Dominasi Bitcoin mulai menunjukkan pelemahan setelah mendominasi pasar kripto sepanjang paruh pertama 2026. Analis on-chain XWIN Japan di CryptoQuant menilai momentum kenaikan dominasi Bitcoin mulai kehilangan tenaga, memunculkan kemungkinan rotasi modal ke altcoin dan membuka peluang awal fase altseason.
Pergeseran ini terlihat dari kombinasi data teknikal, volume perdagangan altcoin, serta perubahan pola historis yang sebelumnya muncul menjelang reli besar altcoin pada siklus 2017 dan 2021.
Dalam analisis terbarunya, XWIN Japan menyebut pelemahan dominasi Bitcoin ditandai dengan bearish crossover pada indikator MACD di grafik Bitcoin Market Cap Dominance. Menurutnya, sinyal ini bukan sekadar koreksi teknikal, melainkan potensi perubahan struktur pasar.
“Dominasi Bitcoin mulai kehilangan momentumnya setelah tren naik yang kuat, dan ini bisa menjadi awal rotasi modal ke altcoin,” ungkap XWIN Japan.

Selama semester pertama 2026, pasar kripto bergerak dengan pola yang sangat terpusat pada Bitcoin. Arus masuk Bitcoin ETF spot, akumulasi institusional, serta ketidakpastian ekonomi global membuat investor lebih memilih Bitcoin dibanding aset digital lain.
Kondisi ini mendorong dominasi Bitcoin mendekati 60 persen, sementara sebagian besar altcoin tertinggal dalam performa harga.
Fase Altseason Kembali Terbaca dari Lonjakan Volume Altcoin
Perubahan mulai terlihat dari data volume perdagangan. XWIN Japan menyoroti temuan analis CryptoOnchain di CryptoQuant yang menunjukkan rata-rata volume perdagangan altcoin selama 30 hari kini telah melampaui rata-rata 365 hari dalam indikator CEX Volume Ratio.
Dalam siklus sebelumnya, pola serupa menjadi awal pergerakan besar altcoin, terutama Ethereum dan aset lapis kedua lainnya.
Secara harga, beberapa altcoin mulai menunjukkan penguatan lebih agresif dibanding Bitcoin. Solana dan Sui tercatat membukukan kenaikan dua digit dalam waktu singkat, sementara Ethereum masih bergerak stabil. Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa aliran modal mulai meluas keluar dari Bitcoin.

Sinyal tambahan juga muncul dari grafik kapitalisasi pasar altcoin di luar Bitcoin (TOTAL2). Data teknikal menunjukkan fase awal altseason mulai terbentuk sejak Kamis (7/5/2026), setelah indikator Moving Average 55 hari menembus ke atas Moving Average 105 hari di time frame harian.
Pola golden cross ini sebelumnya pernah muncul pada 30 Mei 2025, yang kemudian diikuti fase ekspansi besar altcoin dalam beberapa bulan berikutnya.
Saat ini, kapitalisasi pasar altcoin berada di kisaran US$1,04 triliun, naik dari area dasar US$900 miliar hingga US$950 miliar yang terbentuk pada kuartal pertama 2026.
Secara teknikal, resistance utama berada di area US$1,08 triliun hingga US$1,11 triliun, sementara support kuat berada di sekitar US$990 miliar.
Dasar Harga Bitcoin Dinilai Belum Terbentuk Sepenuhnya
Meski dominasi Bitcoin mulai melemah, tidak semua analis melihat pasar telah sepenuhnya keluar dari fase tekanan. Analis CryptoZ menilai pasar masih terlalu cepat menyimpulkan bahwa dasar harga Bitcoin telah terbentuk.

Dalam analisisnya, ia menilai pasar baru berjalan sekitar 212 hari dalam fase bearish, atau belum mencapai dua pertiga dari rata-rata durasi bear market sebelumnya.
CryptoZ memperingatkan bahwa banyak tanda pembentukan dasar harga yang valid belum muncul, seperti low sweep berulang, perubahan struktur mingguan, atau kapitulasi besar. Ia menilai Bitcoin masih berpotensi turun lebih dalam jika belum mampu menembus level US$97.000 untuk membatalkan struktur bearish jangka tinggi.

Pandangan serupa datang dari analis Niels yang memperkirakan Bitcoin masih akan menguji area US$60.000 pada 2026 sebelum mengalami penurunan tambahan 15 persen hingga 20 persen menuju area US$50.000 sebagai dasar siklus atau bottom.
Di tengah tekanan itu, data on-chain menunjukkan holder jangka panjang Bitcoin masih belum melakukan distribusi besar. Metrik seperti Profit/Loss Margin dan MVRV juga masih berada di bawah puncak siklus sebelumnya, yang menunjukkan pasar secara keseluruhan belum memasuki fase euforia penuh.
Kini, arah pasar bergantung pada apakah dominasi Bitcoin kembali menguat atau terus melemah. Jika pelemahan berlanjut dan volume altcoin terus meningkat, pola historis menunjukkan altseason bisa menjadi fase berikutnya.
Namun jika Bitcoin kembali mengambil alih arus modal, pasar kripto kemungkinan masih akan bergerak dengan pola yang sama seperti enam bulan terakhir.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


