Dominasi Bitcoin Bikin Cemas, Analis Lihat Risiko Ambles Makin Besar

Dominasi Bitcoin (BTC.D) mulai menunjukkan tanda pelemahan setelah kembali tertahan di sekitar 60 persen, membuka peluang perubahan distribusi kekuatan di pasar kripto. Pergerakan tersebut menjadi perhatian karena penurunan porsi kapitalisasi pasar Bitcoin biasanya mencerminkan meningkatnya kekuatan relatif aset kripto alternatif atau altcoin.

Pada grafik tiga harian terbaru, BTC.D berada di kisaran 59,58 persen dan masih bergerak di dalam struktur konvergensi besar yang terbentuk sejak beberapa tahun terakhir. Garis tren menurun di bagian atas menjadi hambatan utama, sementara batas bawah pola berada jauh di bawah posisi saat ini.

Perubahan struktur tersebut terjadi ketika pasar kripto juga menghadapi tarik-menarik antara permintaan institusional, pasokan Bitcoin di bursa dan aktivitas pada pasar derivatif.

Dominasi Bitcoin Terancam Turun Lebih Dalam

Analis kripto CW menyoroti kegagalan BTC.D mempertahankan momentum kenaikan setelah sebelumnya bergerak mendekati area 60 persen. Berdasarkan grafik yang dibagikannya, area 60–61 persen kembali menjadi zona yang sulit dilewati, sementara garis tren turun jangka panjang berada di sekitar 62–63 persen.

Bitcoin dominance 9 SEP

Menurut CW, indikator-indikator pendukung pada grafik juga mulai memperlihatkan kecenderungan bearish. Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan dominasi Bitcoin bergerak turun apabila gagal merebut kembali resistance terdekat.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bakal Jeblok Lagi? Reli ke US$70.000 Bisa Jadi Jebakan Terakhir

Level 58–59 persen menjadi area yang perlu diperhatikan dalam jangka lebih pendek. Penembusan ke bawah zona tersebut dapat membuka jalan menuju sekitar 55 persen, kemudian 50 persen.

Dalam skenario bearish yang lebih luas, garis bawah pola konvergensi berada di sekitar 44–46 persen dan menjadi area potensial yang dapat diuji apabila pelemahan berlangsung berkepanjangan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“Penurunan dominasi Bitcoin menunjukkan altcoin semakin kuat dan berpeluang terus mengungguli Bitcoin,” ujar CW.

CW menilai kondisi itu dapat mempertahankan periode ketika kinerja altcoin lebih kuat dibandingkan BTC. Dalam skenarionya, altcoin season berpotensi terus berlangsung sampai BTC.D mencapai garis bawah pola konvergensi tersebut.

Meski demikian, skenario itu belum terkonfirmasi sepenuhnya. Pemulihan dan breakout BTC.D di atas kisaran 62–63 persen dapat membatalkan tekanan bearish pada struktur saat ini sekaligus mengindikasikan kembalinya kekuatan relatif Bitcoin terhadap pasar altcoin.

Bitcoin Hadapi Ujian US$83.000, Duit Spot Jadi Penentu

Di tengah risiko penurunan dominasi Bitcoin, analis XWIN Japan di CryptoQuant melihat struktur pasar BTC secara keseluruhan masih konstruktif. Namun, keberlanjutan kenaikan harga dinilai bergantung pada kemampuan permintaan spot menyerap pasokan yang tersedia di pasar.

BACA JUGA:  Bitcoin Siap Bikin Kejutan? Level US$65.800 Bisa Jadi Pemicu Rally

BTC order size spot 9 sep

Kepemilikan Bitcoin melalui ETF terus meningkat, mengindikasikan investor institusional masih melakukan akumulasi. Investor besar juga terpantau membeli BTC, dengan buy wall yang terbentuk di sekitar level harga saat ini.

Di sisi lain, cadangan BTC di Binance masih tinggi pada sekitar 685.000–687.000 BTC, sedangkan rata-rata tujuh hari net inflow ke bursa meningkat menjadi sekitar 593 BTC.

Arus masuk stablecoin pada saat yang sama ikut meningkat. Kombinasi tersebut menunjukkan pasar memiliki daya beli yang bertambah, tetapi juga menghadapi pasokan potensial yang dapat dijual.

Dengan demikian, keseimbangan antara kedua sisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menentukan arah pergerakan BTC berikutnya.

Pasar derivatif juga mengalami sebagian reset pada 4–5 September 2026. Funding rate sempat berbalik negatif, sedangkan open interest turun dari sekitar US$27,5 miliar menjadi US$25,7 miliar.

Namun, open interest BTC di Binance baru-baru ini melampaui US$10 miliar, level tertinggi dalam enam bulan, sehingga pemulihan pasar belum sepenuhnya ditopang pembelian spot.

Indikator Short-Term Holder Spent Output Profit Ratio (STH SOPR) juga kembali berada di atas 1. Kondisi itu menunjukkan perbaikan sentimen pemegang jangka pendek, tetapi sekaligus membuka ruang bagi aksi ambil untung. Selain itu, Bitcoin berusia lama, termasuk koin yang dikaitkan dengan penambang era 2010, mulai menunjukkan peningkatan aktivitas.

BACA JUGA:  USDC Masuk Premier League, Circle Jadi Sponsor Utama Chelsea

Karena itu, XWIN Japan menempatkan US$82.000–US$83.000 sebagai ujian penting bagi harga Bitcoin. Kemampuan permintaan spot menyerap pasokan dan mendorong BTC melewati area tersebut secara meyakinkan akan menentukan apakah perbaikan struktur pasar dapat berkembang menjadi breakout yang lebih kuat.

Jika permintaan spot gagal memberikan konfirmasi, tingginya pasokan di bursa dan leverage derivatif tetap menjadi faktor risiko bagi pasar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait