Drama Mt. Gox Belum Usai, Pengembalian Bitcoin Mundur ke 2026

Bursa kripto yang telah lama tutup, Mt. Gox, kembali menunda tenggat waktu penyelesaian pengembalian dana kepada para krediturnya.

Dalam pengumuman terbaru, kurator rehabilitasi menyampaikan bahwa batas akhir pembayaran yang sebelumnya dijadwalkan pada 31 Oktober 2025 kini diundur menjadi 31 Oktober 2026.

Keputusan tersebut diambil dengan persetujuan pengadilan Jepang setelah melihat bahwa sebagian kreditur masih belum menyelesaikan prosedur administratif yang dibutuhkan untuk menerima pembayaran.

“Karena pembayaran kepada kreditur rehabilitasi tersebut diharapkan dapat dilakukan sejauh yang wajar dan praktis, maka Kurator Rehabilitasi, dengan izin pengadilan, telah mengubah batas waktu pembayaran dari 31 Oktober 2025 menjadi 31 Oktober 2026,” demikian bunyi pengumuman tersebut.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Mt. Gox sebelumnya merupakan salah satu bursa kripto terbesar di dunia sebelum mengalami kebangkrutan pada tahun 2014 akibat insiden peretasan yang menyebabkan hilangnya sekitar 850.000 Bitcoin.

Sejak saat itu, upaya hukum dan proses rehabilitasi terus berjalan untuk mengembalikan dana kepada para kreditur yang terdampak.

BACA JUGA:  Sharpe Ratio Kasih Alarm, Bitcoin Masuk Fase Kritis Jelang Titik Balik?

Sebagian Pembayaran Sudah Berjalan, Namun Belum Merata

Menurut informasi yang disampaikan oleh pihak kurator, sekitar 19.500 kreditur telah menerima sebagian pembayaran dalam bentuk Bitcoin (BTC), Bitcoin Cash (BCH), maupun fiat. Mereka merupakan kreditur yang telah menyelesaikan seluruh proses verifikasi identitas, rekening tujuan, hingga dokumen administratif sesuai ketentuan.

Namun demikian, sebagian besar kreditur lainnya masih menunggu. Penundaan ini terutama disebabkan oleh ketidaklengkapan dokumen, verifikasi yang tertunda, atau masalah teknis terkait penyaluran dana di berbagai yurisdiksi.

Kurator menyatakan bahwa proses yang berjalan melibatkan banyak lembaga keuangan dan pihak berwenang di beberapa negara, sehingga penyelesaiannya membutuhkan waktu tambahan.

Sementara itu, data on-chain dari pengamatan publik menunjukkan bahwa Mt. Gox masih menguasai sekitar 34.689 BTC, dengan nilai mencapai kisaran US$4 miliar berdasarkan harga pasar saat ini. Aset tersebut akan dialokasikan sebagai bagian dari skema pembayaran kepada para kreditur setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.

BACA JUGA:  Epstein Files Picu Spekulasi, Satoshi Nakamoto Diduga Bukan Satu Orang

Seorang analis pasar aset digital menyebut bahwa penundaan ini “memberikan efek langsung pada sentimen pasar,” terutama terkait kekhawatiran potensi tekanan jual (sell-off) apabila Bitcoin dalam jumlah besar tersebut dilepas secara bersamaan. Namun dengan tenggat waktu yang diperpanjang, potensi tekanan tersebut juga tertunda.

Koordinasi Proses Mt. Gox yang Berkepanjangan Membayangi Bitcoin

Penundaan pengembalian dana Mt. Gox menjadi sorotan karena besaran aset yang terlibat dinilai mampu memengaruhi pergerakan harga Bitcoin secara global.

Jika sebagian kreditur memilih menjual aset kripto yang mereka terima, pasar dapat mengalami peningkatan volatilitas. Namun sejauh ini tidak ada indikasi bahwa distribusi akan dilakukan sekaligus dalam jumlah masif.

Bagi kreditur, keputusan ini berarti waktu tambahan untuk menyelesaikan prosedur klaim. Kurator rehabilitasi kembali mengingatkan seluruh pemohon untuk memastikan seluruh data, termasuk informasi rekening dan dokumen administratif, telah sesuai standar untuk menghindari penundaan lebih lanjut.

BACA JUGA:  Menguji Petunjuk Jeffrey Epstein adalah Satoshi Nakamoto

Proses rehabilitasi Mt. Gox telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Meski beberapa perkembangan telah dicapai, penyelesaian penuh masih membutuhkan koordinasi hukum, teknis dan administratif yang rumit.

Dengan perpanjangan tenggat waktu hingga 2026, drama panjang ini menunjukkan bahwa pemulihan pasca-kebangkrutan dalam ekosistem kripto dapat berlangsung jauh lebih lama dari yang diperkirakan.

Hingga saat ini, pihak kurator menyatakan akan terus memberikan pembaruan berkala terkait perkembangan distribusi aset. Para kreditur diminta tetap memonitor pengumuman resmi dan tidak bergantung pada informasi tidak terverifikasi.

Proses pengembalian yang berkepanjangan ini menjadi pengingat bahwa risiko di sektor aset kripto bukan hanya terkait fluktuasi harga, melainkan juga meliputi aspek teknis, kelembagaan dan hukum yang dapat berimplikasi panjang bagi para pemilik aset. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia