DOGE Tak Mau Cuma Jadi Meme Coin, Dogecoin Labs Siapkan Ekosistem Besar

DOGE selama bertahun-tahun identik dengan meme, komunitas besar, dan pergerakan harga yang kerap dipengaruhi sentimen pasar. Kini, ekosistemnya mulai diarahkan ke fase yang lebih serius dan terstruktur.

Langkah itu datang lewat pembentukan Dogecoin Labs, organisasi yang menyatukan tim produk, teknologi, dan aplikasi utama Dogecoin untuk memperluas penggunaan DOGE jauh melampaui sekadar aset spekulatif.

Dogecoin Labs Dibentuk, Ekosistem Mulai Disatukan

Dikutip dari laporan StreetInsider pada Rabu (21/10/2026), Dogecoin Labs dibentuk bersama Dogecoin Foundation dan dipimpin Jordan Jefferson, pendiri MyDoge serta DogeOS, untuk mendorong fase pertumbuhan berikutnya.

Organisasi baru ini akan mengoperasikan MyDoge, DogeOS, dan Such App, sekaligus menerima kontribusi kekayaan intelektual serta tim pengembangan dari Dogecoin Foundation dan House of Doge.

Penyatuan ini membuat Dogecoin Labs memiliki fondasi yang jelas untuk mengembangkan produk konsumen, infrastruktur aplikasi, pembayaran, perdagangan, DeFi, gaming, kecerdasan buatan, hingga layanan sosial berbasis DOGE.

Arah itu sekaligus mencoba menjawab salah satu kelemahan utama Dogecoin selama ini. Basis komunitasnya besar, tetapi jumlah aplikasi dan bisnis yang benar-benar dibangun khusus untuk DOGE masih relatif terbatas.

Apa Itu Meme Coin? Crypto Lucu yang Bisa Bikin Kamu Tajir!

Menurut Jefferson, Dogecoin memiliki kombinasi likuiditas, komunitas, dan jangkauan budaya yang sulit ditandingi, tetapi potensi sebesar itu belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi produk yang digunakan secara luas.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  PAID, Crypto Hidden Gem yang Melonjak 100 Persen dalam Semalam

“Komunitas telah mengatakan ‘DOGE to US$1’ selama bertahun-tahun. Fokus kami adalah membangun ekonomi yang sesuai dengan ambisi tersebut,” ujar Jefferson dalam pengumuman pembentukan Dogecoin Labs.

MyDoge dan DogeOS Jadi Mesin Utama

Ambisi tersebut kemudian bertumpu pada dua produk utama yang sudah lebih dulu bergerak, yakni DogeOS dan MyDoge. Keduanya dirancang untuk menghubungkan sisi pengembang dengan basis pengguna Dogecoin.

DogeOS meluncurkan public testnet pada 30 September dan menyediakan lingkungan aplikasi kompatibel EVM, sehingga pengembang bisa menguji produk pembayaran, DeFi, trading, gaming, AI, hingga aset digital.

Di sisi lain, MyDoge berperan sebagai pintu masuk konsumen. Wallet self-custodial tersebut telah memiliki lebih dari 500.000 pengguna dan dapat menjadi jalur distribusi aplikasi yang dibangun melalui DogeOS.

“Melalui DogeOS, pengembang akhirnya bisa membangun aplikasi di Dogecoin, sementara MyDoge memungkinkan aplikasi tersebut langsung menjangkau pengguna sejak hari pertama,” tutur Jefferson.

BACA JUGA:  GTA 6 Versi Full Terancam Bocor Jika Market Cap Kripto Ini Tembus US$30 Juta!

Artinya, pengembang tidak hanya mendapat tempat untuk membangun dApps, tetapi juga akses menuju basis pengguna yang sudah tersedia. Model ini membuat pengembangan produk dan distribusinya berjalan dalam ekosistem yang sama.

Struktur itu kemudian dilengkapi Such App, yang membawa infrastruktur pembayaran untuk merchant melalui invoice dan QR. Integrasinya dengan DogeOS ditujukan menghubungkan pengembang, pengguna, dan pelaku usaha.

DOGE Masih Tertekan, tetapi Utilitas Mulai Jelas

Dorongan utilitas tersebut datang saat harga DOGE berada dalam tekanan. Dogecoin lahir pada 2013 sebagai koin meme bernuansa satire sebelum berkembang menjadi salah satu aset digital paling dikenal.

Per Kamis (22/10/2026), data CoinMarketCap menunjukkan DOGE diperdagangkan sekitar US$0,083, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$14 miliar dan volume perdagangan 24 jam mencapai sekitar US$564 juta.

Dalam periode satu bulan, harga DOGE masih turun lebih dari 12 persen. Grafik menunjukkan harganya sempat bergerak dekat US$0,10 pada akhir September sebelum melemah ke area US$0,08 pada Oktober ini.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 17 Oktober 2026: ARB, DOGE, INJ, NEAR, ENA Intip Peluang Rebound Besar

Pergerakan Harga Dogecoin (DOGE) - CoinMarketCap

Pergerakan tersebut membuat langkah Dogecoin Labs menjadi semakin relevan. Alih-alih hanya mengandalkan sentimen, organisasi ini mencoba memperbesar utilitas DOGE melalui aplikasi, pembayaran, hingga ekosistem yang bisa digunakan secara langsung.

Jika strateginya berjalan, babak berikutnya Dogecoin tidak hanya bergantung pada hype atau sentimen pasar semata. Pertaruhannya bergeser ke seberapa jauh aplikasi, merchant, dan pengguna benar-benar memakai DOGE.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait