Dua Subnet Bittensor Hadirkan Produk AI, Token TAO Melejit

Ekosistem Bittensor kembali menjadi sorotan setelah komunitas mengungkap peluncuran dua subnet baru yang mulai menghadirkan layanan berbasis produk kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan data yang dihimpun CoinGecko, subnet tersebut adalah SN32 yang fokus pada deteksi teks AI serta SN62 yang mengembangkan agen pemrograman berbasis AI.

Kehadiran dua layanan ini dinilai memperluas utilitas jaringan Bittensor sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di dalam ekosistemnya.

Perkembangan teknis tersebut muncul di tengah penguatan harga token TAO, aset kripto utama yang menopang aktivitas jaringan Bittensor.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Pada saat artikel ini disusun, TAO diperdagangkan di kisaran US$195,94 dengan kenaikan sekitar 6,78 persen dalam 4 jam terakhir dan 13,07 persen dalam periode 24 jam.

TAO Open interest

Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa volume perdagangan derivatif TAO meningkat sekitar 14,50 persen menjadi US$595,97 juta, sementara open interest naik 9,52 persen hingga mencapai US$180,46 juta. Lonjakan pada dua indikator ini umumnya mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset tersebut.

Subnet Baru Bittensor Mulai Hadirkan Produk AI

Subnet pertama yang menjadi perhatian adalah SN32, yang dikenal dengan nama “It’s AI.” Subnet ini dirancang untuk menyediakan layanan deteksi teks yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. Teknologi tersebut bertujuan membedakan apakah suatu tulisan dibuat oleh manusia atau oleh model AI generatif.

BACA JUGA:  Akash Network Melejit, Ini 3 Alasan Utama di Baliknya

Dalam sistem Bittensor, para miner menjalankan berbagai model machine learning yang bersaing untuk menghasilkan deteksi paling akurat. Validator kemudian menilai kualitas hasil dari model tersebut dan memberikan imbalan token kepada peserta yang memiliki performa terbaik.

Kebutuhan terhadap teknologi deteksi konten AI diperkirakan terus meningkat seiring semakin luasnya penggunaan model generatif dalam pembuatan artikel, laporan, maupun konten digital. Dengan demikian, subnet SN32 berpotensi menjadi salah satu utilitas praktis yang dapat digunakan oleh berbagai platform digital.

Sementara itu, subnet kedua yaitu SN62 menghadirkan layanan berbeda melalui produk yang disebut Ridgeline. Subnet ini berfokus pada pengembangan agen AI yang mampu membantu tugas pemrograman, seperti memperbaiki bug, menulis kode, atau menyelesaikan permasalahan teknis dalam pengembangan perangkat lunak.

Melalui pendekatan tersebut, jaringan Bittensor berupaya menciptakan ekosistem agen pemrograman berbasis AI yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh pengembang perangkat lunak.

Para miner di subnet ini bersaing menghasilkan solusi kode terbaik yang kemudian dinilai oleh validator jaringan.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: RENDER, BNB, ADA, DOT dan PEPE Kasih Sinyal Reli Baru

Layanan AI Baru Dorong Aktivitas dan Partisipasi di Bittensor

Peluncuran subnet yang menghadirkan layanan nyata seperti ini dipandang dapat meningkatkan partisipasi dalam jaringan Bittensor. Setiap subnet pada dasarnya merupakan pasar kompetisi AI di mana miner dan validator berkolaborasi menghasilkan model terbaik untuk menyelesaikan tugas tertentu.

Semakin banyak layanan yang digunakan di jaringan, semakin tinggi pula aktivitas komputasi yang terjadi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap token TAO yang digunakan untuk mekanisme staking, menambang atau mining, dan berbagai aktivitas operasional dalam jaringan.

Selain itu, peningkatan utilitas juga dapat menarik lebih banyak pengembang, peneliti AI, serta penyedia infrastruktur komputasi untuk bergabung ke dalam ekosistem.

Harga TAO Masih Konsolidasi, Pasar Tunggu Arah Berikutnya

Di sisi lain, analis kripto R3N menilai pergerakan harga TAO saat ini masih berada dalam fase pembentukan dasar setelah mengalami penurunan tajam pada awal tahun.

Dalam analisisnya, ia menjelaskan bahwa setelah penurunan kuat pada Januari hingga awal Februari, TAO menemukan titik stabil di area sekitar US$143 hingga US$150.

analisis TAO 9 MAR

Menurut R3N, zona tersebut telah dua kali menahan tekanan jual dan menjadi fondasi utama bagi proses pemulihan harga. Selama sekitar empat pekan terakhir, harga TAO bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran US$168 hingga US$210, yang disebut sebagai periode akumulasi di level rendah.

BACA JUGA:  Kripto Halal atau Tidak? Tokocrypto Buka Suara Soal Status Syariah

Ia menjelaskan bahwa pergerakan harga yang cenderung sideways selama periode tersebut menunjukkan pasar sedang membangun energi sebelum menentukan arah berikutnya.

Dalam proyeksi yang disampaikannya, analis tersebut memperkirakan kemungkinan satu kali pengujian ulang (retest) area permintaan di sekitar US$143 hingga US$150 sebelum harga berpotensi mengalami pemulihan lebih kuat.

Jika momentum kenaikan berhasil terbentuk, target teknikal berikutnya berada di sekitar US$239, yang sebelumnya menjadi area resistance sebelum penurunan pasar pada Februari.

Menurutnya, level harga saat ini masih berada di tengah zona konsolidasi, sehingga arah berikutnya akan lebih jelas ketika harga menembus resistance US$210 atau kembali menguji area support utama di bawahnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait