Tidak jarang seorang ekonom terkenal berkomentar baik tentang Bitcoin saat harganya tergelincir, tetapi tidak dengan pria yang satu ini, Mohamad El-Erian, Ekonom Allianz. Seperti yang dilansir dari CCN, kemarin (12/9), El-Erian mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa kripto belum mati, tetapi valuasinya berlebihan.

Ia secara spesifik menyebut Bitcoin sebagai aset yang nilainya seharusnya sekitar US$5 ribu, sebuah pendapat serupa pernah diutarakannya pada Juni silam. Dalam pernyataan terbarunya kemarin, El-Erian menambahkan bahwa spekulasi yang mubazir menyebabkan gerakan bullish pada akhir tahun lalu, sehingga terjadi keranjingan saat membeli.

El-Erian berkata kepada Yahoo Finance, “Yang kami pahami adalah adopsi tidak akan sebesar dan secepat yang diperkirakan pendukung kripto. Saya pikir suatu saat akan sampai ke sana, dan akan bertahan untuk waktu yang lama, serta memainkan peran yang besar dalam ekosistem perekonomian, tetapi tidak akan menjadi mata uang dominan seperti diharapkan para penggiat kripto.”

Pernyataan El-Erian menyusul koreksi yang melanda keseluruhan pasar kripto. Total kapitalisasi pasar kripto anjlok sebanyak 80 persen sejak puncaknya tahun ini. Semua kripto teratas, termasuk Bitcoin (BTC), Ripple (XRP), Ethereum (ETH) dan Stellar (XLM) ikut “menyumbang” ke kejatuhan harga. Semua pihak sedang mengantisipasi harga terendah Bitcoin di US$5.800 atau US$800 lebih tinggu berbanding perkiraan El-Erian.

Beberapa pakar keuangan lain berpendapat tren menurun Bitcoin belum berakhir, dan harga Bitcoin bisa terperosok lebih rendah dibanding estimasi El-Erian. Luis Carranza, founder London Fintech Week, pada Juni mengatakan Bitcoin mungkin mencapai titik bawahnya di US$2.500 pada tahun ini.

“US$4.500 mungkin titik paling bawah, tetapi tidak ada yang menghalangi US$2.500 sebagai titik terbawah,” katanya kepada Express UK.

Nouriel Roubini, ekonom Amerika yang skeptis terhadap kripto, dan yang pernah memrediksi kejatuhan pasar saham di tahun 2008, mengatakan bahwa nilai Bitcoin akan jatuh sampai ke harga nol. Ia juga mengkritik smart contract Ethereum sebagai “alat” yang hanya berlaku di “sidang rakyat”, sesuatu yang tidak dijelaskan lebih lanjut oleh Roubini.

Neil Welson, analis di ETX Capital, mengatakan saat pembentukan titik bawah yang terakhir, Bitcoin akan tergelincir ketika muncul regulasi yang ketat mulai.

“Desakan aksi jual saat ini sedang intens, karena terus-menerus beredar berita buruk bagi para Bitcoin bull. Sangat beresiko untuk mencoba membeli Bitcoin di harga terendahnya,” kata Welson kepada Guardian.

Pada saat yang sama, banyak pelaku keuangan profesional yang mendukung Bitcoin dalam jangka pendek. Jurgen von Hagen dari Universitas Bonn percaya bahwa kesuksesan aset terdesentralisasi manapun bergantung kepada keterbatasan mata uang konvensional alias fiat.

“Kripto sebagai alat pembayaran menjadi menarik ketika mata uang terbitan bank sentral menjadi tidak stabil. Penggunaan kripto di sistem keuangan merupakan akibat dari ketidakstabilan uang fiat, bukan penyebabnya,” jelas Jurgen.

Barry Silbert, founder dan CEO Digital Currency Group, mengatakan saat harga Bitcoin berada di titik bawahnya pada Juni, harga kripto tidak bisa lebih turun lagi.

“Sebagai kelas aset, kripto akan tetap hidup. Saya 100 persen yakin bahwa uang non-fiat yang terdesentralisasi akan tetap digunakan,” tegasnya. [ed]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO