Dominasi Tether (USDT) di pasar kripto kembali menunjukkan pelemahan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Data teknikal yang dibagikan analis kripto Master Ananda memperlihatkan bahwa indeks Tether Dominance (USDT.D) terus bergerak dalam tren bearish, menandakan semakin besarnya aliran dana dari stablecoin ke aset kripto berisiko seperti Bitcoin dan altcoin.
Dalam pembaruan terbarunya, Master Ananda mencatat bahwa USDT.D membentuk lower high keempat sejak 21 November 2025. Pola ini mengonfirmasi tekanan jual berkelanjutan pada dominasi USDT.

Secara teknikal, indeks tersebut juga diperdagangkan di bawah Exponential Moving Average (EMA) 34 pada grafik harian, yang kini berfungsi sebagai level resistance utama.
Kondisi ini menjadi sorotan karena merupakan kali pertama sejak akhir April 2025 USDT.D turun di bawah EMA34 setelah sebelumnya mencetak puncak besar. Pada periode tersebut, pasar kripto secara keseluruhan memasuki fase penguatan yang luas.
Kesamaan struktur teknikal antara situasi saat ini dan April 2025 memunculkan ekspektasi bahwa fase ekspansi pasar dapat kembali terjadi.
Master Ananda menegaskan bahwa pelemahan dominasi USDT mencerminkan perubahan perilaku investor yang mulai mengalihkan dana dari stablecoin ke aset kripto.
“Penurunan dominasi USDT berarti semakin banyak dana yang mengalir ke aset kripto, dan ini biasanya menjadi tanda awal penguatan pasar,” ujar Master Ananda.
Dalam satu fase pasar yang sama, pergerakan altcoin sering kali menguat seiring sentimen bullish yang meluas di seluruh ekosistem kripto.
Arus Dana Berpindah ke Bitcoin dan Altcoin
Penurunan USDT.D terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap aset digital selain stablecoin. Ketika pelaku pasar menukar USDT untuk membeli Bitcoin atau altcoin, persentase dominasi USDT otomatis menurun. Fenomena ini umumnya dianggap sebagai indikator meningkatnya selera risiko di pasar.
Master Ananda menjelaskan bahwa kondisi saat ini bukanlah pergerakan yang bersifat spontan. Tren bearish USDT.D telah terbentuk selama beberapa bulan melalui rangkaian lower high.
Namun, dalam sekitar satu setengah bulan terakhir, pergerakan indeks relatif sempit dan cenderung bergerak sideways. Pola ini mencerminkan fase konsolidasi sebelum terjadinya pergerakan yang lebih kuat.
Menurut analisis tersebut, fase konsolidasi yang berkepanjangan sering kali diikuti oleh pergerakan tajam. Dalam konteks USDT.D, penurunan cepat atau flash crash justru diartikan sebagai sinyal positif bagi pasar kripto, karena menunjukkan percepatan arus dana ke aset digital.
Kondisi pasar saat ini juga dinilai selaras dengan pandangan analis lain, termasuk Chiefy, yang memetakan pola siklus bull run 2026.

Dalam skenario yang diuraikan Chiefy, Januari diperkirakan berada dalam fase uptrend, Februari diwarnai reli Bitcoin, dan Maret menjadi periode Altcoin Season. Setelah itu, April berpotensi mengalami bull trap, diikuti panic selling pada Mei, dan memasuki fase bear market pada Juni.
Meski pola tersebut bersifat proyeksi, kesesuaiannya dengan pergerakan USDT.D saat ini memperkuat asumsi bahwa pasar sedang berada dalam tahap awal ekspansi, khususnya menjelang fase Altcoin Season.
Momentum Pasar Mulai Terbentuk dari Fase Konsolidasi Panjang
Kesamaan kondisi teknikal antara periode sekarang dan April 2025 menjadi salah satu dasar utama optimisme pasar. Pada saat itu, penurunan dominasi USDT bertepatan dengan lonjakan harga Bitcoin dan penguatan luas di sektor altcoin.
Dengan USDT.D kembali berada di bawah EMA34, banyak pelaku pasar melihat peluang terjadinya skenario serupa.
Master Ananda menyoroti bahwa tekanan jual terhadap dominasi USDT tidak hanya bersifat jangka pendek. Pola empat lower high yang terbentuk sejak November 2025 menunjukkan bahwa pelemahan ini telah melalui proses yang matang.
Konsolidasi selama lebih dari satu bulan juga mengindikasikan bahwa pasar sedang mengumpulkan momentum.
“Ketika konsolidasi berlangsung cukup lama, pergerakan berikutnya biasanya kuat dan cepat,” ujar Master Ananda, merujuk pada potensi penurunan lanjutan USDT.D yang bisa memicu lonjakan minat terhadap aset kripto.
Bagi pelaku pasar, pelemahan dominasi USDT sering dipantau sebagai indikator sentimen risiko. Semakin rendah dominasi stablecoin, semakin besar porsi modal yang masuk ke aset dengan volatilitas lebih tinggi.
Dalam konteks ini, altcoin kerap menjadi penerima manfaat utama karena menawarkan potensi imbal hasil yang lebih besar dibandingkan Bitcoin dalam fase tertentu.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



