Dominasi Whale XRP Mulai Melemah, Pertanda Apa?

Dominasi aktivitas whale XRP di Binance mulai menunjukkan tanda perubahan setelah selisih antara arus keluar whale dan trader ritel kembali menyempit ke level terendah sejak Mei 2024. Temuan tersebut diungkap analis on-chain Amr Taha di CryptoQuant melalui indikator Binance Whale vs Retail Spread yang kini kembali menguji area 88,3 persen.

Meski whale XRP masih menjadi kekuatan utama dalam arus keluar XRP di Binance, Amr Taha menilai struktur aliran XRP mulai bergerak menjauh dari kondisi yang sebelumnya sangat didominasi pemain besar saat fase bullish kuat terjadi.

Kondisi itu dianggap cukup penting karena penurunan spread kembali terjadi di area low yang sama dalam bulan yang sama, bukan sekadar fluktuasi jangka pendek biasa.

Struktur Arus Whale XRP Mulai Berubah

Dalam laporannya, Amr Taha menjelaskan indikator Binance Whale vs Retail Spread digunakan untuk mengukur selisih dominasi antara outflow atau arus masuk whale dan ritel di Binance. Aktivitas whale dihitung dari transaksi penarikan di atas 10.000 XRP, sementara aktivitas retail berasal dari outflow di bawah 10.000 XRP.

XRP Whale ritel 29 mei

Menurutnya, semakin rendah spread tersebut, maka dominasi whale XRP terhadap aktivitas retail mulai berkurang dibanding periode sebelumnya. Meski ritel belum mengambil alih kontrol pasar, perubahan struktur ini menunjukkan arus XRP di Binance mulai menjadi lebih satu sisi dibanding fase-fase bullish sebelumnya.

BACA JUGA:  WXRP Bawa Ripple ke Berbagai Jaringan Blockchain, Ini Cara Kerjanya!

“Para investor besar (whale) terus mendominasi arus keluar XRP di Binance, tetapi kesenjangan antara aktivitas mereka dan aktivitas para trader ritel kian melebar,” ujar Amr Taha.

Ia juga menegaskan bahwa indikator tersebut tidak bisa langsung dianggap sebagai sinyal bullish maupun bearish. Sebab, metrik tersebut berbasis data outflow Binance sehingga lebih mencerminkan perubahan struktur penarikan aset dibanding tekanan jual langsung di pasar spot.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Namun demikian, pengujian ulang area low yang sama sejak Mei 2024 dinilai memperkuat indikasi bahwa struktur distribusi whale XRP mulai berubah.

Dalam kondisi normal, satu kali penurunan indikator mungkin masih dapat diabaikan. Akan tetapi, retest berulang di zona yang sama biasanya menunjukkan adanya pergeseran perilaku pelaku pasar yang lebih signifikan.

Perubahan struktur itu juga muncul di tengah kondisi pasar XRP yang masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah volatilitas tajam beberapa hari terakhir.

Zona Recovery XRP Mulai Terbentuk Pasca Liquidity Sweep

Di sisi lain, analis teknikal RISK melihat XRP mulai menunjukkan tanda stabilisasi setelah sempat mengalami liquidity sweep tajam usai kehilangan support US$1,30. Dalam analisisnya, harga XRP sempat turun cepat menuju zona likuiditas sekitar US$1,27 sebelum buyer masuk agresif dan menahan tekanan bearish lanjutan.

BACA JUGA:  Influencer Kripto Ini Ejek Rupiah Usai USD Tembus Rp17.500

XRP analisis 29 mei

Menurut RISK, pantulan yang terjadi dari area bawah berlangsung cukup cepat dan menunjukkan adanya penyerapan demand yang kuat di area low. Setelah rebound tersebut, XRP mulai membangun struktur konsolidasi baru dengan pola higher low bertahap yang mengindikasikan momentum perlahan mulai kembali berpihak kepada buyer.

Ia menilai area resistance terdekat kini berada di kisaran US$1,31 hingga US$1,315. Jika area supply tersebut berhasil direbut kembali, XRP berpotensi membuka ruang kenaikan menuju likuiditas di atas high terbaru.

Sebaliknya, apabila support saat ini gagal dipertahankan, XRP masih berisiko mengalami sweep ulang menuju area demand yang lebih rendah sebelum recovery berkelanjutan benar-benar terbentuk.

RISK juga menilai pasar XRP saat ini masih berada dalam fase pemulihan setelah membersihkan likuiditas sisi bawah. Karena itu, pelaku pasar mulai memantau arah pergerakan berikutnya untuk menentukan apakah XRP mampu membangun momentum bullish jangka pendek baru atau justru kembali tertekan.

Struktur Siklus Lama Kembali Muncul

Sementara itu, analis teknikal ChartNerd melihat XRP mulai kembali membentuk pola siklus besar yang mirip dengan struktur sebelum reli eksplosif tahun 2017.

Dalam grafik jangka panjang yang dibagikannya, XRP terlihat beberapa kali membangun fase akumulasi bertahap melalui pola “Base 1,” “Base 2,” hingga “Base 3” tepat di bawah area resistance multi-tahun.

BACA JUGA:  Harga Kripto Hari Ini 20 Mei 2026: PENGU Memanas, Siap Melejit Lagi

XRP analisis terbaru 29mei

Menurutnya, struktur bullish jangka panjang XRP masih tetap valid selama ascending trendline utama sejak 2020 mampu dipertahankan. Area support penting saat ini berada di kisaran US$1 hingga US$1,30 yang menjadi fondasi fase “Base 3” terbaru.

Di sisi resistance, area paling krusial berada di sekitar puncak 2025 di kisaran US$3 hingga US$3,40. Zona tersebut menjadi batas utama yang harus ditembus apabila XRP ingin memasuki fase bullish besar berikutnya.

ChartNerd menilai pola historis XRP menunjukkan breakout besar biasanya muncul setelah fase “Base 3” selesai terbentuk dan seller mulai kehilangan momentum.

Karena itu, trader kini mulai memantau apakah pola siklus lama XRP akan kembali terulang seiring mulai melemahnya dominasi whale XRP di Binance dan munculnya struktur pemulihan harga jangka pendek.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait