Drama Panas CZ Binance vs Bos OKX, Ada Apa Sebenarnya?

Ketegangan lama di industri kripto kembali memanas. Kali ini, konflik lama antara pendiri Binance dan bos OKX kembali mencuat ke permukaan, dipicu oleh rilis buku terbaru milik Changpeng Zhao yang membuka kembali luka lama.

Buku CZ Jadi Pemicu, Api Lama Kembali Menyala

Perilisan buku Freedom of Money: A Memoir of Protecting Users, Resilience, and the Founding of Binance pada April 2026 oleh pendiri Binance menjadi titik awal memanasnya kembali konflik ini.

Dalam buku tersebut, Changpeng Zhao menyinggung berbagai dinamika yang terjadi di masa lalu, termasuk hubungannya dengan para tokoh besar di industri kripto.

Tak butuh waktu lama, respons datang dari pendiri OKX, Xu Mingxing. Ia mengaku sebenarnya tidak ingin kembali membuka isu lama, namun merasa “terseret” oleh isi buku tersebut.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Saya sebenarnya tidak berniat untuk kembali membahas isu lama ini… tetapi karena saya kembali terseret akibat buku tersebut, mari kita luruskan fakta,” ujarnya di X, Rabu (08/04/2026).

Buku Biografi Changpeng Zhao (CZ Binance)
Buku Biografi Changpeng Zhao (CZ Binance)

Pernyataan ini langsung memicu perhatian. Xu Mingxing bahkan kembali mengangkat bukti lama yang sempat beredar lebih dari satu dekade lalu, termasuk video yang menunjukkan dugaan manipulasi kontrak.

Di sinilah drama mulai memanas. Apa yang awalnya hanya nostalgia perkembangan industri kripto, berubah menjadi saling serang yang membuka kembali konflik lama yang belum benar-benar selesai.

BACA JUGA:  450 Juta XRP Tiba-tiba Masuk Binance, Apa yang Disiapkan Whale?

Tuduhan Kontrak Ganda dan Bukti Video

Akar konflik ini ternyata dimulai sejak era OKCoin sekitar 2013–2015. Saat itu, Changpeng Zhao masih bekerja di bawah kepemimpinan Xu Mingxing sebelum akhirnya keluar dan mendirikan Binance.

Salah satu tuduhan paling serius adalah dugaan pemalsuan kontrak. OKCoin menuduh CZ membuat dua versi kontrak berbeda yang dikenal sebagai v7 dan v8. Versi v8 disebut memiliki klausul tambahan berupa “klausul pemutusan 6 bulan”.

Sebagai bukti, pihak OKCoin bahkan merilis video yang diklaim berasal dari verifikasi notaris. Video tersebut memperlihatkan riwayat percakapan QQ yang menunjukkan kedua versi kontrak dikirim pada waktu yang berbeda.

Namun, menurut Xu, pendiri Binance tersebut saat itu membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan jarang menggunakan QQ dan menyebut kemungkinan akunnya diakses oleh pihak lain untuk merekayasa bukti.

“Setelah melihat bukti tersebut, responsnya adalah bahwa ia tidak sering menggunakan QQ, dan akunnya mungkin diakses oleh karyawan OKCoin lain yang direkrut oleh saya. Apakah Anda percaya dengan penjelasan seperti itu?” sindir Xu.

BACA JUGA:  Token TRUMP Melesat, Whale dan Event Eksklusif Jadi Pemicu

Di titik ini, konflik berubah menjadi perang narasi. Bukti lama mulai diangkat kembali, namun interpretasinya tetap menjadi perdebatan hingga kini.

Dari Rekan Jadi Rival, Persaingan Makin Tajam

Hubungan antara CZ dan Xu Mingxing tidak selalu panas. Awalnya, keduanya adalah bagian dari tim yang sama. Namun, perbedaan arah dan negosiasi ekuitas membuat keduanya berpisah jalan.

Setelah keluar dari OKCoin, ia mendirikan Binance, yang kemudian tumbuh menjadi salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Sejak saat itu, hubungan mereka berubah dari kolega menjadi rival langsung.

Ketegangan ini tidak hanya soal bisnis, tetapi juga reputasi. OKCoin dalam pernyataan lamanya bahkan menuduh CZ melakukan berbagai tindakan, mulai dari melebih-lebihkan pengalaman hingga tidak berkontribusi secara teknis.

Sebaliknya, CZ selama bertahun-tahun juga kerap melontarkan kritik terhadap praktik industri, termasuk terhadap bursa lain.

Konflik yang awalnya bersifat internal pun berkembang menjadi rivalitas terbuka antar raksasa kripto. Dan setiap pernyataan publik kini berpotensi menjadi bahan bakar baru.

Mengenal Changpeng Zhao, Mantan CEO Binance dengan Kekayaan Rp120T!

Nama Besar Lain Ikut Terseret dalam Buku CZ

Drama ini semakin kompleks ketika nama lain seperti Li Lin, pendiri Huobi, ikut terseret. Dalam bukunya, Changpeng Zhao menyebut adanya cerita terkait investigasi yang melibatkan sejumlah tokoh besar di industri kripto.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Hari Ini 26 Maret 2026, Rp 1,204 Miliar per BTC

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Xu Mingxing. Ia membantah tuduhan bahwa dirinya pernah “melaporkan” pihak lain kepada otoritas.

Ia bahkan menyebut sejumlah klaim dalam buku pendiri Binance tersebut sebagai informasi yang sepenuhnya menyesatkan, serta menilai narasi tersebut berpotensi merusak reputasi banyak pihak di industri.

Menariknya, hingga kini CZ belum memberikan respons lanjutan terhadap tuduhan terbaru ini. Situasi pun menjadi klasik: klaim berhadapan dengan bantahan, tanpa bukti baru yang benar-benar mampu mengakhiri perdebatan.

Pada akhirnya, konflik ini lebih dari sekadar drama personal. Ini mencerminkan bagaimana sejarah panjang, ego, dan persaingan bisnis dapat saling bertabrakan dan meledak kembali bahkan setelah lebih dari satu dekade berlalu.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait