$1,2 triliun per bulan, dengan Hyperliquid yang tetap memegang pangsa pasar besar.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Iklan Marjan 2026: Saat Tikus Rakus Melahap Kripto

Aktivitas ini diperkirakan turut dipicu stagnasi pasar spot altcoin selama setahun terakhir, sehingga sebagian pelaku pasar beralih ke derivatif untuk mencari peluang keuntungan yang lebih agresif, meskipun risikonya turut meningkat.

Pada periode puncaknya di 2025, eksposur spekulatif diperkirakan mendekati 10 persen sebelum turun menjadi sekitar 4 persen setelah gelombang likuidasi pada Oktober.

Meski demikian, Duong menilai bahwa fungsi perps berkembang melampaui sekadar instrumen spekulatif jangka pendek dan mulai bergerak menuju peran yang lebih strategis dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi.

Perps bergerak dari pinggiran perdagangan kripto menuju inti ekosistem DeFi yang dapat dikomposisi,” ujar David Duong.

Ledakan Derivatif dan Integrasi ke DeFi

Dalam pandangan prediktif tersebut, perps diperkirakan akan semakin terintegrasi dengan berbagai protokol DeFi lain, termasuk platform peminjaman aset digital.

Integrasi ini dinilai dapat membuka efisiensi modal yang lebih luas, memungkinkan pelaku pasar melakukan lindung nilai sekaligus memaksimalkan aset untuk memperoleh imbal hasil pasif. Duong menilai bahwa pada 2026 ekosistem derivatif crypto akan memainkan peran lebih sentral di pasar keuangan digital.

BACA JUGA:  CME Group Jajaki Tokenisasi untuk Pasar Keuangan Institusional

Selain itu, komposabilitas antarprotokol diperkirakan akan menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih sinergis.

Integrasi lintas protokol diperkirakan membuat crypto pada 2026 tidak hanya menjadi arena spekulasi, tetapi juga infrastruktur untuk strategi keuangan yang lebih kompleks, termasuk produk berbasis suku bunga, lapisan lindung nilai dinamis, hingga jaminan pinjaman dengan parameter risiko variatif.

Tokenisasi Ekuitas Dinilai Jadi Gerbang Transformasi Pasar 2026

Prediksi berikutnya menyebutkan bahwa instrumen equity perpetual futures berpotensi menjadi wahana baru bagi investor ritel global.

Seiring meningkatnya partisipasi investor individu di pasar saham AS, tokenisasi saham diproyeksikan menjadi pintu masuk perubahan berikutnya. Prediksi lainnya menyebut 2026 dapat menjadi momen ketika instrumen berbasis saham mengambil bentuk baru melalui mekanisme derivatif crypto.

Produk ini diperkirakan akan memadukan akses 24 jam khas pasar kripto dengan kebutuhan investor terhadap eksposur saham besar seperti S&P 500 atau Nasdaq, termasuk di luar jam perdagangan tradisional.

BACA JUGA:  Edukasi Ala Influencer Kripto RI: Cuan Dikejar, Pajak Terlupakan

Dengan minat investor ritel yang terus meningkat, crypto pada tahun 2026 disebut berpotensi membuka akses 24 jam terhadap eksposur saham global dengan cara yang lebih efisien.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia