Drama panjang meme coin LIBRA akhirnya menemui titik akhir. Presiden Argentina Javier Milei, yang namanya terseret sejak token tersebut ambruk pada 2025, kini lolos dari penyelidikan pidana terkait dugaan penipuan.
Hakim Hentikan Kasus Milei, Tak Temukan Skema Penipuan
Dikutip dari laporan Reuters yang dipublikasikan pada Sabtu (24/10/2026), hakim federal Argentina Marcelo Martinez de Giorgi menghentikan penyelidikan terhadap Javier Milei dan adiknya, Karina Milei.
Penyelidikan sebelumnya menyoroti peran Milei ketika mempromosikan LIBRA melalui akun X pada Februari 2025. Unggahan itu memicu reli singkat, sebelum kemudian dihapus ketika kontroversi mulai membesar.
Martinez de Giorgi mengakui posisi Milei sebagai presiden bisa membuat peluncuran LIBRA memperoleh dampak besar. Namun, pengaruh tersebut belum cukup untuk membuktikan adanya tindak pidana.
Menurut hakim, status politik dan unggahan Milei memperkuat perhatian terhadap proyek tersebut, tetapi kedua faktor itu tidak otomatis menunjukkan rencana terkoordinasi untuk menipu investor.
“Hal-hal tersebut, dengan sendirinya, tidak membentuk suatu skema penipuan,” tulis Martinez de Giorgi dalam putusannya.
Berawal dari Satu Unggahan, LIBRA Sempat Terbang Gila-gilaan
Untuk memahami mengapa kasus ini begitu besar, ceritanya perlu ditarik kembali ke Februari 2025. Saat itu, LIBRA muncul sebagai token yang diklaim dapat membantu mendanai usaha kecil dan startup Argentina.
Milei ikut mempromosikan proyek tersebut melalui akun X miliknya. Efeknya instan, harga LIBRA melonjak dari sekitar US$0,07 hingga US$4,6 dengan kapitalisasi pasar yang menyentuh US$4,5 miliar.
Euforia itu bertahan sebentar. Laporan sebelumnya mencatat sebagian besar suplai LIBRA terkonsentrasi pada kelompok dompet tertentu, sementara Bubblemaps menyoroti struktur kepemilikan yang sangat terpusat.
Situasinya kemudian berubah drastis ketika likuiditas ditarik dari pasar. Harga LIBRA terjun menuju US$0,2, sementara tim di balik proyek dilaporkan telah menarik USDC dan SOL senilai puluhan juta dolar.
Milei lantas menghapus unggahannya dan menjauhkan diri dari proyek tersebut. Ia menyatakan dukungan awal diberikan tanpa mengetahui detail mengenai LIBRA dan berhenti setelah memahami situasinya.
“Saya tidak mengetahui detail proyek tersebut, dan setelah mengetahuinya, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan menyebarkan informasi,” ujar Milei ketika menjelaskan alasan di balik penghapusan unggahan promosinya.
Jejak US$99 Juta dan Rug Pull Tak Cukup Menjerat Milei
Kontroversi semakin panas setelah peneliti blockchain menemukan sekitar US$99 juta aset kripto ditarik dari pasar melalui delapan dompet yang dikaitkan dengan pihak pembuat token LIBRA.
Kamar fintech Argentina bahkan sempat menilai peristiwa itu berpotensi menyerupai rug pull, pola ketika pengembang menarik minat dan likuiditas investor sebelum melepas kepemilikan mereka secara agresif.
Nama pengusaha AS Hayden Davis ikut terseret karena ia menyebut dirinya sebagai penasihat peluncuran LIBRA. Davis juga mengakui memegang hampir US$100 juta setelah token tersebut ambruk.
Namun, putusan terbaru bukan hanya menguntungkan Milei. Hakim menghentikan penyelidikan terhadap Davis, yang sejak awal membantah melakukan kesalahan terkait peluncuran maupun keruntuhan meme coin tersebut.
Milei sendiri sejak awal mengatakan bertindak dengan itikad baik. Ia baru mengetahui persoalan proyek setelah promosi dilakukan, lalu memilih menghentikan dukungan ketika detail LIBRA mulai terungkap.
“Saya tidak mengetahui detail proyek tersebut dan setelah mengetahuinya, memutuskan untuk tidak melanjutkan memberikan publisitas,” kata Milei, menegaskan kembali pembelaannya setelah LIBRA jatuh.
Meski begitu, runtuhnya LIBRA tetap menjadi pengingat keras tentang kekuatan figur publik di pasar kripto. Satu unggahan mampu mengangkat valuasi miliaran dolar, tetapi kepercayaan bisa hilang hanya dalam hitungan jam.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


