Dua Perusahaan Borong 2.010 Bitcoin Senilai Hampir US$170 Juta, Akumulasi Korporat Memanas Lagi

Gelombang akumulasi Bitcoin oleh perusahaan kembali menghangat pada awal Oktober 2026. Strive dan Genius Group mengungkap pembelian yang jika digabungkan mencapai 2.010 Bitcoin dengan nilai sekitar US$169,7 juta dalam rentang waktu yang hampir bersamaan.

Porsi terbesar datang dari Strive. Berdasarkan filing Form 8-K yang disampaikan Strive kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), perusahaan membeli 2.000 BTC sepanjang 28 September hingga 2 Oktober 2026 pada harga rata-rata sekitar US$84.422 per BTC, termasuk biaya dan pengeluaran.

Dengan harga pembelian tersebut, Strive menggelontorkan sekitar US$168,84 juta. Transaksi itu mengangkat jumlah Bitcoin yang dimiliki perusahaan dari 27.462 BTC pada 25 September menjadi 29.462 BTC per 2 Oktober.

Hanya beberapa hari setelah periode pembelian Strive berakhir, Genius Group juga mengumumkan kembalinya perusahaan ke pasar Bitcoin. Dua transaksi ini membuat aktivitas cadangan neraca korporat kembali mendapat perhatian, terlebih keduanya terjadi ketika Bitcoin masih diperdagangkan di bawah level US$100.000.

Strive Borong 2.000 Bitcoin dan Masih Pegang Kas Besar

Pembelian terbaru Strive bukan langkah kecil jika dibandingkan dengan posisi cadangan perusahaan sebelumnya. Hingga 30 September 2026, perusahaan tercatat telah memiliki 28.000 BTC dengan nilai wajar sekitar US$2,34 miliar.

Sepanjang kuartal III 2026 saja, Strive mengakumulasi 8.137 BTC pada harga rata-rata US$78.885 per BTC. Total nilai cadangan perusahaan pada akhir September mencapai sekitar US$2,68 miliar, yang mencakup Bitcoin, kas dan kepemilikan saham preferen STRC milik Strategy.

BACA JUGA:  Uptober 2026 Dimulai Tanpa FOMO Bitcoin, Meme Coin Justru Curi Perhatian

Menariknya, akumulasi tersebut berlangsung saat posisi kas Strive juga bertambah. Kas dan setara kas perusahaan naik dari US$248,8 juta pada 25 September menjadi US$284,7 juta pada 2 Oktober.

Manajemen bahkan secara terbuka menyampaikan pandangannya mengenai valuasi aset kripto terbesar tersebut.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“Perusahaan meyakini bahwa harga Bitcoin menarik pada tingkat saat ini,” tulis tim Strive dalam filing tersebut.

Selama harga BTC masih berada di bawah US$100.000, Strive mengatakan sasaran manajemennya adalah meningkatkan dan mempertahankan Amplification Ratio di atas 60 persen. Perusahaan juga menegaskan niatnya untuk tetap tanpa utang.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa akumulasi Bitcoin Strive bukan transaksi satu kali. Perusahaan menggunakan kepemilikan Bitcoin per saham terdilusi sebagai salah satu metrik untuk menilai efektivitas strategi neraca yang dijalankan.

Namun, metrik tersebut juga memiliki batasan. Strive sendiri mengingatkan bahwa imbal hasil Bitcoin dan metrik terkait bukan ukuran tradisional atas imbal hasil investasi maupun indikator yang dapat digunakan secara langsung untuk memprediksi pergerakan harga saham perusahaan.

Genius Group Kembali Akumulasi Bitcoin, Targetnya US$827 Juta

Jika Strive mencuri perhatian lewat besarnya jumlah Bitcoin yang dibeli, cerita Genius Group justru menarik dari sisi kembalinya perusahaan ke strategi treasury setelah sempat terhenti.

Dalam pengumuman resmi Genius Group pada Selasa (6/10/2026), perusahaan mengungkap telah membeli 10 BTC senilai sekitar US$854.000 pada periode 2 hingga 5 Oktober. Harga pembelian rata-ratanya mencapai US$85.364 per BTC.

Dengan demikian, jika digabungkan dengan transaksi Strive, kedua perusahaan mengakumulasi 2.010 Bitcoin senilai sekitar US$169,7 juta dalam periode yang saling berdekatan pada akhir September hingga awal Oktober.

BACA JUGA:  Nekat Beli Kripto LAPTOP Hunter Biden Rp2,9 Miliar, Trader Ini Tahu Sesuatu?

Pembelian Genius Group menjadi langkah awal dari rencana yang jauh lebih besar. Perusahaan menargetkan alokasi hingga US$827 juta untuk cadangan Bitcoin sebagai bagian dari rencana modal senilai US$1,2 miliar.

Selain Bitcoin, perusahaan menargetkan US$800 juta aset berbasis kecerdasan buatan atau AI dengan sasaran total aset mencapai US$2 miliar hingga tahun fiskal 2031.

Genius Group sebelumnya menghadapi hambatan hukum yang membuat perusahaan tidak leluasa menerbitkan saham, menghimpun modal maupun membeli Bitcoin. Hambatan tersebut berubah setelah Pengadilan Banding AS untuk Second Circuit pada 31 Agustus 2026 membatalkan preliminary injunction yang sebelumnya membatasi aktivitas tersebut.

CEO Genius Group Roger James Hamilton menilai pembelian terbaru memang masih kecil, tetapi mempunyai arti strategis.

“Pembelian Bitcoin minggu ini, meskipun dalam jumlah kecil, merupakan sinyal kepada para pemegang saham kami dan kepada pasar bahwa kami memulai kembali strategi akumulasi Bitcoin kami,” ujar Hamilton.

Genius Group berencana mendanai akumulasi Bitcoin dan aset AI melalui kombinasi arus kas operasional, penerbitan sekuritas preferen perpetual serta fasilitas At-The-Market Program. Perusahaan mengatakan saat ini tidak berencana menggunakan pembiayaan utang ataupun menjaminkan Bitcoin yang berada di neraca.

Kembalinya Genius Group ke strategi tersebut juga menarik untuk pembaca Indonesia. Dalam laporan kinerja semester pertama 2026 Genius Group, perusahaan mengungkap peluncuran tahap pertama proyek Genius City senilai US$14 juta di Nuanu Creative City, Bali, pada Agustus lalu.

BACA JUGA:  Pengguna Kripto RI Tumbuh, Tapi Transaksi Lesu? ABI Ungkap Penyebabnya

Aktivitas Strive dan Genius Group juga bukan satu-satunya pembelian Bitcoin oleh perusahaan pada awal Oktober.

Filing terbaru Strategy kepada SEC menunjukkan perusahaan yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar itu membeli lagi 334 BTC senilai US$28,7 juta pada 1 hingga 4 Oktober 2026, dengan harga rata-rata US$85.838,8 per Bitcoin.

Pembelian tersebut membawa total kepemilikan Strategy menjadi 848.000 BTC dengan total biaya akuisisi sekitar US$63,97 miliar.

Jika pembelian Strive, Genius Group dan Strategy dihitung bersama, sedikitnya 2.344 Bitcoin senilai sekitar US$198,4 juta masuk ke neraca ketiga perusahaan dalam periode akhir September hingga awal Oktober.

Deretan transaksi tersebut memperlihatkan bahwa Bitcoin masih menjadi aset neraca yang aktif diakumulasi sejumlah perusahaan publik, meskipun masing-masing menggunakan struktur pendanaan dan skala pembelian yang berbeda.

Bagi Strive, akumulasi berlangsung agresif dengan ribuan BTC, sedangkan Genius Group baru membuka kembali strategi yang mempunyai target jangka panjang ratusan juta dolar. Strategy, di sisi lain, terus menambah cadangannya yang telah mencapai ratusan ribu Bitcoin.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait