Harga saham American Bitcoin, perusahaan penambangan aset kripto yang didukung Putra Presiden AS Donald Trump, Eric Trump, dilaporkan telah merosot lebih dari 95 persen dari level puncaknya dalam sekitar 10 bulan terakhir.
Berdasarkan laporan Bloomberg pada Kamis (9/7/2026), penurunan tajam tersebut menghapus lebih dari US$600 juta nilai kepemilikan Eric Trump, yang diketahui memiliki sekitar 6 persen saham perusahaan.
Di tengah anjloknya harga saham, American Bitcoin justru tetap menjalankan strategi untuk memperbesar kepemilikan Bitcoin. Perusahaan bahkan menambah 500 BTC pada awal pekan ini sehingga total cadangan Bitcoin yang dimiliki kini telah melampaui 8.000 BTC.
Langkah tersebut menegaskan fokus perusahaan pada strategi akumulasi Bitcoin meski tekanan pasar masih berlangsung.
Fokus Akumulasi Bitcoin Belum Mampu Angkat Harga Saham
Penurunan harga saham terjadi di tengah kondisi industri penambangan Bitcoin yang menghadapi tantangan besar. Salah satu faktor yang membebani sentimen investor adalah pergeseran minat pasar ke perusahaan pusat data yang memiliki eksposur terhadap bisnis kecerdasan buatan (AI), sementara American Bitcoin tetap berfokus pada aktivitas penambangan dan akumulasi Bitcoin.
Untuk mempertahankan status pencatatannya di bursa Nasdaq, perusahaan juga melakukan reverse stock split dengan rasio 1 banding 15. Melalui aksi korporasi tersebut, setiap 15 saham lama digabung menjadi satu saham baru sehingga harga saham meningkat secara teknis tanpa mengubah nilai perusahaan secara keseluruhan.
Namun, langkah tersebut belum mampu membalikkan sentimen pasar. Setelah reverse stock split diberlakukan, harga saham American Bitcoin kembali mengalami pelemahan hingga menyentuh rekor terendah baru.
Di sisi lain, perusahaan tetap memperlihatkan komitmennya terhadap strategi jangka panjang berbasis Bitcoin. Penambahan 500 BTC membuat total kepemilikan Bitcoin perusahaan melampaui angka 8.000 BTC, menjadikannya salah satu perusahaan publik dengan cadangan Bitcoin yang cukup besar.
Strategi tersebut berfokus pada tiga aktivitas utama, yakni menambang Bitcoin, membeli Bitcoin tambahan di pasar, serta menyimpan aset tersebut sebagai bagian dari cadangan perusahaan dalam jangka panjang.
Kerugian Membengkak, Sentimen Saham Tetap Lemah
Laporan keuangan kuartal pertama juga menunjukkan bahwa American Bitcoin masih menghadapi tekanan finansial. Perusahaan membukukan rugi operasional sebesar US$118,2 juta, yang sebagian besar berasal dari pencatatan penurunan nilai atau impairment aset Bitcoin senilai US$117,2 juta.
Impairment merupakan penyesuaian nilai aset dalam laporan keuangan ketika harga pasar mengalami penurunan. Kerugian tersebut bersifat akuntansi dan tidak sepenuhnya mencerminkan penjualan aset Bitcoin yang dimiliki perusahaan.
Tekanan terhadap harga saham juga dipengaruhi oleh kondisi pasar yang masih menantang bagi perusahaan penambangan Bitcoin. Selain dipengaruhi pergerakan harga Bitcoin, investor kini cenderung memberikan valuasi lebih tinggi kepada perusahaan yang memiliki sumber pendapatan tambahan dari bisnis AI dan pusat data.
Akibatnya, meski kepemilikan Bitcoin perusahaan terus meningkat, kondisi tersebut belum mampu mengangkat kepercayaan pasar terhadap prospek saham American Bitcoin dalam jangka pendek.
Kasus American Bitcoin menunjukkan bahwa peningkatan cadangan Bitcoin tidak selalu berbanding lurus dengan kinerja saham perusahaan.
Di tengah strategi agresif mengakumulasi Bitcoin, perusahaan tetap menghadapi tekanan dari perubahan preferensi investor, tantangan industri penambangan, serta dampak kerugian akuntansi yang memperburuk sentimen pasar.
Kombinasi faktor tersebut membuat harga saham American Bitcoin kehilangan lebih dari 95 persen nilainya dari level tertinggi yang pernah dicapai.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


