Harga emas dunia telah terkoreksi di akhir pekan, setelah sempat mencetak rekor tertinggi baru di kisaran US$4.378 per ons pada sesi sebelumnya.
Penurunan ini turut menyeret nilai token emas seperti Tether Gold (XAUT) dan Pax Gold (PAXG) yang sebelumnya melonjak seiring reli emas fisik.
Data pasar menunjukkan, emas spot ditutup melemah di sekitar US$4.244 per troy ounce, turun lebih dari dua persen dalam satu hari perdagangan. Koreksi tajam ini terjadi di tengah aksi ambil untung setelah reli mingguan yang mencapai delapan persen, kenaikan terbesar sejak 2008.
Antalpha Borong Token Emas Senilai US$133,7 Juta
Menurut laporan Arkham Intelligence, perusahaan investasi Antalpha tercatat membeli Tether Gold (XAUT) senilai US$133,7 juta pada Jumat (17/10/2025). Pembelian dilakukan pada harga rata-rata US$4.021 per token.
Meski awalnya mengantongi keuntungan mencapai US$8,2 juta dengan total nilai kepemilikan naik menjadi sekitar US$141,9 juta, posisi tersebut berbalik turun US$5 juta hanya dalam sehari terakhir seiring koreksi emas global.
Dua hari sebelumnya, Antalpha juga telah membeli US$134 juta token emas XAUT dan mengumumkan langkah strategis untuk menjadikan diri sebagai perusahaan perbendaharaan pertama yang sepenuhnya didukung oleh Tether Gold, dengan nama baru Aurelion Inc.
Perubahan ini dinilai sebagai upaya untuk memperkuat identitas perusahaan di sektor aset digital berbasis komoditas, sekaligus menandai era baru bagi integrasi antara emas fisik dan tokenisasi aset di blockchain.
Token Emas Terkoreksi Bersama Emas Fisik
Pada saat artikel ini disusun, harga XAUT melemah ke kisaran US$4.243 per token, turun sekitar dua persen dalam 24 jam terakhir. Sementara PAXG tercatat di sekitar US$4.246 dengan penurunan 3,44 persen dalam 24 jam terakhir.
Pergerakan ini sejalan dengan tren harga emas fisik yang mengalami tekanan menjelang penutupan pekan. Meskipun skalanya berbeda, arah koreksi kedua aset digital tersebut tetap mencerminkan sensitifitas tinggi terhadap perubahan di pasar logam mulia global.
Analis menilai korelasi kuat antara token emas dan harga spot disebabkan oleh mekanisme dukungan aset fisik di balik token tersebut. Baik XAUT maupun PAXG masing-masing dijamin oleh cadangan emas yang tersimpan di brankas terverifikasi.
Namun, volatilitas pasar kripto kerap memperlebar deviasi harga jangka pendek, terutama saat volume perdagangan meningkat atau investor melakukan rebalancing portofolio.
Momentum Koreksi Bisa Jadi Peluang Masuk
Meski koreksi terjadi di penghujung pekan, sebagian pelaku pasar melihatnya sebagai potensi peluang reentry bagi investor jangka panjang.
Dengan tren permintaan aset lindung nilai yang masih kuat dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjelang akhir tahun, minat terhadap emas, baik fisik maupun versi token, diperkirakan belum berakhir.
Di sisi lain, langkah korporasi seperti Antalpha yang secara agresif menambah eksposur pada XAUT menunjukkan meningkatnya kepercayaan institusional terhadap tokenisasi emas sebagai instrumen penyimpan nilai modern.
Namun demikian, fluktuasi tajam dalam jangka pendek tetap menjadi faktor risiko utama yang perlu diwaspadai.
Dengan harga emas global yang sempat mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam 17 tahun terakhir sebelum terkoreksi, para analis memperkirakan fase konsolidasi jangka pendek bisa menjadi tahap persiapan menuju reli berikutnya.
Apabila momentum makroekonomi mendukung, koreksi di kisaran US$4.200–US$4.250 per troy ounce bisa saja menjadi titik akumulasi baru bagi investor yang menanti peluang di pasar token emas seperti XAUT dan PAXG. Mari kita saksikan. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



