Emas Terbang Tinggi, Stablecoin Emas Ikut Jadi Primadona

Harga emas global melonjak tajam di awal pekan, seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Kenaikan ini tidak hanya mengangkat harga emas fisik di berbagai negara, tetapi juga mendorong permintaan terhadap stablecoin emas, aset digital yang nilainya didukung oleh cadangan emas fisik.

Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot dunia naik sekitar 1,8 persen dan telah menembus level US$4.070,99 per troy ounce, tertinggi dalam dua pekan terakhir.

Lonjakan tersebut dipicu oleh sentimen pelemahan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi global setelah penutupan pemerintahan (shutdown) AS berakhir.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Situasi ini membuat investor kembali beralih ke aset safe haven seperti emas, termasuk versi digitalnya yang dikenal sebagai stablecoin emas.

Lonjakan Permintaan Emas di Tengah Ketidakpastian Global

Di pasar India, kontrak berjangka emas Desember pun naik, mencerminkan kuatnya minat terhadap logam mulia di pasar Asia. Lonjakan serupa juga terlihat pada aset digital yang terkait dengan emas.

BACA JUGA:  Jupiter Hadirkan Sistem Pembayaran QR, Fiat dan Kartu USDC

Kapitalisasi pasar beberapa stablecoin emas seperti Tether Gold (XAUT) dan PAX Gold (PAXG) dilaporkan meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Nilai pasar Tether Gold telah melonjak dari sekitar US$800 juta menjadi lebih dari US$1,6 miliar seiring kenaikan harga emas global sepanjang Oktober hingga awal November 2025.

Hal tersebut menunjukkan adanya korelasi positif jangka panjang antara skala penerbitan stablecoin emas dan harga emas fisik. Artinya, meningkatnya permintaan terhadap token emas digital berpotensi mendorong permintaan emas fisik sebagai cadangan jaminannya.

Stablecoin emas sendiri merupakan jenis aset kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai setara dengan emas fisik. Setiap token umumnya mewakili sebagian kecil dari satu troy ounce emas yang disimpan di brankas kustodian.

Data Riset dan Tren Pasar Digital

Sejumlah penelitian internasional mendukung hubungan erat antara emas fisik dan stablecoin emas.

BACA JUGA:  Robert Kiyosaki Pilih Nunggu Bottom Bitcoin dan Emas, Ini Alasannya

Studi bertajuk A Systematic Look at Gold-Backed Cryptocurrencies during the COVID-19 Pandemic menemukan bahwa meski kripto yang didukung emas memiliki nilai dasar yang sama dengan emas fisik, pergerakan harganya masih menunjukkan volatilitas tinggi karena dipengaruhi oleh dinamika pasar kripto.

Penelitian lanjutan oleh E. Mnif pada 2022 juga mengungkapkan bahwa stablecoin emas menunjukkan perilaku pasar yang berbeda dibandingkan emas fisik, terutama dalam hal likuiditas dan reaksi terhadap gejolak ekonomi global.

Meski begitu, aset digital ini tetap berfungsi sebagai sarana lindung nilai (hedging tool) bagi investor yang ingin melindungi portofolionya dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Fenomena ini semakin menegaskan bahwa permintaan terhadap stablecoin emas meningkat bersamaan dengan naiknya harga emas di pasar global.

Para analis menilai bahwa faktor pendorong utamanya adalah kombinasi dari pelemahan dolar AS, meningkatnya risiko ekonomi dan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed yang membuat investor mencari alternatif aset aman dalam format digital.

BACA JUGA:  Modal Kabur dari Bitcoin, Investor Lari ke Emas dan Saham AS

Sementara itu, pasar tradisional dan digital menunjukkan pola yang serupa, di mana setiap kali harga emas naik signifikan, aktivitas transaksi token emas di bursa kripto juga meningkat.

Hal ini menunjukkan bahwa investor global semakin melihat stablecoin emas sebagai instrumen modern untuk mendapatkan eksposur terhadap emas dengan cara yang lebih efisien dan transparan.

Hingga saat ini, permintaan terhadap stablecoin emas terus tumbuh seiring naiknya minat investor terhadap aset yang mampu mempertahankan nilai di tengah gejolak ekonomi global.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia