Ekosistem Kripto Iran Tumbuh US$7,8 Miliar di Tengah Protes Massal

Di tengah tekanan ekonomi yang kian berat dan gelombang protes massal yang meluas, aset kripto justru menemukan momentumnya di Iran. Bitcoin dan aset digital lainnya tak lagi sekadar dipandang sebagai instrumen investasi, melainkan berubah menjadi sarana bertahan hidup.

Lonjakan Aktivitas Kripto Iran di Tengah Protes 

Penggunaan kripto di Iran meningkat seiring memburuknya kondisi ekonomi dan memanasnya situasi sosial. Aset digital perlahan beralih fungsi, dari sekadar instrumen spekulasi menjadi alternatif perlindungan nilai di tengah ketidakpastian.

Menurut laporan yang dirilis oleh Chainalysis pada Kamis (15/06/2026), total nilai ekosistem kripto Iran mencapai US$7,78 miliar sepanjang 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan akselerasi yang jelas dibandingkan periode sebelumnya.

Gelombang demonstrasi mulai pecah pada akhir Desember 2025, dipicu oleh anjloknya nilai rial Iran ke level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS. Tekanan ekonomi yang terus membesar membuat masyarakat kehilangan kepercayaan pada mata uang nasional.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Konflik Israel–Iran Memanas, Kripto Masuk Fase Ini

Kondisi tersebut semakin rumit setelah pemerintah membatasi akses internet di sejumlah wilayah. Sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional bahkan menuding adanya penggunaan kekuatan mematikan terhadap para demonstran.

BACA JUGA:  Begini Pandangan Oscar Darmawan soal Koneksi Epstein dan Satoshi

Dalam situasi serba terbatas itu, kripto muncul sebagai jalur keuangan alternatif yang sulit dikendalikan negara. Chainalysis mencatat lonjakan tajam pada transfer kripto harian, terutama penarikan dari crypto exchange ke dompet Bitcoin pribadi yang tidak terafiliasi.

Bitcoin Jadi Alat Perlindungan Nilai dan Likuiditas

Laporan tersebut mengungkap temuan menarik, yakni meningkatnya penarikan BTC ke dompet pribadi di tengah protes massal dan konflik yang melanda Iran. Tren ini menandai perubahan cara masyarakat memanfaatkan aset kripto dalam situasi krisis dan tekanan ekonomi.

“Yang mencolok adalah lonjakan penarikan dari bursa kripto di Iran ke dompet Bitcoin pribadi yang tidak terafiliasi. Lonjakan ini menunjukkan bahwa masyarakat mengambil alih kepemilikan BTC dalam jumlah yang jauh lebih besar selama masa protes,” tulis Chainalysis.

Perilaku tersebut dinilai sebagai respons atas runtuhnya nilai rial Iran. Mata uang nasional itu disebut telah kehilangan hampir seluruh daya belinya terhadap mata uang utama seperti euro, sehingga kepercayaan terhadap sistem moneter domestik terus tergerus.

BACA JUGA:  Aster Gandeng WLFI, Rilis Perpetual USD1 dengan Fee Nyaris Nol

Data Chainalysis menunjukkan lonjakan di berbagai klaster penarikan, mulai dari penarikan besar di bawah US$10.000 yang meningkat 262 persen, penarikan menengah naik 123 persen, hingga penarikan kecil di bawah US$100 yang melonjak 78 persen.

Peningkatan Penarikan Bitcoin di Iran - Chainalysis
Peningkatan Penarikan Bitcoin di Iran – Chainalysis

Tak hanya berfungsi sebagai lindung nilai, Bitcoin juga menawarkan fleksibilitas likuiditas. Sifatnya yang self-custodial dan tahan sensor memungkinkan aset ini digunakan lintas batas, bahkan ketika sistem keuangan tradisional berada di bawah pembatasan ketat pemerintah.

Kripto, Iran, dan “Elemen Perlawanan”

Menariknya, kripto di Iran tidak hanya dimanfaatkan oleh warga sipil. Laporan yang sama mengungkap aktivitas signifikan yang terkait dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). 

Pada kuartal keempat 2025, alamat-alamat yang diasosiasikan dengan IRGC disebut menyumbang hampir setengah dari total aktivitas kripto Iran, dengan penerimaan lebih dari US$3 miliar sepanjang tahun.

BACA JUGA:  Bersiap! Token Unlock Minggu Ini Tembus Rp7,4 Triliun

Namun di sisi masyarakat, Bitcoin disebut telah berubah menjadi “elemen perlawanan.” Chainalysis menilai peran BTC tidak lagi terbatas pada pelestarian nilai, tetapi juga sebagai sarana memperoleh likuiditas dan pilihan finansial di lingkungan yang semakin terkekang.

“Berbeda dengan aset tradisional yang tidak likuid dan kerap berada di bawah kendali pemerintah, sifat Bitcoin (BTC) yang tahan sensor dan dapat dikelola secara mandiri menawarkan fleksibilitas finansial,” jelasnya.

Dengan sanksi internasional dan volatilitas ekonomi yang belum mereda, kripto diperkirakan akan tetap menjadi alat penting bagi masyarakat Iran. Dalam situasi serba tidak pasti, aset digital tampaknya akan memainkan peran penting dalam menjaga kedaulatan finansial.

Iran Gunakan Stablecoin untuk Akali Sanksi Global

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait