Department of Government Efficiency (DOGE) yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump resmi dibubarkan lebih cepat dari jadwal.
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Office of Personnel Management (OPM), Scott Kupor, yang menyatakan bahwa lembaga itu sudah tidak beroperasi sebagai entitas terpusat.
Berdasarkan laporan Reuters, pembubaran ini terjadi delapan bulan sebelum masa mandat resmi DOGE berakhir pada Juli 2026, sehingga memunculkan pertanyaan baru mengenai efektivitas sekaligus arah kebijakan efisiensi pemerintahan federal AS.
Kupor mengungkapkan bahwa keberadaan DOGE pada dasarnya telah berakhir, meskipun sebelumnya masih tercantum sebagai bagian dari struktur resmi pemerintahan.
“Itu (DOGE) tidak ada,” ungkap Direktur Kantor Manajemen Personalia Scott Kupor, ketika ditanya tentang status DOGE.
Pernyataan tersebut menjadi konfirmasi publik pertama dari pejabat pemerintahan Trump terkait nasib lembaga yang pernah menjadi salah satu program prioritas dalam agenda pemangkasan birokrasi federal.
Pembubaran DOGE Lebih Awal dari Mandat Resmi
Menurut laporan Reuters dan sejumlah media internasional, DOGE awalnya memiliki mandat hingga pertengahan 2026. Namun, menjelang akhir 2025, berbagai fungsinya mulai dialihkan ke lembaga lain seperti OPM atau dihentikan sepenuhnya.
Tidak ada pengumuman resmi berbentuk konferensi pers atau pernyataan publik besar-besaran dari Gedung Putih. Pembubaran tersebut berlangsung secara tenang, dan baru terkonfirmasi ketika Kupor menjelaskan bahwa lembaga tersebut tidak lagi beroperasi sebagaimana dirancang.
Pembentukan DOGE pada awal masa pemerintahan Trump ditujukan untuk mempercepat proses pemangkasan birokrasi, meningkatkan efisiensi anggaran dan merampingkan struktur pemerintahan federal.
Lembaga ini digagas sebagai pusat koordinasi efisiensi lintas departemen, dengan harapan dapat mengurangi tumpang tindih kebijakan sekaligus memaksimalkan penggunaan anggaran negara.
Namun, dalam perkembangannya, DOGE dinilai sulit mempertahankan struktur sentralisasi yang stabil di tengah dinamika birokrasi federal.
Sumber lain menyebutkan bahwa tantangan internal menjadi salah satu faktor yang mempercepat keputusan pembubaran DOGE.
Ketiadaan laporan transparan mengenai tingkat efisiensi yang dicapai, kesulitan koordinasi antar lembaga, serta tekanan operasional disebut memengaruhi keberlangsungan program. Meski demikian, pemerintah belum memberikan penjelasan detail mengenai alasan resmi di balik percepatan pembubaran tersebut.
Fungsi DOGE Kini Diserap Lembaga Lain
Setelah terhentinya DOGE sebagai entitas tersendiri, sejumlah tugas yang sebelumnya berada di bawah kewenangannya kini dialihkan ke departemen lain dalam pemerintahan federal.
OPM disebut mengambil sebagian peran koordinasi, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan personel dan manajemen struktur organisasi pemerintah. Namun, belum ada penegasan apakah seluruh program efisiensi DOGE akan dilanjutkan secara utuh atau hanya sebagian yang tetap berjalan.
Sebelum dibubarkan, DOGE digambarkan sebagai lembaga yang memiliki ambisi besar untuk mendorong reformasi birokrasi secara masif.
Program ini juga sempat menarik perhatian publik karena dipandang sebagai terobosan baru yang menggabungkan pendekatan teknologi, pemangkasan proses berulang dan konsolidasi struktur kerja.
Walaupun demikian, laporan dari sejumlah media internasional menyebutkan bahwa pencapaian konkret DOGE sulit dievaluasi karena minimnya data publik terkait besaran penghematan atau peningkatan efisiensi yang berhasil dicapai.
Pembubaran DOGE juga memberikan gambaran bahwa upaya efisiensi pemerintahan berskala besar tidak selalu mudah diterapkan dalam struktur federal AS yang kompleks.
Dengan berakhirnya mandat lembaga tersebut jauh lebih cepat dari jadwal, arah reformasi birokrasi di pemerintahan Trump diperkirakan akan mengandalkan pendekatan terdistribusi di berbagai departemen, bukan lagi melalui satu badan terpusat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



