Di Tengah Aksi Jual Besar, Kripto Emas Justru Tahan Banting

Ketika pasar kripto global mengalami tekanan besar akibat gelombang likuidasi yang meluas, aset digital yang dipatok pada emas menunjukkan ketahanan lebih baik dibandingkan kripto lain.

Berdasarkan data CoinMarketCap, nilai total pasar kripto turun sekitar US$700 miliar di akhir pekan. Sementara itu, Bitcoin tercatat melemah sekitar 8,5 persen, dan indeks 20 kripto teratas anjlok hampir 12,75 persen.

Namun di tengah penurunan tajam tersebut, kripto yang dijamin cadangan emas seperti PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT) justru bertahan.

PAXG hanya mencatat kenaikan tipis 0,20 persen, sedangkan XAUT juga naik tipis 0,15 persen, menegaskan kembali karakter emas sebagai aset pelindung nilai (safe haven) di saat pasar keuangan bergejolak.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Kinerja Kripto Emas Stabil di Tengah Likuidasi

Penurunan harga besar-besaran di pasar kripto disebut terjadi akibat lonjakan likuidasi posisi leverage di berbagai bursa berjangka. Investor menjual aset secara cepat untuk menghindari kerugian lebih dalam.

BACA JUGA:  Arkham: Bhutan Diam-diam Pindahkan 184 Bitcoin

Namun, berbeda dengan aset kripto utama seperti Bitcoin atau Ethereum, token yang dipatok emas tidak mengalami volatilitas serupa.

Hal ini terjadi karena nilainya langsung terhubung dengan harga emas di pasar global. Kenaikan harga emas yang mencapai lebih dari 50 persen sejak awal tahun membantu menjaga stabilitas token seperti PAXG dan XAUT.

Data pasar menunjukkan harga emas fisik terus menguat selama delapan minggu berturut-turut, dan hal itu memberikan dampak positif bagi performa kripto yang berbasis emas.

Emas telah lama dikenal sebagai instrumen lindung nilai di masa krisis ekonomi. Kini, melalui teknologi blockchain, investor dapat memiliki eksposur terhadap emas tanpa harus menyimpannya dalam bentuk fisik.

Tokenisasi emas memungkinkan proses pembelian, penyimpanan dan perdagangan berlangsung lebih efisien, sekaligus menggabungkan stabilitas aset tradisional dengan kecepatan transaksi aset digital.

BACA JUGA:  Arthur Hayes Spill Isi Portonya, Kripto Masih Jadi Andalan

Meski begitu, para pengamat menilai bahwa keamanan token semacam ini sangat bergantung pada transparansi cadangan dan audit kustodian yang dilakukan secara berkala oleh penerbit. Tanpa pengawasan yang ketat, risiko manipulasi nilai dan kegagalan likuiditas tetap mungkin terjadi.

Pasar Kripto Lesu, Kripto Emas Tetap Jadi Pilihan Aman

Secara teknikal, data mencatat bahwa reli harga emas yang terjadi dalam delapan minggu terakhir kini memasuki fase jenuh beli atau overbought. Kondisi ini menandakan potensi koreksi jangka pendek di pasar emas, yang juga dapat memengaruhi nilai kripto emas di jaringan blockchain.

Selain faktor teknikal, ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok turut memicu kekhawatiran pasar global. Ketidakpastian geopolitik tersebut membuat investor cenderung menahan diri dari aset berisiko dan memilih instrumen yang lebih stabil, termasuk kripto yang dipatok pada emas.

Dari sisi pasar, analis memperkirakan pemulihan nilai aset digital akan berjalan lambat. Aktivitas perdagangan di pasar derivatif menurun, sementara likuiditas di sejumlah bursa utama masih terbatas. Kondisi ini membuat investor berhati-hati dalam melakukan akumulasi aset baru.

BACA JUGA:  Kripto Halal atau Tidak? Tokocrypto Buka Suara Soal Status Syariah

Meski begitu, kripto emas seperti PAXG dan XAUT dinilai memiliki potensi untuk tetap diminati sebagai instrumen alternatif.

Selama mekanisme penerbitannya transparan dan cadangan emas fisiknya benar-benar tersedia, aset jenis ini berpeluang menjadi jembatan antara sistem keuangan tradisional dan dunia kripto yang lebih modern.

Dengan semakin banyaknya investor institusional yang mencari perlindungan di tengah volatilitas pasar digital, kripto yang dipatok emas kini dianggap sebagai salah satu inovasi penting dalam menggabungkan keamanan aset tradisional dengan fleksibilitas teknologi blockchain.

Di tengah ketidakpastian global, tren ini diprediksi akan terus berlanjut dan menjadi tolok ukur baru bagi stabilitas di sektor aset digital. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia