Dogecoin ETF Cuma Raup US$1,4 Juta di Hari Pertama, Sepi Banget

Produk Dogecoin ETF pertama di dunia resmi diperdagangkan di AS pada Senin kemarin (24/11/2025). Namun, peluncuran yang semula diharapkan mampu menarik minat besar investor justru mencatat hasil yang relatif rendah.

Menurut analis ETF senior Bloomberg, Eric Balchunas, produk dengan ticker GDOG itu hanya mencatat volume perdagangan senilai US$1,4 juta pada hari pertama.

Balchunas menyebut hasil tersebut masih tergolong wajar untuk ukuran peluncuran ETF baru, tetapi tergolong kecil untuk produk spot pertama di dunia yang berfokus pada Dogecoin.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Semakin jauh kamu dari Bitcoin, semakin sedikit aset yang akan kamu dapat,” ujar Balchunas, menyindir pola minat pasar yang cenderung menurun terhadap aset selain Bitcoin.

Peluncuran Dogecoin ETF oleh Grayscale di Tengah Ekspektasi Tinggi

Dogecoin ETF ini merupakan produk terbaru dari Grayscale Investments, perusahaan manajemen aset kripto asal AS yang dikenal luas lewat ETF berbasis Bitcoin dan Ethereum.

Peluncuran GDOG menjadi langkah strategis Grayscale dalam memperluas portofolio produk investasi kripto berbasis aset digital alternatif. Dengan kehadiran ETF ini, Dogecoin kini resmi bergabung dengan daftar aset kripto yang memiliki instrumen investasi terstruktur di pasar modal tradisional.

BACA JUGA:  Whale Bitcoin Ini Jual 5.000 BTC, Bagaimana Pasar Bereaksi?

Grayscale menetapkan biaya manajemen sebesar 0,35 persen untuk GDOG. Namun, demi menarik investor baru, perusahaan menghapus biaya tersebut selama tiga bulan pertama atau hingga total aset kelolaan mencapai US$1 miliar, tergantung mana yang tercapai lebih dulu.

Strategi ini dinilai sebagai cara untuk mendorong minat awal dari investor ritel dan institusional terhadap aset yang selama ini dikenal sebagai “meme coin.”

Meskipun demikian, realisasi volume perdagangan hari pertama sebesar US$1,4 juta menunjukkan bahwa antusiasme terhadap Dogecoin ETF belum setinggi ekspektasi.

Jika dibandingkan, Bitcoin ETF spot yang diluncurkan sebelumnya mencatat volume hingga miliaran dolar hanya dalam satu hari perdagangan. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa daya tarik aset kripto alternatif masih terbatas di kalangan investor profesional dan lembaga keuangan besar.

Minat Terbatas dan Tren Pasar Kripto

Analis pasar menilai capaian volume perdagangan yang rendah pada hari pertama mencerminkan kenyataan bahwa investor masih lebih memprioritaskan aset kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: BTC, XRP, LINK, DOGE, PEPE Lagi Panas Banget

Meskipun Dogecoin memiliki komunitas besar dan popularitas tinggi di media sosial, faktor fundamental seperti adopsi institusional dan likuiditas tetap menjadi penentu utama dalam performa ETF di pasar saham.

Peluncuran GDOG juga menunjukkan arah baru industri aset digital, di mana produk turunan berbasis kripto terus berupaya menembus pasar investasi tradisional.

Namun, performa hari pertama GDOG menjadi pengingat bahwa meme coin seperti Dogecoin masih menghadapi tantangan besar untuk menarik minat investor institusional dalam skala luas.

Meski begitu, langkah Grayscale dianggap berani karena membuka jalan bagi diversifikasi produk ETF berbasis aset kripto non-Bitcoin. Sejumlah pengamat menyebut GDOG sebagai uji pasar terhadap seberapa jauh minat publik bisa diperluas ke aset yang lebih bersifat komunitas dan hiburan.

Bagi Dogecoin sendiri, peluncuran ETF ini menandai tonggak penting dalam perjalanannya, dari sekadar lelucon internet menjadi bagian dari sistem keuangan yang diakui secara resmi. Namun, hasil awal yang moderat menegaskan bahwa status “ikon budaya internet” tidak otomatis berbanding lurus dengan daya tarik investasi di pasar modal.

BACA JUGA:  ZachXBT Siap Bongkar Skandal Insider Kripto Terbaru

Secara keseluruhan, Dogecoin ETF mencerminkan dua sisi dari perkembangan industri kripto saat ini, satu sisi menunjukkan kemajuan menuju pengakuan reguler di dunia keuangan tradisional, sementara sisi lainnya memperlihatkan batasan minat investor yang masih didominasi oleh Bitcoin sebagai aset utama.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia