Ekspansi Ripple Bikin RLUSD Ngegas di Banyak Layer-2 Popular

Ripple memperluas jangkauan stablecoin RLUSD ke sejumlah jaringan layer-2 utama berbasis Ethereum melalui integrasi dengan teknologi lintas jaringan Wormhole.

Langkah ini menjadikan RLUSD kini tersedia secara native di beberapa ekosistem layer-2 popular, yakni Optimism, Base, Ink Chain dan UniChain. Ekspansi tersebut diumumkan dalam rangka memperluas akses penggunaan RLUSD di berbagai jaringan dengan biaya transaksi yang lebih efisien dan kecepatan pemrosesan yang lebih tinggi.

Langkah ini menandai fase penting dalam strategi multi-chain Ripple. Dengan menghadirkan RLUSD langsung di layer-2, Ripple membuka peluang penggunaan stablecoin tersebut secara lebih luas di sektor keuangan terdesentralisasi, termasuk perdagangan aset digital, likuiditas protokol, hingga aktivitas pembayaran berbasis blockchain.

Dalam konteks ini, Ripple dan RLUSD menjadi fokus utama pengembangan karena keduanya ditempatkan sebagai fondasi likuiditas lintas ekosistem.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Dengan meluncurkan RLUSD, stablecoin pertama yang diatur oleh US Trust di jaringan L2 ini, kami tidak hanya memperluas utilitas, kami menetapkan standar definitif di mana kepatuhan dan efisiensi on-chain bertemu,” ujar SVP Stablecoin di Ripple, Jack McDonald, dalam siaran pers.

BACA JUGA:  3 Unlock Token Penting yang Wajib Dipantau

Ekspansi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan standar Native Token Transfers (NTT) Wormhole, sebuah mekanisme yang memungkinkan transfer token lintas jaringan tanpa menggunakan aset turunan atau wrapped token.

Melalui pendekatan ini, RLUSD dapat berpindah antar jaringan layer-2 dengan tetap mempertahankan statusnya sebagai token native di setiap ekosistem. Metode tersebut dipilih untuk mengurangi fragmentasi likuiditas serta mempermudah integrasi dengan berbagai protokol DeFi yang berjalan di masing-masing jaringan.

Langkah Ripple ini diumumkan pada periode ketika adopsi layer-2 Ethereum terus meningkat, seiring dengan kebutuhan pasar akan transaksi on-chain yang lebih cepat dan berbiaya rendah.

Jaringan seperti Optimism dan Base dalam beberapa bulan terakhir mencatat peningkatan aktivitas pengguna, menjadikannya target strategis bagi distribusi stablecoin berskala besar seperti RLUSD.

Integrasi Wormhole Dorong Akses RLUSD Lintas Jaringan

Pemanfaatan teknologi Wormhole NTT menjadi aspek teknis utama dalam ekspansi ini. Dengan standar tersebut, RLUSD tidak lagi bergantung pada mekanisme bridging tradisional yang umumnya memerlukan pencetakan token baru di jaringan tujuan.

BACA JUGA:  Survei: 56 Persen Pengguna Stablecoin Siap Tambah Aset 2026

Sebaliknya, sistem NTT memungkinkan pengelolaan pasokan token secara terkoordinasi antar jaringan, sehingga pergerakan RLUSD dapat dilakukan dengan struktur yang lebih sederhana dan transparan.

Dalam praktiknya, kehadiran RLUSD di berbagai layer-2 memungkinkan pengguna untuk mengakses stablecoin tersebut langsung dari aplikasi terdesentralisasi yang berjalan di Optimism, Base, Ink Chain, maupun UniChain.

Hal ini mempermudah aktivitas seperti penyediaan likuiditas, perdagangan di bursa terdesentralisasi, serta pemanfaatan RLUSD sebagai aset dasar dalam berbagai produk DeFi.

Ripple menyatakan bahwa pendekatan native multi-chain ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekosistem yang lebih luas, terutama di tengah meningkatnya peran layer-2 sebagai pusat aktivitas on-chain Ethereum.

Dengan mendistribusikan RLUSD ke beberapa jaringan sekaligus, Ripple berupaya memastikan bahwa likuiditas stablecoin dapat mengikuti pergerakan pengguna tanpa hambatan teknis yang berarti.

Dampak Ekspansi terhadap Ekosistem Layer-2

Masuknya RLUSD ke berbagai layer-2 popular dinilai dapat memperkuat likuiditas di masing-masing jaringan.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Soroti Stablecoin Algoritmik Sebagai Masa Depan DeFi

Stablecoin berperan penting sebagai alat tukar dan penyimpan nilai dalam ekosistem DeFi, sehingga ketersediaannya secara native di layer-2 berpotensi meningkatkan volume transaksi serta aktivitas protokol yang bergantung pada pasangan stablecoin.

Selain itu, kehadiran RLUSD di Ink Chain dan UniChain menunjukkan bahwa ekspansi ini tidak hanya terfokus pada jaringan layer-2 yang telah mapan, tetapi juga mencakup ekosistem yang sedang berkembang.

Pendekatan tersebut membuka peluang bagi proyek-proyek baru untuk mengintegrasikan RLUSD sejak tahap awal, sekaligus memperluas penggunaan stablecoin tersebut di luar jaringan yang sudah memiliki basis pengguna besar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia