Elon Musk kembali memicu perhatian publik setelah ia singgung kemungkinan pengiriman Dogecoin (DOGE) ke bulan melalui misi SpaceX.
Pernyataan tersebut disampaikan Musk pada Selasa (3/2/2026) dalam sebuah interaksi singkat di media sosial, ketika ia menjawab pertanyaan warganet tentang rencana misi luar angkasa berbasis Dogecoin dengan kalimat, “maybe next year.” Ucapan itu langsung memicu spekulasi baru di komunitas kripto global.

Meski tidak disertai penjelasan teknis maupun jadwal resmi, pernyataan ini dinilai sebagai sinyal bahwa Musk masih membuka kemungkinan menghidupkan kembali rencana lama terkait pengiriman simbol Dogecoin ke orbit bulan.
Hingga kini, SpaceX juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait realisasi proyek tersebut. Dengan demikian, wacana ini masih berada pada level pernyataan informal tanpa dukungan dokumen atau pengumuman korporasi, atau masih berpotensi omon-omon saja.
Proyek DOGE-1 dan Riwayat Penundaan
Wacana pengiriman Dogecoin ke bulan sebenarnya bukan hal baru. Pada 2021, sebuah proyek bernama DOGE-1 diumumkan sebagai misi satelit kecil menuju orbit bulan yang didanai menggunakan Dogecoin.
Proyek tersebut dirancang untuk membawa muatan komersial dan teknologi komunikasi, sekaligus menjadi simbol penggunaan aset kripto di luar angkasa.
Saat kali pertama diumumkan, DOGE-1 dijadwalkan meluncur pada 2022. Namun, dalam perkembangannya, proyek tersebut mengalami sejumlah penundaan dan hingga awal 2026 belum juga terealisasi. Tidak ada kejelasan terbaru mengenai status teknis maupun kesiapan peluncurannya.
“Setiap misi menuju bulan memerlukan uji kelayakan yang ketat. Hingga kini, belum ada indikasi bahwa proyek DOGE-1 sudah masuk tahap final,” ujar seorang narasumber dari industri antariksa kala itu.
Meski demikian, Elon Musk tetap menjadi figur sentral dalam narasi ini. Hubungan erat antara Elon Musk dan Dogecoin telah berlangsung selama bertahun-tahun, terutama melalui pernyataan-pernyataannya di media sosial yang kerap memengaruhi sentimen publik.
Respons Pasar dan Analisis Teknikal Dogecoin
Di tengah mencuatnya kembali wacana misi bulan, kondisi teknikal Dogecoin dinilai masih berada dalam tekanan. Berdasarkan analisis HolderStat, struktur tren DOGE saat ini masih berada dalam fase bearish.
Pergerakan harga dinilai hanya menunjukkan pemulihan jangka pendek di dalam tren turun yang lebih besar, setelah terjadi tekanan jual sebelumnya.

HolderStat menilai bahwa interaksi harga dengan garis resistance menurun menunjukkan dominasi penjual masih kuat. Selama harga tetap berada di bawah garis tren menurun, pasar dinilai lebih condong ke arah tekanan lanjutan dibandingkan pembalikan tren.
Pada saat artikel ini disusun, DOGE diperdagangkan di kisaran US$0,1089. Dalam periode empat jam terakhir, harga mencatat kenaikan 2,06 persen, sementara dalam 24 jam terakhir naik 1,39 persen.
Di sisi lain, volume derivatif tercatat meningkat 14,84 persen menjadi sekitar US$3,48 miliar, mencerminkan aktivitas spekulatif yang masih cukup tinggi seiring kabar Dogecoin ke bulan tersebut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



