Emas digital mulai mendapat jalur baru menuju likuiditas dolar on-chain setelah Matrixdock membawa Matrixdock Gold (XAUm), aset emas tokenisasi yang didukung emas fisik, ke blockchain Arc milik Circle.
Berdasarkan pengumuman Matrixdock pada Rabu (23/9/2026), XAUm menjadi aset emas tokenisasi pertama yang diluncurkan di jaringan Arc. Integrasi tersebut juga dilengkapi likuiditas XAUm/USDC melalui Uniswap.
Yang lebih menarik, pemegang XAUm yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh hasil redemption dalam bentuk USDC pada hari yang sama setelah bukti transaksi yang diperlukan diserahkan.
Mekanisme tersebut tidak berarti emas fisik langsung berpindah atau dicairkan secara instan. Matrixdock menegaskan proses custody, penjualan dan settlement aset emas yang mendasari token tetap berjalan sebagaimana mekanisme sebelumnya.
Setiap XAUm merepresentasikan satu troy ounce emas dengan kemurnian 99,99 persen yang berasal dari refinery dalam daftar LBMA Good Delivery. Emas tersebut disimpan secara allocated di fasilitas Brink’s dan Malca-Amit di Hong Kong dan Singapura.
“Di Arc, emas berada berdampingan dengan likuiditas dolar, bukan terpisah. Jaringan yang sama, lapisan settlement yang sama, hari yang sama,” ujar Kepala Matrixdock, Eva Meng.
Emas Fisik Kini Nyambung Langsung ke Likuiditas USDC
Integrasi tersebut memberi XAUm jalur lebih pendek antara eksposur terhadap emas fisik dan likuiditas dolar berbasis blockchain.
Matrixdock membandingkannya dengan pasar emas London yang secara konvensional menggunakan siklus settlement T+2 untuk unallocated metal. Untuk penyerahan emas fisik di luar mekanisme tersebut, proses logistik dan verifikasi bahkan dapat membutuhkan waktu lebih lama.
Pada XAUm, pengguna yang memenuhi ketentuan redemption dapat menerima hasil pencairan dalam USDC pada hari yang sama. Kehadiran pair XAUm/USDC di Uniswap juga membuka opsi pertukaran langsung antara emas digital dan stablecoin di jaringan Arc.
Skala USDC sendiri tidaklah kecil. Data terbaru dari Circle mencatat sekitar US$74,6 miliar USDC beredar per 21 September 2026. Stablecoin tersebut telah diterbitkan secara native di 38 blockchain, termasuk Arc.
Meski demikian, angka US$74,6 miliar tersebut merupakan total USDC yang beredar secara global dan bukan ukuran likuiditas yang tersedia pada pool XAUm/USDC.
Di sisi backing, data transparansi underlying asset Matrixdock yang diperiksa Blockchainmedia menunjukkan total supply sekitar 16.491,918 XAUm, sementara cadangan tercatat mencapai 16.491,924 troy ounce emas.
Angka itu menunjukkan jumlah cadangan yang dilaporkan sedikit lebih tinggi daripada jumlah token yang beredar dan tetap sangat dekat dengan skema backing satu troy ounce emas untuk setiap XAUm.
Cadangan XAUm Bertambah, Arc Baru Sepekan Meluncur
Jumlah XAUm juga meningkat dibandingkan pemeriksaan cadangan beberapa bulan sebelumnya.
Dalam audit cadangan Juli 2026, Matrixdock melaporkan Bureau Veritas telah memeriksa 508 batang emas dengan berat setara 16.331,184 troy ounce. Pada periode tersebut, circulating supply XAUm tercatat 16.331,179 token.
Berdasarkan perhitungan Blockchainmedia dari data audit tersebut dan transparency page terbaru, pasokan XAUm telah bertambah sekitar 160,739 token atau 0,98 persen.
Ekspansi itu berlangsung hanya sekitar satu pekan setelah Circle resmi meluncurkan public mainnet Arc pada 16 September.
Saat diluncurkan, Arc telah melibatkan lebih dari 100 aplikasi serta lebih dari 100 institutional dan ecosystem builders. Testnet jaringan itu sebelumnya juga memproses lebih dari 700 juta transaksi dalam waktu kurang dari satu tahun.
Circle secara eksplisit memasukkan RWA sebagai salah satu fokus Arc, dengan USDC yang digunakan untuk membayar biaya jaringan. Matrixdock sendiri telah tercantum sebagai salah satu penerbit RWA yang membangun produk di ekosistem tersebut sebelum XAUm resmi diluncurkan.
Masuknya emas digital juga terjadi ketika posisi emas dalam cadangan global kembali menguat. European Central Bank mencatat emas mencapai sekitar 27 persen dari total cadangan devisa resmi global pada akhir 2025.
Namun, ECB mengingatkan peningkatan porsi tersebut sebagian besar mencerminkan efek valuasi dari kenaikan harga emas, sehingga tidak seluruhnya berasal dari tambahan pembelian emas oleh bank sentral.
Bagi XAUm, ekspansi ke Arc pada akhirnya bukan sekadar menambah jaringan baru. Integrasi tersebut mencoba menghubungkan tiga lapisan sekaligus, yakni cadangan emas fisik yang dapat diverifikasi, aset emas berbentuk token, serta likuiditas dolar on-chain melalui USDC.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


