Dunia Keuangan Dipaksa Berubah, Investor Bakal Kaget Berat

Di tengah dinamika dunia keuangan global yang makin tidak menentu, seorang pengusaha, investor, penulis dan pendukung kripto Preston Pysh menyampaikan pandangan tajam yang menggarisbawahi potensi terjadinya perubahan besar yang akan mengejutkan banyak investor.

Dalam wawancaranya di kanal YouTube BTC Sessions, ia menegaskan bahwa sistem keuangan tradisional, termasuk fiat dan infrastruktur finansial lama, kini sedang “dipaksa” untuk ikut bermain dalam aturan baru yang diperkenalkan oleh teknologi terdesentralisasi seperti Bitcoin.

Transisi Aset Digital: Dari Kekacauan Individu ke Kebangkitan Negara

Menurut Pysh, perubahan ini tidak akan berjalan mulus. Ia menggambarkan transisi ini sebagai sesuatu yang akan membingungkan dan berantakan. Hal ini tampak dari bagaimana individu biasanya masuk ke dunia aset digital dengan antusias, lalu membeli berbagai aset tanpa benar-benar memahami maknanya.

Menariknya, pola yang sama kini juga mulai terlihat di tingkat organisasi bahkan negara. Pysh mencontohkan bagaimana beberapa negara mulai mengadopsi Bitcoin karena pemimpin mereka “mendapat pencerahan” dan memahami secara mendalam perbedaan Bitcoin dibandingkan aset lainnya.

“Kadang kita melihat negara seperti El Salvador yang langsung mengerti sejak awal. Mereka benar-benar memahami peran Bitcoin, dan itu berpengaruh langsung terhadap keputusan di tingkat pemerintahan,” ujar Pysh.

Ia juga menyebut perusahaan seperti MicroStrategy yang dipimpin oleh Michael Saylor sebagai contoh sukses adopsi strategis. Saylor, yang dikenal sebagai pendukung setia Bitcoin, secara eksklusif memilih Bitcoin sebagai aset investasi utama perusahaannya.

Di sisi lain, Pysh menyoroti bagaimana kebijakan di AS sempat mencoba menekan adopsi kripto, terutama lewat kebijakan dari SEC dan tokoh seperti Gary Gensler, namun kini tren itu mulai dibalikkan.

Dampak ke Pasar Kripto Global

Pergeseran ini bukan hanya berdampak pada kebijakan nasional atau perusahaan besar, tapi juga secara langsung memengaruhi pasar kripto global. Ketika institusi keuangan besar mulai masuk dan beradaptasi dengan ekosistem aset digital, arus modal dan perhatian terhadap kripto dipastikan akan meningkat drastis.

Pysh menyebut aturan seperti SAB 121 sebagai penanda bahwa bank-bank besar pun tak punya pilihan lain selain ikut terlibat lebih dalam.

“Mereka akan masuk ke dalam ini secara serius, dan jika ada yang mengira bisa mematikan semuanya setelah empat tahun, itu jelas delusi,” ungkap Pysh.

Ia percaya bahwa keterlibatan institusi dalam jangka panjang akan mendorong kestabilan dan pertumbuhan ekosistem Bitcoin secara keseluruhan.

Namun demikian, ia juga mengingatkan akan risiko yang mungkin muncul, seperti praktik rehypothecation, penggunaan aset yang sudah dijaminkan sebagai jaminan kedua oleh pihak ketiga, yang menurutnya dapat menimbulkan krisis kepercayaan. Untuk itu, edukasi menjadi hal yang sangat penting ke depan.

Pysh menutup dengan keyakinan tinggi bahwa masa depan Bitcoin dan aset digital lainnya akan semakin kuat, terutama jika komunitas terus belajar dari kesalahan masa lalu dan tidak mengulanginya. Ia sendiri merasa sangat optimis, meskipun tetap realistis terhadap tantangan yang akan dihadapi.

“Ini semua tentang belajar dan berbagi pengetahuan sebanyak mungkin agar kita tak terus jatuh di lubang yang sama,” tegasnya.

Dengan gelombang perubahan yang mulai terasa di berbagai lapisan, dari individu, korporasi, hingga negar, dunia investasi tampaknya sedang menuju sebuah babak baru yang tak lagi bisa dihindari. Pertanyaannya kini, siapkah semua pihak menghadapinya? [st]

Terkini

Warta Korporat

Terkait