Rencana baru dari Strategy yang dipimpin oleh Michael Saylor kembali menarik perhatian investor. Kali ini, perusahaan mengusulkan perubahan mekanisme dividen untuk instrumen andalannya, STRC.
Jika sebelumnya dividen dibagikan setiap bulan, kini perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar tersebut ingin meningkatkannya menjadi dua kali dalam sebulan, tanpa mengubah total imbal hasil tahunan.
Dividen Saham STRC Dibagikan 2 Kali Sebulan
Lewat dokumen yang dirilis pada Jumat (17/04/2026), Strategy mengusulkan perubahan skema dividen STRC menjadi dua kali dalam sebulan, yakni setiap tanggal 15 dan akhir bulan. Artinya, investor akan menerima distribusi lebih sering dibandingkan sebelumnya.
Meski frekuensi meningkat, dividen tahunan tetap tidak berubah. Setiap pembayaran hanya dibagi menjadi dua bagian dari jumlah bulanan sebelumnya. Dengan kata lain, langkah ini bukan untuk menambah yield, melainkan untuk mempercepat distribusi arus kas ke investor.

Namun, terdapat penyesuaian pada waktu pembagian. Dalam skema baru ini, sebagian dividen STRC akan “tertunda” karena mekanisme reset di pertengahan bulan, meskipun secara keseluruhan nilai yang diterima investor tetap sama.
“Waktu pembagian dividen mengalami penyesuaian dalam skema reset pertengahan bulan: setengah dari dividen bulanan secara efektif ditunda sekitar dua minggu,” sebagaimana tercantum dalam dokumen tersebut.
Jika disetujui, perubahan ini akan berlaku setelah melalui voting pemegang saham. Berdasarkan timeline yang disampaikan, tahapan dimulai dari pengajuan proxy hingga rapat pemegang saham yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Kenapa Strategy Ingin Mengubah Skema Dividen STRC?
Alasan utama di balik perubahan ini adalah stabilitas harga dan peningkatan likuiditas. Strategy melihat bahwa pola dividen bulanan saat ini menciptakan siklus volatilitas, terutama di sekitar tanggal ex-dividend.
Dalam data yang ditampilkan, harga STRC cenderung turun setelah tanggal pencatatan dividen (record date). Dengan membagi pembayaran menjadi dua kali, tekanan ini diharapkan bisa berkurang hingga setengahnya.
Selain itu, frekuensi yang lebih tinggi juga membuka lebih banyak peluang masuk dan keluar bagi investor. Ini berarti aktivitas perdagangan bisa meningkat, yang pada akhirnya memperkuat likuiditas pasar STRC.

Menariknya, Strategy juga menilai skema ini lebih selaras dengan siklus gaji dua mingguan di Amerika Serikat. Artinya, investor bisa menikmati arus kas yang lebih “rutin” dan terasa seperti income berkala.
Tak hanya itu, pembayaran lebih sering juga memungkinkan reinvestasi dividen dilakukan lebih cepat, mengurangi jeda waktu (reinvestment lag) yang biasanya terjadi dalam skema bulanan.
Apa Artinya Bagi Pemilik Saham STRC?
Untuk memahami dampaknya, mari gunakan simulasi sederhana.
Misalnya, seorang investor memiliki aset STRC senilai US$10.000 dengan imbal hasil tahunan sekitar 11,5 persen. Artinya, dalam setahun ia berpotensi menerima sekitar US$1.150 dari dividen.
- Skema lama (bulanan):
Investor menerima sekitar US$95,8 per bulan. - Skema baru (semi-bulanan):
Investor menerima sekitar US$47,9 setiap tanggal 15 dan akhir bulan.
Secara total, dividen saham Strategy yang diterima tetap sama. Namun, arus kas menjadi lebih rutin dan fleksibel untuk dikelola maupun diinvestasikan kembali.
Lebih jauh, efek compounding juga berpotensi meningkat, terutama jika dividen yang diterima dua kali sebulan diinvestasikan kembali, dibandingkan hanya sekali dalam skema bulanan.
Langkah Kecil, Dampak Besar?
Meski terlihat sederhana, perubahan ini bisa menjadi pembeda besar. Strategy bahkan menyebut bahwa STRC berpotensi menjadi satu-satunya instrumen yang membayar dividen dua kali sebulan di pasar global.
Dengan kombinasi yield tinggi, volatilitas rendah, dan likuiditas yang meningkat, yang dalam dokumen disebut telah mencapai nilai nosional US$6,4 miliar, STRC diposisikan sebagai “digital credit instrument” generasi baru.
Strategy Siap Gelontorkan Rp745 Triliun untuk Borong Bitcoin
Pada akhirnya, keputusan ada di tangan pemegang saham. Namun, jika disetujui, langkah ini bisa membuka era baru dalam distribusi dividen, lebih cepat, lebih fleksibel, dan berpotensi lebih menarik bagi investor modern.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



