Bekerja di salah satu crypto exchange terbesar di dunia memang sangat menggiurkan, mulai dari kompensasi hingga peluang karier. Namun, akses terhadap informasi internal yang bersifat sensitif juga berisiko membuka godaan besar. Itulah yang kembali terjadi di Binance.
Binance Bongkar Aksi Karyawan Nakal
Berdasarkan tweet yang diunggah pada Senin (08/12/2025), Binance mengungkap bahwa tim audit menerima laporan tentang pegawai yang menyalahgunakan informasi non-publik dengan memposting konten di akun Binance Futures kurang dari satu menit setelah sebuah token diterbitkan.
Menanggapi laporan tersebut, Binance bergerak cepat. Karyawan yang bersangkutan langsung di suspend, dan pihak bursa menghubungi otoritas terkait di yurisdiksi tempat karyawan tersebut bekerja untuk membuka kemungkinan tindakan hukum.
“Tindakan ini merupakan penyalahgunaan jabatan untuk keuntungan pribadi dan juga melanggar kebijakan serta kode etik profesional di Binance,” tulis mereka dalam pernyataan resminya.
Di sisi lain, Binance menegaskan komitmennya terhadap transparansi dengan membeberkan temuan kepada publik secara terbuka di X. Ini menunjukkan bahwa bursa kripto itu memilih transparansi, bukan menyelesaikan masalah secara tertutup.
Binance Hadapi Déjà Vu Kasus Insider Trading
Kasus ini juga menyoroti peran besar komunitas. Binance mengonfirmasi bahwa hadiah senilai US$100.000 akan dibagikan secara merata kepada beberapa pelapor paling awal yang memberikan laporan valid melalui kanal resminya.
“Kami juga menyadari bahwa beberapa laporan dibagikan secara publik di platform X. Kami sangat menghargai upaya tersebut. Namun, demi melindungi kepentingan para whistleblower, hadiah hanya berlaku untuk laporan valid yang dikirimkan melalui kanal resmi kami,” tegasnya.
Namun, kasus insider trading ini bukanlah yang pertama. Pada Maret lalu, Binance Wallet juga sempat menangguhkan seorang pegawai setelah anggota komunitas menemukan adanya upaya front-running terkait sebuah token generation event (TGE).
Karyawan tersebut membeli token dalam jumlah besar melalui beberapa wallet crypto terhubung sebelum pengumuman resmi, lalu menjual sebagian posisinya saat peluncuran untuk memperoleh keuntungan besar.
Melihat pola berulang ini, Binance kembali menegaskan “zero tolerance” terhadap semua bentuk penyalahgunaan akses. Mereka berjanji memperketat kontrol internal serta memperbaiki prosedur untuk menutup semua celah potensi penyalahgunaan di masa depan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



