Pasar kripto global belum memasuki fase altcoin season. Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa mayoritas altcoin masih berada dalam tekanan kuat, sementara arus likuiditas justru semakin terkonsentrasi pada Bitcoin.
Temuan ini disampaikan oleh analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant, yang menilai bahwa reli pasar kripto dalam beberapa waktu terakhir belum bersifat merata dan belum didukung oleh penguatan luas di sektor altcoin.
Berdasarkan data terbarum rata-rata performa altcoin saat ini tercatat turun sekitar 27 persen di bawah simple moving average (SMA) 200 hari. Penurunan tajam tersebut menjadi indikator utama melemahnya minat risiko investor terhadap aset alternatif.

Kondisi ini sekaligus menegaskan bahwa kenaikan pasar yang terjadi lebih banyak digerakkan oleh Bitcoin, bukan oleh partisipasi kolektif altcoin yang biasanya menjadi ciri utama altcoin season.
Arab Chain menilai bahwa perbedaan kinerja antara Bitcoin dan altcoin mencerminkan perubahan pola aliran modal di pasar kripto. Investor cenderung memilih aset dengan likuiditas tinggi dan risiko relatif lebih rendah di tengah ketidakpastian makro dan absennya katalis baru untuk altcoin.
“Data on-chain menunjukkan bahwa pasar saat ini masih berada dalam fase dominasi Bitcoin, sementara altcoin secara kolektif terus berada di bawah tekanan,” ungkap Arab Chain.
Tekanan Altcoin Terlihat Merata di Berbagai Bursa
Tekanan terhadap altcoin tidak hanya terlihat secara agregat, tetapi juga konsisten di tingkat bursa. Arab Chain mencatat bahwa Binance, sebagai bursa dengan likuiditas terbesar di dunia, mengalami penurunan rata-rata performa altcoin sekitar 30,8 persen.
Angka ini sejalan dengan kondisi yang terjadi di sejumlah bursa besar lain seperti KuCoin, Gate.io dan Bybit, yang menunjukkan pelemahan dengan skala serupa.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan pasar bukan disebabkan oleh faktor teknis atau anomali di satu platform tertentu, melainkan merupakan tren sistemik yang berkaitan dengan arus modal global di pasar kripto.
Investor terlihat menarik likuiditas dari altcoin dan mengonsolidasikannya ke Bitcoin, yang masih dipandang sebagai aset utama dan paling defensif di sektor kripto.
Meski demikian, terdapat beberapa perbedaan kinerja antar-platform. OKX tercatat menunjukkan performa altcoin yang relatif mendekati netral dibandingkan rata-rata pasar.
Perbedaan ini diduga berkaitan dengan variasi komposisi pasangan perdagangan, struktur listing, serta karakteristik perilaku trader di bursa tersebut. Namun, menurut Arab Chain, variasi lokal ini tidak cukup kuat untuk mengubah gambaran besar pasar yang masih didominasi oleh Bitcoin.
Sebaliknya, bursa dengan likuiditas lebih rendah seperti Kraken dan Crypto.com justru mengalami penurunan yang lebih dalam. Hal ini mencerminkan tingginya sensitivitas platform dengan likuiditas terbatas terhadap arus keluar dana, terutama ketika momentum pasar melemah dan investor menghindari risiko.
Likuiditas Terkonsentrasi di Bitcoin, Altcoin Season Tertunda
Secara keseluruhan, data on-chain menegaskan bahwa pasar kripto saat ini belum berada dalam fase altcoin season. Alih-alih terjadi rotasi modal ke altcoin, likuiditas justru semakin terkonsentrasi pada Bitcoin.
Fenomena ini memperkuat dominasi Bitcoin di tengah ketidakpastian arah pasar dan minimnya katalis baru yang mampu mendorong permintaan altcoin secara luas.
Arab Chain menilai bahwa secara historis, kondisi seperti ini sering kali menjadi fase transisi. Pasar dapat bergerak menuju dua arah yang berbeda. Pertama, terjadi rotasi modal yang tertunda, di mana setelah fase dominasi Bitcoin berakhir, likuiditas mulai mengalir ke altcoin dan memicu altcoin season.
Kedua, dominasi Bitcoin justru dapat bertahan lebih lama apabila tidak muncul faktor pendorong baru, seperti pelonggaran kebijakan moneter global, lonjakan adopsi teknologi tertentu, atau sentimen positif yang spesifik terhadap sektor altcoin.
Hingga saat ini, indikator on-chain belum menunjukkan sinyal kuat ke arah rotasi tersebut. Selama altcoin masih bergerak jauh di bawah rata-rata pergerakan jangka panjangnya dan investor tetap bersikap defensif, peluang terjadinya altcoin season dalam waktu dekat dinilai masih terbatas.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



