Dominasi Whale XRP Kian Gacor, Investor Ritel Malah Begini

Aktivitas whale XRP di bursa kripto melonjak ke level tertinggi sejak 2024, menandai perubahan besar dalam struktur pasar aset digital tersebut.

Data on-chain dari analis Amr Taha di CryptoQuant menunjukkan dominasi arus keluar XRP kini semakin dikuasai pemegang besar, sementara partisipasi investor ritel justru menyusut ke titik terendah dalam dua tahun terakhir.

XRP Binance Whale

Berdasarkan data terbaru, dominasi whale XRP di Binance tercatat mencapai 91,4 persen, sedangkan dominasi investor ritel hanya tersisa 8,4 persen.

Kondisi serupa juga terjadi secara luas di seluruh bursa terpusat atau centralized exchange (CEX), dengan whale XRP yang menguasai 90,5 persen dari total outflow, sementara porsi investor kecil turun ke 9 persen.

XRP CEX whale

Perubahan ini terjadi ketika harga XRP diperdagangkan di level US$1,41, setara Rp24.681 per koin, dengan kenaikan 1,56 persen dalam 24 jam terakhir. Pergerakan harga itu memperlihatkan pasar masih aktif, tetapi struktur pemain di balik transaksi mulai berubah signifikan.

“Kesimpulan utamanya jelas, outflow XRP sekarang didominasi whale, bukan lagi investor ritel, baik di Binance maupun di seluruh centralized exchange,” ungkap Amr Taha.

BACA JUGA:  Harga Kripto Hari Ini 1 Mei 2026: ETH dan ADA Lagi Ngunci Tenaga, Siap Meledak?

Struktur Outflow Berubah, Whale XRP Ambil Kendali

Amr Taha menjelaskan bahwa sinyal penting dari data ini bukan sekadar XRP keluar dari bursa, tetapi siapa yang mendorong perpindahan itu. Dalam konteks on-chain, identitas pelaku transaksi sering menjadi indikator penting untuk membaca arah pasar berikutnya.

Menurutnya, dominasi whale XRP saat ini menjadi salah satu pembacaan paling kuat sejak 2024. Ini berbeda jauh dibanding pola pada Juli 2025, ketika investor ritel sempat mendominasi arus keluar XRP di tengah harga yang mendekati puncak siklus sekitar US$3,5.

Kala itu, dominasi ritel menjadi salah satu yang tertinggi dalam indikator, dan tidak lama setelahnya harga XRP anjlok lebih dari 61 persen. Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana struktur pasar yang terlalu berat di investor kecil cenderung lebih rentan terhadap tekanan jual besar.

Kini situasinya berubah. Arus keluar XRP lebih banyak dikendalikan whale XRP, baik di Binance maupun lintas bursa global.

Meski begitu, Amr Taha menegaskan bahwa outflow besar belum otomatis berarti akumulasi, karena perpindahan aset bisa terjadi untuk berbagai tujuan, termasuk penyimpanan pribadi atau redistribusi.

BACA JUGA:  Pengguna Apple Tak Aman? Waspada Malware Kripto Baru dari Lazarus!

Divergensi Muncul di XRP, Arah Besar Segera Ditentukan

Di tengah dominasi whale XRP yang menguat, analis teknikal Xaif melihat struktur harga XRP masih berada dalam fase rawan. Dalam analisisnya, Xaif mencatat adanya hidden bearish divergence yang mulai terbentuk.

XRP analisis 6 mei

Ia menyoroti harga XRP yang saat ini terjepit dalam pola triangle di area support utama, sementara indikator RSI mulai mencetak lower high meski harga relatif bergerak datar. Kondisi itu dinilai sebagai sinyal tekanan tersembunyi yang dapat memicu pergerakan tajam jika salah satu sisi pola tertembus.

Sementara itu, analis lain, ChartNerd, melihat struktur makro XRP masih memiliki fondasi bullish. Ia mencatat sejak 2020, pembalikan arah besar XRP selalu terbentuk di garis ascending support utama yang terus bertahan hingga sekarang.

XRP analisis terbaru 6 mei

Dalam skenario itu, ChartNerd memetakan target Fibonacci Extension XRP di area US$8, US$13, hingga US$27 jika pola historis kembali berulang.

Bursa Rusia Resmi Luncurkan Indeks XRP

Di sisi lain, perkembangan baru datang dari Moscow Exchange yang resmi meluncurkan indeks baru bernama MOEXXRP pada Selasa (5/5/2026). Indeks ini dirancang untuk melacak pergerakan harga XRP secara real-time dan menjadi langkah penting dalam integrasi XRP ke sistem pasar keuangan formal.

BACA JUGA:  Revisi UU P2SK Dorong Sentralisasi, Industri Kripto Mulai Gelisah

Peluncuran indeks seperti MOEXXRP dinilai sebagai fondasi awal sebelum produk keuangan lain berkembang, termasuk derivatif atau instrumen investasi berbasis XRP. Dalam praktik pasar tradisional, indeks biasanya menjadi pintu masuk sebelum aset mendapat eksposur yang lebih luas di kalangan institusi.

Secara keseluruhan, perubahan struktur outflow XRP saat ini menunjukkan pergeseran kekuatan pasar yang semakin condong ke pemegang besar, sementara investor ritel justru makin tersisih dari aktivitas utama.

Pola seperti ini menandakan bahwa pergerakan XRP kini lebih banyak dikendalikan pemain bermodal besar, sehingga dinamika harga ke depan berpotensi lebih dipengaruhi strategi whale dibanding sentimen ritel seperti pada siklus sebelumnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait