Dompet Bitcoin 13 Tahun Mendadak Bergerak, 416 BTC Pindah ke Mana?

Dua dompet Bitcoin yang menyimpan aset sejak 2013 mendadak kembali aktif setelah lebih dari satu dekade, memindahkan total 416,69 BTC senilai sekitar US$33,82 juta. Pergerakan tersebut terjadi pada Sabtu (17/10/2026) waktu UTC, atau Minggu dini hari (18/10/2026) waktu Indonesia Barat.

Aktivitas tidak biasa ini pertama kali diungkap perusahaan pemantau blockchain Onchain Lens melalui laporan terbarunya di media sosial. Dua alamat yang sebelumnya tidak mengeluarkan simpanan Bitcoin dalam jumlah besar selama sekitar 12 hingga 13 tahun itu akhirnya melakukan transaksi pada hari yang sama.

BTC dompet 19 oktber

Alamat pertama memindahkan sekitar 167,84 BTC senilai US$13,62 juta, sedangkan alamat kedua mengeluarkan 248,85 BTC dengan nilai sekitar US$20,20 juta. Keduanya tercatat telah menerima simpanan BTC sejak 2013, ketika nilai aset kripto tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan sekarang.

Namun, penelusuran lebih lanjut terhadap transaksi di jaringan Bitcoin mengungkap detail menarik. Dana dari kedua dompet Bitcoin tersebut ternyata tidak sekadar berpindah ke satu alamat tujuan, melainkan digabungkan dengan sejumlah input lain sebelum didistribusikan ke banyak alamat berbeda.

Transaksi Bitcoin Ternyata Melibatkan 471 BTC dan 15 Alamat Penerima

Berdasarkan catatan transaksi yang ditampilkan Whale Alert, perpindahan tersebut berlangsung pada 17 Oktober 2026 pukul 17.52 UTC atau 18 Oktober pukul 00.52 WIB.

Transaksi yang dikonfirmasi dalam blok 971.894 itu memiliki tujuh input dan 16 output, dengan total dana yang diproses mencapai sekitar 471,10 BTC.

Dari tujuh input tersebut, sekitar 416,69 BTC berasal dari dua dompet Bitcoin lama yang menjadi sorotan. Sementara itu, sekitar 54,41 BTC lainnya berasal dari input tambahan yang terkait dengan dua alamat berbeda.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Kocak! Bot Pump.fun Niat Bantu Memecoin Terbang, Malah Boncos US$3,5 Juta

Setelah seluruh input digabungkan, sebagian besar dana didistribusikan melalui 15 output menuju alamat Bitcoin berformat SegWit yang diawali karakter bc1q.

Masing-masing alamat menerima jumlah berbeda, mulai dari sekitar 10,49 BTC hingga 43,78 BTC. Secara keseluruhan, kelima belas alamat tersebut menerima sekitar 471,1003 BTC.

Satu output tambahan dalam jumlah sangat kecil, yakni 0,00005554 BTC, dikirim kembali ke salah satu alamat lama. Dengan demikian, transaksi tersebut memiliki total 16 output, bukan hanya 15.

Menariknya, biaya jaringan untuk memproses transaksi bernilai puluhan juta dolar AS ini hanya sekitar 0,000034 BTC, atau kurang dari US$3 berdasarkan nilai BTC ketika transaksi berlangsung.

Pada saat artikel ini disusun, penelusuran terhadap alamat penerima juga belum menunjukkan pengeluaran lanjutan dari 15 alamat utama tersebut. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa dana masih berada di alamat penerima yang teridentifikasi pada saat pemeriksaan dilakukan.

Meski demikian, pola distribusi dana tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa seluruh alamat penerima dikendalikan oleh satu pemilik. Tidak diketahui pula apakah transaksi dilakukan untuk memindahkan aset ke sistem penyimpanan baru, mengatur kembali kepemilikan, atau tujuan lainnya.

Hal yang juga penting, tidak ditemukan bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa perpindahan 416,69 BTC tersebut merupakan penjualan melalui bursa kripto.

BACA JUGA:  Bitcoin Jelang Uptober Setelah September Menghijau, Sejarah Bilang Apa?

Dompet Bitcoin Era 2013, Nilai Asetnya Naik Ratusan Kali Lipat

Riwayat blockchain menunjukkan bahwa kedua dompet Bitcoin tersebut berasal dari periode ketika BTC masih berada pada tahap awal pertumbuhan ekosistemnya.

Berdasarkan rekam aktivitas alamat pertama di BitInfoCharts, alamat berawalan 1ECHiGy mulai menerima Bitcoin pada 20 Agustus 2013.

dompet BTC

Pada hari tersebut, alamat itu menerima sekitar 61,63 BTC. Simpanannya kemudian bertambah melalui penerimaan 49,70 BTC pada 19 September dan sekitar 56,51 BTC pada 2 Oktober 2013.

Ketiga penerimaan besar tersebut membentuk saldo sekitar 167,84 BTC yang akhirnya dikeluarkan dalam transaksi 17 Oktober 2026.

Sementara itu, riwayat dompet Bitcoin kedua memperlihatkan bahwa alamat berawalan 12txLhf menerima sekitar 248,85 BTC pada 12 November 2013, ketika harga Bitcoin berada di kisaran US$369.

Selama bertahun-tahun, kedua alamat tersebut memang masih menerima sejumlah transaksi masuk dalam nominal sangat kecil, termasuk kiriman yang lazim disebut dust. Namun, simpanan utama mereka tidak dikeluarkan hingga transaksi besar pada Oktober 2026.

Berdasarkan penghitungan nilai pasar historis dari masing-masing penerimaan besar pada 2013, total 416,69 BTC tersebut memiliki nilai sekitar US$110.459 ketika pertama kali diterima.

Dibandingkan estimasi nilai US$33,82 juta saat pemindahan pada Oktober 2026, nilainya telah meningkat sekitar 306 kali lipat.

Artinya, aset yang pada 2013 bernilai sekitar US$110 ribu telah berkembang menjadi lebih dari US$33 juta hanya dari perubahan harga Bitcoin selama periode penyimpanannya.

BACA JUGA:  10.000 Token Saham Siap Masuk Solana, Siap Digoreng Ala Meme Coin?

Meski demikian, angka tersebut merupakan perbandingan nilai pasar pada dua periode berbeda, bukan bukti keuntungan perdagangan yang telah direalisasikan. Tidak tersedia informasi mengenai harga pembelian sebenarnya, biaya perolehan, ataupun identitas pemilik dompet Bitcoin tersebut.

Fenomena aktifnya kembali dompet Bitcoin lama sebenarnya bukan kejadian pertama. Sebelumnya, Blockchainmedia juga memberitakan dompet Bitcoin berusia 12 tahun yang memindahkan sekitar 400 BTC senilai lebih dari US$40 juta pada September 2025.

Pergerakan semacam ini sering menarik perhatian karena blockchain Bitcoin menyimpan catatan transaksi yang dapat ditelusuri secara publik, termasuk aset yang telah bertahun-tahun tidak berpindah.

Namun, aktivitas dari alamat lama tidak otomatis menunjukkan aksi ambil untung. Perpindahan antar dompet juga dapat terjadi tanpa perubahan kepemilikan ataupun transaksi jual beli.

Untuk kasus terbaru ini, pertanyaan mengenai siapa yang mengendalikan kedua dompet Bitcoin serta mengapa aset senilai puluhan juta dolar AS tersebut baru dipindahkan setelah lebih dari satu dekade masih belum terjawab.

Yang sudah dapat dipastikan adalah 416,69 BTC dari dua alamat era 2013 telah kembali bergerak dan menjadi bagian dari transaksi yang mendistribusikan lebih dari 471 BTC ke sejumlah alamat baru.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait